Ah Ra
terkejut mendengar suara Jung Soo dari belakang.. Ah Ra pun berjalan menuju
ruangannya, namun Jung Soo memegang tangannya..
"Kau
mau kemana? Ikut aku!" Jung Soo menarik tangