Super Junior - Eeteuk

Minggu, 21 Juni 2015

FF Our Contract Part 2

Ah Ra terkejut mendengar suara Jung Soo dari belakang.. Ah Ra pun berjalan menuju ruangannya, namun Jung Soo memegang tangannya..
"Kau mau kemana? Ikut aku!" Jung Soo menarik tangan Ah Ra dengan paksa..
"Yak! Lepaskan tanganku!" Ah Ra mencoba melepaskan genggaman tangan Jung Soo tapi tak bisa.. Jung Soo membawa Ah Ra ke samping hotel..
"Untuk apa kau membawaku kemari? Aku masih punya banyak pekerjaan.." ucap Ah Ra yang hendak pergi tapi Jung Soo kembali menahannya..
"Aku perlu bicara denganmu.."

"Bicara apalagi, Tuan Park?"
"Wajahmu pucat, apa kau sakit?"
"Bukan urusanmu!"
"Baiklah.. Yoon Ah Ra, kontrak kita..."
"Sudah berakhir!"
"Bagaimana kau bisa bilang begitu?"
"Kau sudah punya wanita yang kau cintai kan? Jadi untuk apa dilanjutkan?! Kau bisa bilang pada Komisaris Park kalau kau akan menikahinya.."
"Aku tidak bisa melakukannya.."
"Itu bukan urusanku.." Ah Ra pun berpaling..
"Yoon Ah Ra! Nona Yoon Ah Ra!!"
"Apa lagi? Oh iya, aku mengerti.. Kau masih ingin melanjutkan kontrak itu agar harga sahammu tetap naik kan? Tidak masalah kalau kau menginginkannya.. Kau bisa mengatakan pada rekan bisnismu kalau kita pacaran, tapi jangan pernah menghubungi ataupun menemuiku lagi.. Terimakasih untuk semuanya.." Ah Ra mengulurkan tangannya untuk bersalaman namun Jung Soo tak menyambutnya.. Ah Ra pun pergi meninggalkan Jung Soo..
"Yoon Ah Ra! Yoon Ah Ra!" Jung Soo memanggil Ah Ra namun Ah Ra sama sekali tidak mempedulikannya..
***
"Kenapa kau tinggal disini?" tanya Jung Soo pada Sora ketika ia pergi ke apartemen Sora..
"Itu karena aku tidak punya tempat tinggal.. Kau tau kan sebelum aku pergi ke Amerika, rumahku dijual oleh Ayah.."
"Kau membeli apartemen ini?"
"Tidak! Aku menyewanya.. Orang tuaku bilang kalau mereka akan kembali ke Korea dan akan membeli rumah lagi.. Jadi aku hanya menyewa apartemen ini.."
"Kenapa kau menyewa apartemen ini? Lebih baik kau tinggal di hotel.. Kau tidak perlu memasak dan membersihkan rumah.. Lagipula, di hotel lebih ramai.. Jadi lebih aman.."
"Emm.. Entahlah, aku tidak berfikir begitu.."
"Kau pindahlah ke hotel.. Aku akan membayar biaya hotelmu selama kau disana.."
"Apa kau tidak keberatan?"
"Tentu saja tidak.."
"Emhh.. Baiklah.."
"Bagus.. Besok pagi aku akan menjemputmu.. Kau tinggal di Diamond Hotel.."
***
Keesokan harinya, Jung Soo dan Sora pergi ke Diamond Hotel..
"Maaf, boleh aku minta manager hotel yang melayani kami?" tanya Jung Soo pada seorang resepsionis..
"Sebentar, Tuan.." resepsionis itu menelfon ke ruangan Ah Ra.. Ah Ra pun pergi menghampiri Jung Soo yang berdiri membelakanginya..
"Selamat datang di Diamond Hotel.. Ada yang bisa kami bantu?" sapa Ah Ra.. Jung Soo dan Sora pun berpaling.. Sora terkejut melihat Ah Ra ada di depannya, namun Jung Soo hanya tersenyum evil.. Ah Ra juga terkejut karena Jung Soo dan Sora yang minta dilayani, namun ia tetap bersikap tenang..
"Bisa kau tunjukan dimana kamarnya?" tanya Jung Soo..
"Boleh ku minta kuncinya, Tuan?" Jung Soo memberikan kunci kamar pada Ah Ra..
"Mari, ku tunjukkan kamarnya.." Ah Ra memandu Jung Soo dan Ah Ra menuju kamar mereka..
"Ini kamarnya, dan ini kuncinya.." ucap Ah Ra memberikan kunci pada Jung Soo..
"Kau tunggu disini!" ucap Jung Soo kemudian masuk ke kamar bersama Sora dan Ah Ra yang mengikutinya..
"Sora, kau lihat dulu kamarnya, jika kau tak suka, kita bisa pesan kamar lain.." ucap Jung Soo..
"Baik, Oppa.." Sora pun mulai melihat-lihat isi kamar hotel pesanannya meninggalkan Jung Soo dan Ah Ra..
"Tersenyumlah, Yoon Ah Ra.. Seorang manager hotel harus tersenyum saat melayani tamunya.." ucap Jung Soo dengan nada jailnya..
"Ada yang dibutuhkan lagi, Tuan?" sahut Ah Ra dingin..
"Jangan terlalu formal padaku.."
"Maaf, Tuan.. Anda adalah tamu.. Sudah sepantasnya saya bersikap formal.."
"Terserah.. Sora-ya, bagaimana? Kau suka kamarnya?"
"Iya, Oppa.. Aku suka.."
"Kalau sudah tidak ada yang dibutuhkan, saya permisi.." ucap Ah Ra menundukan kepala kemudian pergi..
"Oppa, dia manager hotel ini?"
"Iya.." tak begitu lama, ponsel Jung Soo berbunyi karena ada pesan masuk.. Jung Soo membacanya..
“Sora-ya, kau istirahatlah dulu.. Aku pergi sebentar..”
“Baiklah..” Jung Soo pun meninggalkan Sora setelah membaca pesan yang didapatnya.. Ia pergi ke restoran yang biasanya ia datangi bersama Ah Ra.. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling.. Tak begitu lama, kedua matanya terfokus pada wanita yang sedang meminum segelas jus mangga.. Jung Soo pun menghampirinya kemudian duduk di depannya..
“Ada apa, Yoon Ah Ra? Kau bilang kalau aku tidak boleh muncul di hadapanmu, tapi kau malah memintaku menemuimu di restoran ini.. Ada apa?” tanya Jung Soo pada Ah Ra yang ada di depannya..
“Apa yang kau lakukan di Diamond Hotel?” bukannya menjawab pertanyaan Jung Soo, ia malah balik bertanya..
“Aku hanya memesan kamar hotel untuk Kang Sora.. Menurutku, tinggal di hotel lebih aman daripada tinggal di apartemen..”
“Benarkah itu alasanmu?”
“Iya, memangnya kenapa?”
“Kenapa harus di Diamond Hotel?! Banyak hotel di Seoul, kenapa harus disana?”
“Karena aku suka Diamond Hotel..” Ucap Jung Soo sambil memandang Ah Ra..
“Keluarlah darisana dan pergi cari hotel lain..”
“Kenapa aku harus pergi? Aku bisa tinggal di hotel manapun yang aku mau, termasuk di Diamond Hotel.. Kau tidak bisa mengusirku karena aku adalah tamu.. Bahkan presdir hotel pun tak akan punya alasan untuk mengusirku..”
“Aku benci kau, Park Jung Soo!!” Ah Ra bangkit dari tempatnya kemudian melangkahkan kaki menjauhi Jung Soo.. Jung Soo tersenyum seduktif dengan masih tetap berada di tempatnya..
***
Ah Ra pulang ke rumahnya setelah ia selesai bekerja.. Ia terkejut karena ada sebuah mobil yang parkir di depan rumahnya..
"Ayah, aku pulang.." ucap Ah Ra memasuki rumahnya..
"Ouh.. Kau sudah pulang.. Duduklah.." Sahut ayahnya.. Ah Ra pun duduk di samping ayahnya..
"Ah Ra-ya, kenalkan.. Ini putra teman ayah, dia kemari karena ingin mengenalmu.."
"Annyeong haseyo.. Yoon Ah Ra ibnida.." ucap Ah Ra dengan senyuman manisnya..
"Kim Min Chul ibnida.." Ah Ra dan Min Chul bersalaman kemudian saling membicarakan satu sama lain..
***
Ponsel Ah Ra berbunyi karena ada panggilan masuk..
"Yoboseyo.." ucap Ah Ra..
"Dimana?"
"Oh, Baiklah.." Ah Ra menutup panggilan dari ayahnya yang mengatakan kalau Kim Min Chul ingin mengajaknya makan malam di tempat yang akan ia tentukan nanti.. Sore pun tiba, Ah Ra bersiap pulang ke rumah.. Ia bersiap untuk makan malam dengan kenalan barunya.. Suara mobil telah terdengar, itu artinya Kim Min Chul sudah sampai.. Ah Ra pun berpamitan kepada ayahnya kemudian pergi dengan Min Chul..
"Jadi, kita akan makan malam kemana?" tanya Ah Ra..
"Kita akan makan malam di Diamond Hotel.."
"Diamond Hotel? Tempatku bekerja?"
"Iya.."
"Kenapa?"
"Kau bekerja disana, jadi kau pasti tau makanan yang paling enak disana.. Tidak apa-apa kan kalau kita kesana?"
"Hmmm..”
"Baiklah.." Min Chul melajukan mobilnya menuju Diamond Hotel.. Ah Ra dan Min Chul mengobrol sambil menyantap makan malam mereka, di waktu yang sama, Sora dan Jung Soo pun masuk ke restoran untuk makan malam.. Ah Ra dan Jung Soo pun bertatapan..
"Yoon Ah Ra, ada apa?" tanya Min Chul membuat Ah Ra mengalihkan tatapannya..
"Ahhh.. Tidak, tidak ada apa-apa.." jawab Ah Ra.. Mereka kembali makan dan mengobrol..
"Kim Min Chul-ssi, aku ke toilet sebentar.."
"Baiklah.." Ah Ra pergi ke toilet membawa tasnya.. Ia memandang cermin yang ada di depannya..
"Ahhh.. Kenapa aku harus bertemu dengan orang menyebalkan itu?! Aku tau Kang Sora tinggal di hotel ini, tapi tidak bisakah mereka pergi ke restoran lain? Apa tinggal disini belum cukup? Kenapa harus makan malam disini juga? Setidaknya makan malamlah setelah aku selesai agar aku tak melihat mereka berdua! Ish! Menyebalkan!" ucapnya pada dirinya sendiri.. Ah Ra keluar dari toilet namun seorang pria tiba-tiba menyenggolnya dan menariknya..
"Hey kau! Park Jung Soo! Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!"
"Sudah, diam!" Jung Soo memasukan Ah Ra ke dalam mobil kemudian menjalankan mobilnya ke Sungai Han.. Saat perjalanan, Ah Ra mengirim SMS pada Min Chul kalau ia harus pergi karena ada sebuah urusan penting..
"Kenapa kau membawaku kemari?!" tanya Ah Ra dengan sedikit berteriak..
"Apa yang kau lakukan dengan laki-laki itu? Dia siapa? Apa hubunganmu dengannya? Kenapa kau bisa bersamanya?"
"Kau tidak berhak menanyakan hal itu padaku! Itu semua bukan urusanmu!"
"Ingat, Yoon Ah Ra, kau masih memiliki kontrak menjadi pacarku! Jadi kau tidak boleh pergi dengan laki-laki lain.."
"Oh ya? Aku tidak boleh pergi dengan laki-laki lain? Lalu bagaimana denganmu?! Kau pergi dengan Kang Sora juga kan?! Sudah ku bilang, jangan pernah menemuiku lagi.. Jangan pernah muncul di depanku!" Ah Ra mulai menangis..
"Kenapa?"
"Karena aku menyukaimu! Aku menyukaimu, Park Jung Soo.. Itulah kenapa aku benci melihatmu ketika kau dengan wanita lain.. Aku benci.. Aku tidak tahan melihatmu dengan wanita lain.. Maka dari itu, jangan muncul di hadapanku lagi.."
"Yoon Ah Ra.."
"Jangan muncul di hadapanku lagi.." Ah Ra berpaling dan mulai berjalan menjauhi Jung Soo dengan memegang dada kirinya sambil menangis.. Tiba-tiba heel sepatu kanannya patah dan Ah Ra pun terjatuh..
"Ah Ra-ya!" Jung Soo pun berlari menghampirinya..
"Ah Ra-ya, kau baik-baik saja?" tanya Jung Soo..
"Hiks.. Kenapa aku pakai sepatu ini? Seharusnya aku memakai sepatu yang lain.. Hiks.."
"Bangunlah.. Ku antar kau pulang.." Jung Soo mengulurkan tangan kanannya..
"Aku tidak mau.. Kau tidak perlu mengantarku.." tanpa menyambut tangan Jung Soo, Ah Ra mencoba bangun namun kembali terjatuh karena kakinya terasa sakit.. Melihat hal itu, Jung Soo menggendong Ah Ra dan memasukkannya ke dalam mobil.. Tak ada satupun kata yang keluar dari mulut Ah Ra dan Jung Soo selama perjalanan.. Hanya saja Ah Ra masih menangis..
"Jangan menangis lagi.. Aku minta maaf kalau aku sudah menyakitimu.. Maaf sudah membuatmu menangis.." ucap Jung Soo memecah keheningan..
"Siapa bilang aku menangis karenamu?! Kaki ku sakit karena terjatuh tadi!"
"Hhhh.. Ya sudah.." Jung Soo mengantar Ah Ra sampai ke rumahnya..
"Terimakasih sudah mengantarku.." ucap Ah Ra kemudian masuk ke rumahnya..
-
"Presdir, boleh aku minta cuti?" ucap Ah Ra di ruangan Presdir Diamond Hotel..
"Cuti? Kenapa?"
"Akhir-akhir ini ada sesuatu yang mengganggu fikiranku.. Aku perlu cuti untuk menenangkan fikiranku.."
"Berapa hari?"
"Kalau diizinkan, aku ingin cuti satu minggu.. Jika tidak, mungkin hanya tiga hari.."
"Apa yang akan kau lakukan selama cuti?"
"Aku akan pergi ke Jeju.."
"Ohhhh.."
"Jadi, bagaimana Presdir?"
"Permintaamu dikabulkan.. Kau boleh cuti satu minggu.."
"Benarkah? Terimakasih banyak, Presdir.."
"Tapi, selesaikan dulu pekerjaanmu.."
"Pasti! Terimakasih banyak.. Permisi.." Ah Ra membungkukkan badan kemudian pergi..
-
"Hari yang indah.." ucap Ah Ra saat dalam perjalanan menuju Glass Hotel di pulau Jeju.. Glass Hotel merupakan salah satu resort milik Diamond Hotel..
"Selamat siang, Manager Yoon.." sapa seorang resepsionis..
"Jangan panggil aku dengan manager.. Aku disini untuk liburan.. Aku sebagai tamu, bukan manager.. Kau mengerti?"
"Baik, Manager Yoon, maksudku Nona Yoon.."
"Kunci kamarku?"
"Silakan.." Ah Ra mengambil kuncinya kemudian berjalan menuju kamarnya..
-
"Presdir, ini laporan pembukaan cabang GDS di Jeju.. Besok adalah hari peresmiannya.. Kau sendiri yang akan datang atau Manager Han yang akan datang kesana?" ucap Young Shin di ruangan Jung Soo..
"Jeju? Aku sendiri yang akan datang karena aku presdirnya.. Siapkan semua yang ku butuhkan.."
"Baik, Presdir.."
Beberapa Jam kemudian, Jung Soo telah sampai di Jeju dan ia akan menginap di Glass Hotel.. Di malam hari, Jung Soo keluar dari kamar menuju ke balkon untuk melihat pemandangan malam..
"Yoon Ah Ra?!" ucap Jung Soo terkejut melihat Ah Ra berada di balkon samping kamarnya..
"Park Jung Soo-ssi? Apa yang kau lakukan disini? Kau mengikutiku?"
"Jangan percaya diri! Aku kemari untuk peresmian GDS Jeju.. Kau sendiri? Untuk apa kau kemari? Kau mengikutiku?"
"Ish! Kau benar-benar! Aku kemari untuk liburan, bukan mengikutimu!"
"Benarkah?"
"Terserah!" Jung Soo pun masuk ke dalam kamarnya.. *tok tok tok!* suara pintu kamar Ah Ra diketuk oleh seseorang.. Ah Ra membukanya..
"Untuk apa kau kemari?"  tanya Ah Ra ketika tau kalau Jung Soo yang mengetuk pintunya..
"Aku lapar, kau punya makanan?"
"Tidak! Kalau kau lapar, pergilah cari makan.. Kenapa kemari?"
"Aku tidak punya teman untuk ku ajak pergi.. Jadi, aku ingin mengajakmu.."
"Aku tidak mau!"
"Ayolah, ku mohon.."
"Park Jung Soo-ssi!"
"Jebal.."
"Hish! Kau sangat menyebalkan! Tunggu disini!" Ah Ra mengambil tas dan ponselnya kemudian kembali pada Jung Soo..
"Kajja.." Jung Soo menggandeng tangan Ah Ra ke restoran..
"Besok, kau temani aku.." ucap Jung Soo di sela-sela makan..
"Untuk apa?"
"Peresmian GDS.. Aku ingin kau ada disana.."
"Kenapa aku harus ada disana?"
"Yoon Ah Ra, ini bisnis.. Kau bilang tidak masalah jika kita masih berhubungan jika dalam bisnis.."
"Hhhhhhh.. Baiklah.."
"Besok, kita pergi bersama.."
"Hmmm.." mereka melanjutkan makan malam..
-
Pukul 8 pagi, Jung Soo dan Ah Ra telah berangkat ke GDS yang letaknya tak jauh dari Glass Hotel.. Beberapa menit kemudian, peresmian GDS telah dilakukan oleh Jung Soo dengan memotong pita.. Saat makan siang pun tiba, Jung Soo mengajak semua rekan kerjanya unuk makan siang bersama begitupun dengan Ah Ra..
"Kenapa kau makan sendiri? Makan sianglah bersamaku!" ajak Jung Soo..
"Untuk apa aku makan bersamamu? Kau bilang kalau aku hanya menemanimu saat peresmian GDS, bukan untuk makan siang!"
"Ayolah!"
"Berhenti memintaku untuk melakukan hal itu! Jangan kaitkan aku dengan bisnismu lagi! Untuk terakhir kali ku minta, jangan muncul di hadapanku.."
"Aku tidak bisa melakukannya.. Aku tidak bisa tidak muncul di hadapanmu.. Aku ingin selalu melihatmu.."
"Kenapa?!"
"Karena.. Aku.. Aku menyukaimu.."
"Apa?!"
"Ya.. Aku menyukaimu.. Itulah kenapa aku ingin selalu melihatmu, bahkan bersamamu.."
"Omong kosong! Lalu bagaimana dengannya? Oh, aku mengerti.. Kau menyukaiku tapi itu hanya sedikit.. Sedikit sekali.. Dan kau sangat sangat menyukainya.. Iya kan?"
"Bukan seperti itu.."
"Kau menyebalkan!" Ah Ra pergi meninggalkan Jung Soo dan Jung Soo mengejarnya..
"Presdir Park! Kau mau kemana? Kita makan bersama!" teriak salah satu rekan kerja Jung Soo yang membuat Jung Soo membatalkan niatnya untuk mengejar Ah Ra..
Ah Ra berjalan menjauhi hotel sambil bergumam..
"Bisa-bisanya dia bilang kalau dia menyukaiku.. Dia kira aku wanita seperti apa? Dia bilang menyukaiku tapi dia masih berhubungan dengan wanita lain.. Apakah maksudnya aku harus menjadi wanita keduanya, begitu? Lebih baik aku tidak memiliki pasangan daripada harus menjadi yang kedua.. Ah persetan dengan semua itu.. Aku tetap tidak mau bersamanya kalau dia masih punya hubungan dengan wanita lain.. Jangan karena waktu itu aku sudah bilang kalau aku menyukainya lalu dia bisa seenaknya begitu.." Ah Ra terus bergumam hinga tak sadar kalau ia telah masuk ke hutan terlalu jauh..
"Tunggu! Dimana aku? Kenapa aku ada disini? Aish! Sial!" Ah Ra kembali untuk keluar dari hutan, namun ia malah masuk semakin jauh.. Ia melihat ponselnya untuk minta bantuan tapi ponselnya tak mendapat sinyal.. Ah Ra terus berjalan dengan memandang ponselnya untuk mendapatkan sinyal.. Tiba-tiba Ah Ra terpeleset dan jatuh ke jurang..
"Aaahhhhh.." rintih Ah Ra.. Ah Ra pun pingsan..
Siang beranjak malam, Ah Ra mulai membuka matanya.. Gelap, Ah Ra masih di dalam hutan..
"Tolong! Apa ada orang?!" teriak Ah Ra..
Di sisi lain, Jung Soo merasa gelisah karena tidak melihat Ah Ra dari tadi siang.. Ia bertanya pada resepsionis apakah Ah Ra sudah meninggalkan hotel namun resepsionis mengatakan kalau Ah Ra belum check out.. Beberapa kali Jung Soo mencoba menelfon Ah Ra tapi tidak bisa karena ponsel Ah Ra tidak mendapat sinyal.. Jung Soo pun meminta bantuan kepada para petugas hotel untuk mencari Ah Ra.. Jung Soo mendengar kabar kalau ada seseorang yang melihat Ah Ra berjalan memasuki hutan.. Jung Soo pun langsung memasuki hutan.. Dia berlari sambil memanggil nama Ah Ra..
"Yoon Ah Ra!!!!" teriak Jung Soo.. Samar-samar Ah Ra mendengar suara teriakan Jung Soo..
"Yoon Ah Ra!!"
"Tolong! Aku disini!!" sahut Ah Ra yang juga didengar oleh Jung Soo..
"Yoon Ah Ra! Kau dimana?!"
"Aku disini!! Tolong!!" tak begitu lama, Jung Soo pun menemukan Ah Ra dengan menyenteri wajah Ah Ra..
"Yoon Ah Ra??" Ah Ra menutup wajahnya sebagian karena silau oleh cahaya senter Jung Soo..
"Yoon Ah Ra? Apa itu kau?"
"Park Jung Soo-ssi?"
"Benar ini kau, sebentar, aku akan turun kesana.." Jung Soo menuruni jurang itu untuk menghampiri Ah Ra..
"Kau baik-baik saja?" tanya Jung Soo..
"Ya, aku baik-baik saja.. Tapi, kakiku sakit.."
"Ayo, kita kembali ke hotel.. Biar ku bantu.." Jung Soo memapah Ah Ra untuk kembali ke hotel dengan sangat hati-hati..
"Kau yakin, kau tidak apa-apa?"  tanya Jung Soo lagi..
"Ya.. Aku.. Aku tidak..." *bruk*
"Yoon Ah Ra!" Ah Ra jatuh pingsan karena dia kehilangan banyak tenaga.. Jung Soo menggoyang-goyangkan badan Ah Ra untuk membangunkannya namun Ah Ra belum sadar juga.. Alhasil, Jung Soo pun menggendong Ah Ra ke hotel kemudian membawanya ke rumah sakit.. Ah Ra masih belum terbangun dari tempat tidurnya namun Jung Soo tetap berada disampingnya.. Beberapa saat kemudian, Ah Ra membuka matanya kemudian bangun..
"Kau sudah bangun? Apa kakimu masih sakit?" tanya Jung Soo khawatir..
"Tidak.."
"Ah Ra.. Soal yang kau katakan tadi siang, bukan seperti itu.. Aku memang menyukaimu.. Bukan menyukaimu sedikit dan sangat menyukai Kang So Ra.. Aku benar-benar menyukaimu.."
"Lalu bagaimana dengannya? Apa kau akan meninggalkannya?"
"Aku tidak tau.. Aku hanya tidak mau menyakitinya untuk yang kedua kalinya.."
"Jadi kau tidak mau menyakitinya? Begitu? Tapi kau sudah menyakiti aku.." Ah Ra turun dari tempat tidurnya..
"Kau mau kemana?"
"Aku mau kembali ke hotel.."
"Kita kembali bersama.."
"Tidak perlu!" Ah Ra berjalan dengan sedikit pincang..
"Auwh!" Ah Ra terjatuh..
"Yoon Ah Ra! Jangan membantah ucapanku!" Jung Soo memapah Ah Ra ke dalam mobil dan kembali ke hotel..
"Istirahatlah.. Jangan pikirkan hal yang tidak perlu dipikirkan.." ucap Jung Soo kemudian mengecup kening Ah Ra dengan pelan kemudian pergi dari hadapan Ah Ra..
-
"Kapan kau akan pulang?" tanya Jung Soo pada Ah Ra yang sedang sarapan..
"Besok.."
"Kalau begitu, besok aku juga akan pulang.."
-
"Bisakah aku minta bantuan?" tanya Ah Ra pada resepsionis hotel..
"Iya, silakan.."
"Bisakah kau memesankan tiket pesawat untukku? Tiket kelas tiga saja.."
"Baiklah.."
"Kenapa tidak beli kelas satu saja?" ucap Jung Soo yang tiba-tiba datang..
"Memangnya kenapa? Bukan urusanmu kan? Jika sudah ada tiketnya, tolong antar ke kamarku.."
"Baik.." Ah Ra pun mulai melangkahkan kakinya..
"Tidak bisakah kita bersama? Atau paling tidak, duduklah bersamaku saat di pesawat.. Tidak bisakah kita seperti itu?!" ucapan Jung Soo membuat Ah Ra menghentikan langkahnya kemudian menoleh..
"Maaf.. Kita tak akan pernah bersama selama kau masih punya hubungan dengan orang lain.."
"Apa kita juga tidak bisa berteman?"
"Berteman? Tentu.. Kita bisa berteman.." Ah Ra menyunggingkan senyuman manisnya kemudian kembali berjalan.. Beberapa saat kemudian, Jung Soo berlari menghampiri Ah Ra kemudian merangkulnya..
"Yak! Apa yang kau lakukan?!" ucap Ah Ra sedikit berteriak..
"Ayo kita jalan-jalan.." Ajak Jung Soo..
"Jalan-jalan? Denganmu? Tidak mau.."
"Ayolah.."
"Kenapa aku harus jalan-jalan denganmu?"
"Karena kita sudah berteman.."
"Sejak kapan kita berteman?" Jung Soo berdiri di depan Ah Ra dan mengulurkan tangan kanannya..
"Sejak hari ini.." Ah Ra hanya memandang Jung Soo penuh tanya.. Tak begitu lama, Ah Ra pun menyalami tangan Jung Soo..
"Baiklah.."
"Ayo pergi.." Jung Soo kembali merangkul Ah Ra menuju mobilnya.. Mereka pergi ke sebuah pantai..
"Pantainya indah.." ucap Ah Ra yang tengah berjalan di tepi pantai bersama Jung Soo yang sedang mengambil gambar.. Sesekali Jung Soo juga mengambil foto Ah Ra..
"Kau memotretku?!" tanya Ah Ra..
"Apa? Memotretmu? Enak saja! Bisa-bisa kameraku rusak.."
"Ish!!"
"Sudah waktunya makan siang, ayo kita pergi!" ajak Jung Soo..
"Tapi, pantainya masih terlihat sangat indah.."
"Pantai ini akan selalu terlihat indah.."
"Tunggulah sebentar lagi.."
"Kau tidak mau pergi? Ya sudah, aku sudah lapar.." Jung Soo mulai berjalan meninggalkan Ah Ra..
"Yak! Tunggu!" Ah Ra pun menyusul Jung Soo.. Setelah makan siang, mereka mengunjungi tempat-tempat menarik hingga malam setelah itu kembali ke hotel..
"Kenapa kau ikut kemari?" tanya Ah Ra pada Jung Soo yang iku masuk ke kamar Ah Ra..
"Memangnya tidak boleh? Aku sudah mengajakmu jalan-jalan, makan, dan pergi ke tempat yang bagus.. Jadi setidaknya, berikan aku minum.."
"Ish.. Tunggu disana.." Ah Ra mengambil minum kemudian memberikannya pada Jung Soo..
"Terimakasih.." Ah Ra hanya membalas dengan senyuman.. Ah Ra juga mulai membereskan pakaiannya..
"Kau tidak membereskan barangmu? Kau juga akan pulang besok kan?" tanya Ah Ra sambil membereskan baju..
"Emm.. Aku tidak bisa membereskan barangku, jadi kau saja yang bereskan ya? Kau kan temanku.."
"Enak saja katamu! Itu kan barangmu, jadi bereskan sendiri!"
"Ish!"
"Aku mau mandi dulu, kau kembalilah ke kamarmu.." Ah Ra masuk ke kamar mandinya.. Jung Soo berpikir bagaimana cara agar Ah Ra bisa duduk bersamanya saat di dalam pesawat.. Jung Soo pun mulai mencari tiket Ah Ra.. Tak begitu lama, iapun menemukan tiket di tas Ah Ra.. Jung Soo berdiri di depan pintu kamar mandi..
"Baiklah kalau kau tidak mau membereskan barangku, aku akan membereskannya sendiri.. Aku ke kamarku dulu, nanti kita makan malam bersama.."
"Baiklah!" jawab Ah Ra dari dalam kamar mandi.. Jung Soo kembali ke kamarnya dengan senyuman evilnya..
-
Keesokan harinya, Ah Ra dan Jung Soo pergi ke bandara bersama.. Saat akan menunjukan tiket kepada petugas bandara, Ah Ra terkejut karena tak ada tiket di tasnya..
"Ada apa?" tanya Jung Soo dari belakang Ah Ra..
"Tiketku.. Tidak ada.."
"Carilah lebih teliti.."
"Sudah ku cari, tapi tetap tidak ada.."
"Hhhhhhhhh.. Kalau begitu, kau harus duduk bersamaku.." Jung Soo memberikan salah satu tiketnya pada Ah Ra..
"Tidak perlu.. Aku akan beli tiket lagi.."
"Maaf, Nona, pesawat akan segera berangkat, Anda akan ketinggalan jika beli tiket lagi.." ucap petugas bandara..
"Kau dengar itu? Ambillah!" Ah Ra mengambil tiket di tangan Jung Soo kemudian memberikannya kepada petugas bandara..
"Yeoja pintar.." ucap Jung Soo yang telah duduk di samping Ah Ra.. Ah Ra hanya menatap Jung Soo dengan tajam.. Bebera jam kemudian, mereka telah sampai di bandara..
"Oppa!" teriak Kang Sora saat Jung Soo dan Ah Ra keluar dari bandara..
"Kenapa kau disini? Bukankah aku meminta Young Shin untuk menjemputku?" tanya Jung Soo..
"Memang, tapi aku menyuruh Young Shin untuk tetap bekerja dan aku yang menjemputmu.. Kalian pulang bersama?" tanya Sora..
"I.."
"Tidak.. Kebetulan tadi kami bertemu di bandara.." jawab Ah Ra memotong ucapan Jung Soo.. Ah Ra dan Jung Soo saling bertatapan tajam..
"Kalau begitu, aku pulang dulu.."
"Kau tidak pulang bersama kami?" tanya Jung Soo..
"Tidak perlu.. Aku bisa pulang naik taksi.."
"Benarkah? Jadi kau tidak membutuhkan ini lagi?" Jung Soo menunjukan paspor di tangannya..
"Pasporku?" Ah Ra menggeledah tas yang ia bawa..
"Bagaimana pasporku ada padamu?"
"Bagaimana ya? Kau tak perlu tau.. Masuk ke mobil dan akan ku kembalikan paspormu.."
"Park Jung Soo-ssi!"
"Tidak apa-apa kalau kau tidak mau.." Jung Soo masuk ke mobilnya..
"Tunggu! Aku ikut!" Ah Ra juga masuk ke mobil Jung Soo.. Jung Soo pun menjalankan mobilnya dengan senyum kemenangan.. Beberapa saat kemudian, mereka telah sampai di rumah Ah Ra..
"Terimakasih sudah mengantarku.. Sekarang berikan pasporku.." ucap Ah Ra..
"Sepertinya, kau harus mengambilnya sendiri.. Sampai jumpa.." Jung Soo melajukan mobilnya..
"Yak! Park Jung Soo!!" teriak Ah Ra dengan kesal..
"Apa benar kalian hanya bertemu di bandara?" tanya Sora..
"Dia bilang begitu kan? Jadi iya.."
"Kenapa kau mengambil paspornya?"
"Karena aku suka melihat wajah kesalnya.. Dia sangat lucu.."
-
"Oppa, pemandangan malam ini sangat indah kan?" ucap Sora.. Saat ini ia sedang bersama Jung Soo di Sungai Han..
"Ya, pemandangannya memang sangat indah.."
"Oppa, aku ingin kita segera meni.."
"Sora.."
"Iya.."
"Keluarlah dari Diamond Hotel.."
"Apa? Kenapa? Apa aku akan tinggal di rumahmu?"
"Bukan itu maksudku.. Keluarlah dari Diamond Hotel dan kembalilah ke Amerika.."
"Oppa.."
"Kau akan hidup jauh lebih baik jika berada disana.."
"Kenapa kau memintaku untuk pergi? Apa kau sudah tidak mencintai aku?"
"Dengar, Sora.. Aku tidak bisa bersamamu lagi.. Aku menyukai orang lain.."
"Siapa? Siapa dia? Apakah dia.. Yoon Ah Ra?" Jung Soo hanya diam mendengar pertanyaan So Ra..
"Oppa, jawab aku.. Apakah dia Yoon Ah Ra? Kau tidak benar-benar menyukainya kan? Kau hanya goyah, Oppa.. Kau hanya goyah karena aku tidak berada di sampingmu.."
"Tidak, Sora.. Aku tidak hanya goyah.. Aku memang menyukai Yoon Ah Ra.."
"Aku tidak percaya padamu.." seketika, Sora mencium bibir Jung Soo.. Tanpa mereka sadari, Ah Ra melihat kejadian itu.. Air mata Ah Ra pun menetes ke pipinya, kemudian dengan menahan sakit hatinya, Ah Ra pergi dari tempat itu..
-
Di sebuah club, Ah Ra tengah meminum birnya.. Ia terlihat sangat mabuk.. Dari mulutnya keluar kata-kata makian yang menggambarkan kalau ia sedang sakit hati..
"Dasar penipu! Dia bilang dia menyukaiku.. Tapi dia malah berciuman dengan wanita lain.. Laki-laki penipu.." Ah Ra mengambil ponselnya dan menelfon Jung Soo..
"Halo, Yoon Ah Ra.."
"Hey kau! Dasar penipu!"
"Apa yang kau katakan, Ah Ra?"
"Dasar penipu.. Laki-laki semuanya penipu.."
"Kau mabuk? Kau dimana sekarang?"
"Dasar penipu!" Ah Ra mengakhiri telfonnya.. Jung Soo pun bingung dengan sikap Ah Ra.. Ia melacak keberadaan Ah Ra dengan ponselnya.. Setelah ia mendapatkan lokasi Ah Ra, ia segera pergi ke tempat Ah Ra.. Beberap menit kemudian, Jung Soo telah sampai di tempat Ah Ra..
"Yoon Ah Ra, kau sedang apa disini?"
"Haha.. Kau datang kesini.. Untuk apa kau datang? Dasar penipu.."
"Apa yang kau lakukan disini?"
"Bukan urusanmu kan?"
"Ayo kita pulang.."
"Aku tidak mau.. Aku tidak mau bertemu ayah dalam keadaan begini.."
"Kenapa kau mabuk?"
"Karena kau mencium wanita itu.." Jung Soo terkejut mendengar pernyataan Ah Ra..
"Ah Ra, ayo kita pulang.."
"Aku tidak mau.."
"Ayo.." Jung Soo memapah Ah Ra keluar dari club..
"Taksi!" teriak Ah Ra..
"Kenapa kau panggil taksi? Aku bawa mobil.."
"Aku tidak mau naik mobilmu.." Ah Ra pun masuk ke dalam taksi dan diikuti oleh Jung Soo..
"Kita akan kemana, Tuan?" tanya supir taksi..
"Taman bunga peoni.." jawab Jung Soo..
"Tidak! Aku punya pacar.. Kita ke rumah pacarku.. Pacar palsuku.. Hehe.." Ah Ra pun tak sadarkan diri..
"Jadi, kita akan kemana, Tuan?" tanya supir taksi lagi..
-
Jung Soo menidurkan Ah Ra di dalam kamarnya.. Keadaan Ah Ra terlihat sangat buruk.. Saat di club, ia menghabiskan beberapa botol bir dengan kadar alkohol tinggi.. Jung Soo melepas sepatu dan blazer Ah Ra..
"Jadi, tadi kau melihatku dan Sora di Sungai Han? Kenapa kau harus melihatku? Kau cemburu hingga seperti ini? Dasar Yoon Ah Ra bodoh.. Sudah ku bilang kan kalau aku menyukaimu.. Kau masih tidak percaya padaku? Dasar bodoh.." ucap Jung Soo kemudian menyelimuti tubuh Ah Ra..
"Istirahatlah, Yoon  Ah Ra.. Aku mencintaimu.." Jung Soo mencium kening Ah Ra kemudian meninggalkannya..
-
Cahaya matahari pagi yang menelusup melalui jendela mampu membangunkan Ah Ra dari tidurnya.. Perlahan, Ah Ra membuka matanya..
"Aigoo, dimana aku?" Ah Ra memandangi kamar itu dengan kedua matanya.. Ia merasa kalau ia mengenal ruangan itu.. Ya, dia ingat sekarang.. Itu adalah kamar Jung Soo.. Kamar yang mengingatkannya pada saat ia mengantar Jung Soo pulang dari club saat mabuk..
"Astaga! Kenapa aku disini? Apa yang ku lakukan?" ia kembali mengingat kejadian semalam.. Kejadian semalam saat ia mabuk berat di club hingga ia berada di kamar Jung Soo..
"Aish! Kenapa aku disini?" Ah Ra kembali memakai blazer dan sepatunya kemudian keluar dari kamar..
"Sudah bangun, Nona Yoon?" ucap Jung Soo mengejutkan Ah Ra dari arah dapur.. Ah Ra hanya terkekeh pelan dengan rasa malu untuk menatap Jung Soo yang ada di belakangnya..
"Emhh.. Aku.. Pulang dulu.."
"Kau mau pulang? Setelah apa yang kau lakukan semalam?"
"Semalam? Memangnya apa yang ku lakukan?"
"Kau tidak ingat? Kau melupakannya?"
"Memangnya ada apa?"
"Hhhhhh.. Kau melupakannya setelah kau melakukannya.. Ya sudah, silahkan kalau kau mau pulang.." Jung Soo berbalik kembali ke dapur dengan senyuman evilnya.. Untuk ku sekian kalinya ia merasa senang melihat ekspresi Ah Ra..
"Yak! Katakan padaku!" Ah Ra menyusul Jung Soo ke dapur untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaannya.. Benarkah Ah Ra dan Jung Soo melakukan sesuatu tadi malam?
"Park Jung Soo-ssi! Katakan padaku.."
"Sudahlah, lupakan saja.." Jung Soo membuka pintu kecil di kulkasnya kemudian mengambil sebotol air mineral..
"Pulanglah, kau bilang kau mau pulang kan?"
"Aku tidak akan pulang sebelum kau mengatakannya.."
"Tadi malam..." Jung Soo menggantung ucapannya.. Ah Ra mendengarkan ucapan Jung Soo dengan sangat serius.. Matanya membulat menandakan keseriusannya..
"Semalam.. Tidak terjadi apa-apa.." lanjutnya..
"Apa?!" wajah serius Ah Ra berubah menjadi wajah kesal setelah mendengar ucapan Jung Soo bahwa semalam tak terjadi apa-apa..
"Kau ini benar-benar!!" Ah Ra memukul lengan Jung Soo berkali-kali..
"Yak! Hentikan!" Jung Soo menghindar namun Ah Ra tetap mengejarnya.. Aksi kejar-kejaran pun terjadi diantara mereka.. Hingga Jung Soo memasuki kamarnya dan menjatuhkan diri di ranjang.. Melihat Jung Soo yang menjatuhkan diri di ranjang, Ah Ra mencoba menahan langkahnya namun terlambat.. Ia terjatuh diatas tubuh Jung Soo.. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Jung Soo memeluk pinggang Ah Ra dengan erat..
"Yak! Lepaskan pinggangku, Tuan Park!"
"Kalau aku tidak mau?"
"Aahhh.. Lepaskan aku.." bukannya melepaskan Ah Ra dari dekapannya, Jung Soo membalikkan posisinya hingga ia menindih Ah Ra..
"Park Jung Soo! Apa yang kau lakukan?!"
"Kau cemburu?" tanya Jung Soo dengan menatap mata Ah Ra..
"Cemburu? Kenapa?"
"Karena kejadian semalam di Sungai Han.." ucapan Jung Soo membuat Ah Ra diam.. Ia mengingat kembali kejadian di Sungai Han saat Jung Soo berciuman dengan Sora.. Ia memalingkan pandangannya dari wajah Jung Soo..
"Kau cemburu?"
"Tidak!"
"Kau tidak percaya padaku?"
"Memangnya kau siapa hingga aku harus percaya padamu?! Sekarang lepaskan aku.." Jung Soo bangkit dari tubuh Ah Ra dan membiarkannya berdiri.. Ketika Ah Ra melangkahkan kakinya, Jung Soo menggenggam pergelangan tangan Ah Ra kemudian memeluknya dari belakang..
"Jangan pergi.. Ku mohon.."
"Park Jung Soo-ssi.."
"Jangan pergi, Yoon Ah Ra.. Maaf soal kejadian semalam.. Bukan aku yang melakukannya.."
"Tapi kau tidak menolaknya kan?"
"Aku.. Aku minta maaf.. Ku mohon maafkan aku.."
"Lepaskan aku! Kau penipu!" Jung Soo membalikkan badan Ah Ra kemudian memeluknya dengan erat tanpa mempedulikan Ah Ra bisa bernafas atau tidak..
"Yoon Ah Ra, aku mencintaimu.. Aku sangat mencintaimu.."
"Kau bohong.. Kau pembohong Park Jung Soo!" Jung Soo merenggangkan pelukannya.. Menatap Ah Ra yang tertunduk di hadapannya.. Ia mengangkat wajah Ah Ra untuk menatapnya..
“Lihat aku.. Apakah kau menemukan kebohongan? Katakan! Aku sangat mencintaimu, Yoon Ah Ra.." sedetik kemudian Jung Soo mencium bibir Ah Ra.. Jung Soo ingin menyampaikan melalui ciumannya kalau ia sangat mencintai Ah Ra.. Tak begitu lama, Jung Soo melepas tautan bibirnya.. Ia memandang mata Ah Ra..
"Saranghae, Yoon Ah Ra.."
"Nado saranghae, Park Jung Soo-ssi.." kali ini, giliran Ah Ra yang mencium Jung Soo.. Sedikit mengejutkan Jung Soo, namun senyuman mengembang di bibir Jung Soo.. Ia membalas ciuman yang diberikan oleh Ah Ra.. Perlahan, tangan Ah Ra telah menggantung di leher Jung Soo dan tangan Jung Soo telah melingkar di pinggang Ah Ra dengan menekan pinggang Ah Ra untuk memperdalam ciuman mereka.. Beberapa saat kemudian, ciuman mereka pun terhenti.. Semburat warna merah terlihat kontras dengan pipi putih Ah Ra..
"Kenapa pipimu merah?" tanya Jung Soo..
"Apa? Merah? Tidak.." Sebuah senyuman manis mengembang di bibir Jung Soo.. Ia kembali menarik Ah Ra ke dalam pelukan hangatnya.. Baginya, ini adalah hari terindah dalam hidupnya..
"Saranghaeyo, Yoon Ah Ra.."
"Arasseo.. Jangan dekati wanita lain.."
"Baik, Nyonya Park.." Jung Soo melepas pelukannya karena ponselnya berbunyi..
"Tunggu sebentar.." Jung Soo mengambil ponselnya, melihat nama yang ada di layar ponsel.. Lee Young Shin, sekertarisnya yang mengganggu pelukan hangatnya dengan Ah Ra..
"Ada apa?"
"Cepat datanglah ke kantor!"
"Memangnya ada apa?"
"Presdir Xiao sedang menunggumu.. Dia akan membatalkan kontrak kalau kau tidak datang.."
"Baik, aku segera kesana.. Cegah dia agar tidak pergi.."
"Baik, presdir!"
"Ada apa?" tanya Ah Ra..
"Aku akan ke kantor.. Kau jangan pergi kemana-mana.. Aku hanya sebentar.."
"Tidak, aku pergi saja.. Lagipula, aku tidak enak jika harus berada disini.."
"Merasa tidak enak dengan siapa? Disini tidak ada orang.."
"Tapi.."
"Tunggu aku pulang, arra?" Ah Ra hanya mengangguk.. Jung Soo mengecup kening Ah Ra kemudian mengusap puncak kepalanya dengan lembut..
"Aku pergi.. Sampai jumpa nanti.." Jung Soo menyunggingkan senyumannya dan dibalas oleh Ah Ra.. Ah Ra dan Jung Soo bertingkah layaknya suami istri.. Jung Soo yang pergi ke kantor dan Ah Ra menunggunya pulang.. Selang satu jam kemudian, bel pintu berbunyi.. Ah Ra berlari ke pintu untuk membukanya..
"Park Jung.." Ah Ra menghentikan ucapannya setelah tau kalau bukan Jung Soo yang memencet bel..
"Kang Sora-ssi?"
"Sedang apa kau disini?"
"Aku.. Emhh.." tanpa dipersilakan, Sora langsung masuk ke rumah Jung Soo dan langsung duduk di sofa..
"Park Jung Soo.. Dia sedang di kantor.." ucap Ah Ra yang juga duduk di sofa..
"Oh ya? Ya sudah tidak apa-apa.. Tidak bisa bertemu dengan Jung Soo Oppa, tapi aku bisa bertemu denganmu.."
"Bertemu denganku? Kenapa?"
"Aku ingin mengatakan kalau aku dan Jung Soo Oppa akan segera menikah.." ucapan Sora membuat Ah Ra seolah-olah dijatuhkan dari atas gedung yang tinggi..
"Menikah?"
"Iya.. Aku tau, mungkin saat ini dia bilang menyukaimu.. Tapi itu semua karena dia goyah.. Kau tau kan, aku sudah lama tidak berada di sampingnya.. Jadi, mungkin kau hanya pelariannya saja.. Aku cinta pertamanya, dan dia juga cinta pertamaku.. Jadi, sangat tidak mungkin jika dia berpaling dariku.."
"Arayo.."
"Kalau begitu, aku pergi.." Sora pergi meninggalkan rumah Jung Soo dengan senyum kemenangan mengembang di wajahnya..
"Apa katanya? Segera menikah?" Ah Ra mengambil ponselnya dan menelfon Jung Soo..
"Yoboseyo?" ucap Jung Soo dengan lembut..
"Park Jung Soo-ssi! Baru tadi pagi kau bilang kalau kau mencintaiku, tapi kau akan segera menikah dengan wanita lain! Apa maumu?!"
"Apa? Menikah? Siapa yang mengatakan itu padamu? Siapa yang akan menikah? Kalaupun aku akan menikah, aku akan menikah denganmu!"
"Aahhhhh terserah kau saja!" Ah Ra memutuskan panggilannya..
"Yoboseyo?! Ish!" Jung Soo kembali teringat dengan pekerjaannya..
"Emh.. Maaf.. Mari kita lanjutkan, sampai dimana kita tadi?"
-
Setelah pertemuannya dengan Presdir Xiao selesai, Jung Soo segera kembali ke rumahnya.. Syukurlah Ah Ra masih ada di rumahnya dan saat ini sedang membuat makan siang..
"Selamat siang, Nyonya Park.." ucap Jung Soo memeluk Ah Ra dari belakang..
"Yak! Lepaskan! Kau tidak lihat aku sedang memasak?"
"Baiklah.."
"Kenapa kau pulang? Belum saatnya pulang kan?"
"Memang.. Tapi aku merindukanmu.."
"Ish kau berlebihan.."
"Siapa yang berlebihan? Aku memang merindukanmu.. Emm, kau sedang memasak apa?"
"Tteokbokki.."
"Memangnya kau bisa memasak?"
"Jangan banyak tanya.." beberapa saat kemudian, masakan Ah Ra sudah siap di atas meja..
"Apa ini enak?" tanya Jung Soo memastikan..
"Jangan banyak tanya dan makan saja.."
"Baiklah.." Jung Soo mencoba sesuap makanan yang dimasak oleh Ah Ra..
"Eotte?"
"Enak.. Sangat enak.. Waahhh kau memang calon istri idaman.."
"Ish kau ini!" untuk pertama kalinya, mereka makan siang bersama dengan perasaan saling mencintai.. Setelah mereka selesai makan siang, mereka berbincang di sofa..
"Siapa yang mengatakan padamu kalau aku akan menikah dengan wanita lain?" tanya Jung Soo..
"Kang Sora.. Tadi dia kesini untuk mencarimu.. Dan dia bilang kalau kalian akan segera menikah.."
"Itu tidak benar.."
"Kau cinta pertamanya, dia juga cinta pertamamu.. Aku merasa saat ini aku sangat jahat.."
"Tidak, kau tidak jahat.. Aku mencintaimu.. Bukan salahmu  ataupun salahku jika kita saling mencintai.."
"Entahah.. Aku hanya merasa kalau.."
"Yoon Ah Ra! Apa kau akan berubah pikiran?"
"Tidak.."
"Ayo kita pergi.."
"Kemana?
"Kemanapun, asal aku bisa bahagia bersamamu.."
"Baiklah.." Jung Soo menggandeng pergelangan tangan Ah Ra memasuki mobilnya.. Mereka pergi ke tempat bermain.. Mereka juga pergi ke Dongdaemun dimana mereka membeli berbagai macam barang unik yang mereka suka.. Bisa dibilang, mereka sedang berkencan.. Tak cukup di Dongdaemun, mereka pergi ke Gangnam dan tempat-tempat yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya.. Setelah mereka lelah, mereka pergi ke bioskop untuk menonton film yang baru saja di release.. Terakhir, mereka pergi ke Namsan Tower..
"Park Jung Soo-ssi, terimakasih untuk hari ini.. Aku sangat senang.."
"Asal kau senang, aku akan melakukan apapun untukmu.. Ini belum seberapa.."
"Gomawo.." Ah Ra memeluk Jung Soo, ia menenggelamkan kepalanya di dada bidang Jung Soo..
"Kapan aku bisa bertemu ayahmu?" celetuk Jung Soo membuat Ah Ra melepas pelukannya..
"Apa? Bertemu ayahku?"
"Iya.. Kapan?"
"Emhhhh.. Entahlah, aku belum memikirkan hal itu.."
"Baiklah.."
-
"Sudah ku bilang untuk keluar dari hotel dan kembali ke Amerika kan? Kenapa kau masih disini?" tanya Jung Soo pada Sora yang ada di depannya.. Saat ini mereka sedang berada di sebuah kafe..
"Aku tidak akan pergi karena aku merasa kau hanya goyah.. Kau tidak benar-benar mencintai Yoon Ah Ra.. Kau hanya mencintai aku.."
"Aku memang mencintaimu.. Tapi itu dulu, bukan sekarang.. Saat ini, hatiku hanya milik Yoon Ah Ra, bukan milikmu.."
"Tidak! Hatiku masih milikmu.. Hatiku masih sama seperti sepuluh tahun tahun lalu.. Bagaimana bisa hatimu berpaling dariku, Oppa?"
"Maaf, Sora.. Kalaupun kita bersama, orangtua ku tak kan pernah menyetujuinya.. Aku tidak akan pernah menentang ibuku.. Jadi, kembalilah ke Amerika dan temukan laki-laki yang baik disana.."
"Kau jahat!"
"Ya, aku memang jahat.. Lebih baik aku terlihat jahat di matamu.. Itu akan lebih mempermudah kau untuk membenciku.. Untuk terakhir kalinya aku minta, kembalilah ke Amerika.." Jung Soo bangkit kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan Sora yang masih duduk disana..
-
*tok tok tok!* terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah Yoon Ah Ra..
"Siapa?!" teriak Ah Ra dari dalam sambil berjalan menuju pintu.. Dibukanya pintu itu dan terlihat seorang pria tampan ada dibalik pintu berwarna putih itu..
"Park Jung Soo-ssi?! Sedang apa kau disini?"
"Aku ingin bertemu ayahmu.. Dia ada di rumah kan?"
"Untuk apa?"
"Siapa yang datang, Ah Ra-ya?" tanya ayah Ah Ra yang keluar dari dalam..
"Ah, annyeong haseyo Ahjussi.." sapa Jung Soo kemudian membungkukkan badan sambil tersenyum manis.. Jung Soo, Ah Ra dan ayahnya telah duduk di sofa..
"Kau presdir GDS kan?" tanya Ayah Ah Ra..
"Iya, Ahjussi.."
"Kenapa kau datang kemari?"
"Aku ingin bilang kalau aku menyukai putri Anda, dan suatu hari nanti aku ingin menikahinya.."
"Jadi kau ingin menikahinya.. Katakan, saat pertama kali kau mengenal putriku, bagaimana pendapatmu?"
"Saat pertama bertemu.." Jung Soo mengingat saat pertama kali bertemu dengan Ah Ra.. Ya, pertemuan di club malam saat Jung Soo sedang mabuk berat..
"Saat pertama kali bertemu dengannya, menurutku dia sangat baik.." perbincangan Jung Soo dan Ayah Ah Ra berlangsung dengan lancar dan santai.. Namun berbeda dengan Ah Ra, ia bertingkah layaknya seorang pencuri yang akan ditangkap oleh polisi.. Ia gugup dan jantungnya berdegup sangat kencang.. Ia takut kalau Jung Soo salah bicara dan ia khawatir kalau ayahnya melarangnya untuk menjalin hubungan dengan Jung Soo.. Namun ketakutan dan kekhawatiran Ah Ra tidak terjadi karena ayahnya menyetujui hubungannya dengan Jung Soo..
-
Sebuah mobil putih tanpa atap terparkir di depan rumah Ah Ra.. Disampingnya, berdiri seorang pria berkacamata hitam dengan jas putih dan celana berwarna biru tua..
"Sudah lama menunggu?" tanya Ah Ra yang baru keluar dari rumahnya..
"Tidak terlalu lama.." jawab Jung Soo.. Sebuah senyuman manis mengembang  di wajah mereka.. Jung Soo membuka pintu mobil untuk Ah Ra kemudian ia masuk ke mobilnya dan menjalankannya.. Beberapa menit kemudian, mereka telah sampai di sebuah rumah mewah berwarna putih dan gold.. Ah Ra mengenal rumah itu, ya, rumah itu adalah rumah milik Nyonya Park, Ibu dari Park Jung Soo..
"Kenapa kita kemari?" tanya Ah Ra..
"Seperti yang ku lakukan pada ayahmu, aku juga akan melakukan hal yang sama pada ibuku.. Aku akan minta restunya untuk menikah denganmu.." Ah Ra tersenyum manis.. Dengan menautkan tangannya di lengan Jung Soo, ia memasuki rumah itu bersama dengan Jung Soo.. Dress putih selutut dengan balutan blazer biru tua dan asesoris di lehernya serta sepatu dengan warna sama dengan blazernya membuat Ah Ra terlihat anggun..
"Annyeong haseyo, Ahjumma.." sapa Ah Ra..
"Yoon Ah Ra?" Ibu Jung Soo menghampiri Ah Ra dan langsung memeluknya..
"Ah Ra-ya, aku merindukanmu.."
"Nado, Ahjumma.. Bagaimana kabar Ahjumma? Ahjumma makan dengan baik kan?" ucap Ah Ra sambil melepas pelukannya..
"Akhir-akhir ini aku agak kurang sehat karena anak ini tidak menuruti ucapanku.. Dia selalu saja menemui wanita itu!" ucap Ibu Jung Soo sambil melirik Jung Soo dengan tajam..
"Aish! Kenapa harus aku yang jadi alasanmu, Eomma?" protes Jung Soo..
"Karena itu semua memang karena kau! Tapi sekarang, aku akan makan dan hidup dengan baik karena aku tau kalau kau akan menikahi Yoon Ah Ra kan?"
"Darimana Eomma tau? Aku belum mengatakannya pada Eomma kan?"
"Aku ini ibumu, aku tau apapun sebelum kau mengatakannya.."
"Eomma memang yang terbaik.."
"Aku tau itu.." obrolan mereka semakin menarik dan menyenangkan.. Baru kali ini Jung Soo melihat ibunya sangat bahagia karea wanita yang ia cintai.. Ia bahagia.. Dia merasa kalau dia tidak salah memberikan hati kepada Ah Ra.. Setelah dari rumah ibu Jung Soo, Ah Ra dan Jung Soo pergi ke rumah Jung Soo.. Ia bilang kalau ia punya sebuah kejutan untuk Ah Ra..
"Apa kejutannya? Cepat berikan!" ucap Ah Ra tak sabar..
"Bersabarlah.. Ayo ikut aku.." Jung Soo merangkul pundak Ah Ra dengan mesra menuju dapur.. Ia mendudukkan Ah Ra di sebuah kursi..
"Ada apa ini?" tanya Ah Ra..
"Kau duduk saja disini.. Dan jangan kemana-mana.." Jung Soo menuju kitchen set nya untuk menyiapkan peralatan dan bahan.. Dari yang dilakukannya, terlihat ia ingin memasak sesuatu.. Saat ia sibuk menyiapkannya, ponselnya berbunyi tanda SMS masuk..
"Jung Soo-ssi, ponselmu berbunyi.." ucap Ah Ra yang melihat ponsel Jung Soo berada di sampingnya..
"Buka saja, dan baca isi pesannya.."
"Baiklah.." Ah Ra mengambil ponsel itu, membuka lockscreen dan membaca pesan masuk.. Pesan dari Kang Sora..
"Oppa, sesuai permintaanmu, besok aku akan kembali ke Amerika.. Malam ini ku mohon temui aku di Namsan Tower.." isi pesan itu..
"Dari siapa, sayang?" tanya Jung Soo..
"Dari Kang Sora.. Dia bilang kalau besok dia akan pergi ke Amerika dan dia memintamu untuk menemuinya malam ini di Namsan Tower.."
"Ouhhh.."
"Kau mau menemuinya?"
"Tidak.."
"Kenapa? Temui saja.. Dia sebentar lagi akan pergi kan?"
"Ku bilang tidak, ya tidak.. Kau jangan protes.."
"Tapi..."
"Ssstttt.. Sebelum aku berkata, aku akan memasak sesuatu untukmu.." ucap Jung Soo yang mulai memasak..
"Apa itu??"
"Hampir selesai silahkan tutup matamu.."
"Baiklah.." Ah Ra menutup matanya.. Beberapa menit kemudian, Jung Soo pun selesai memasak..
"Ini sangat panas.. Silakan buka matamu.." perintah Jung Soo dan Ah Ra pun menurutinya..
"Ini ramen.. Terlihat tidak enak? Kau kecewa karena aku hanya membuat ramen?" tanya Jung Soo yang membuat Ah Ra  bingung..
"Ramen adalah makanan yang satu-satunya bisa aku buat dengan baik, tapi kau tahu suatu hal yang dapat aku lakukan dengan sangat baik? Yaitu adalah dengan aku mencintaimu.."
"Park Jung Soo-ssi.."
"Yoon Ah Ra.. Aku mencintaimu.. Maukah kau menemani aku disaat susah ataupun senang, disaat sakit ataupun sehat, disaat miskin ataupun kaya, disaat suka ataupun duka?? Yoon Ah Ra.. Maukah kau menjadi istri dan ibu bagi anak-anakku nanti??" tanya Jung Soo.. Tanpa sadar, Ah Ra menitihkan air matanya karena terharu..
"Iya.. Aku mau.." seketika, Jung Soo langsung memeluk Ah Ra dengan erat..
"Apa ini lamaranmu??" tanya Ah Ra..
"Emmmmm.. Bisa dibilang begitu.." jawab Jung Soo.. Jung Soo pun melepaskan pelukannya perlahan.. Dia mengeluarkan sebuah kotak kristal dari dalam jas putihnya.. Meletakkannya di depan Ah Ra kemudian membukanya..
"Kalung?? Untuk apa??" tanya Ah Ra..
"Biasanya, namja akan memberikan cincin ketika melamar yeoja.. Tapi karena aku pernah memberikan cincin pada orang lain, jadi aku memberikan kalung ini untukmu.." Jung Soo mengambil kalung itu dari tempatnya..
"Biar ku pakaikan.." Ah Ra menyibakkan rambutnya dan Jung Soo memakaikan kalung dari depan.. Jarak diantara mereka cukup dekat.. Bahkan sangat dekat.. Ah Ra menatap mata Jung Soo dalam.. Kejujuran dan ketulusan tersirat dari kedua mata Jung Soo.. Cup~ Ah Ra mengecup bibir Jung Soo singkat.. Jung Soo terseyum.. Sedetik kemudian, Jung Soo mencium bibir Ah Ra dengan penuh cinta..
-
Karena semalam Jung Soo tidak menemui Sora, maka sebagai gantinya, Jung Soo datang ke bandara untuk mengantar Sora.. Namun ia tidak sendirian.. Seorang wanita cantik telah digandeng tangannya dengan mesra.. Siapa lagi kalau bukan Yoon Ah Ra..
"Maaf, semalam aku tidak bisa datang.. Aku ada urusan yang sangat penting.." ucap Jung Soo..
"Tidak apa-apa, aku mengerti.." sahut Ah Ra..
"Tidak lama lagi kami akan menikah, jika kau ada waktu, datanglah ke pernikahan kami.. Aku akan mengirim undangan untukmu.."
"Baik, Oppa.. Semoga kalian bahagia.. Aku pergi sekarang.." Sora berbalik dan melangkahkan kakinya untuk boarding pass.. Kesedihan yang disembuyikan terlihat jelas di wajahnya.. Namun ia tak bisa memaksa Jung Soo untuk kembali padanya..
-
Setelah mengantar Sora, Jung Soo dan Ah Ra pergi ke sebuah pantai.. Mereka duduk di sebuah batu yang cukup besar..
"Yoon Ah Ra.." Panggil Jung Soo mesra..
"Iya.."
"Saranghae.." seketika Jung Soo menarik Ah Ra ke pelukannya kemudian menciumnya..
~The End~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar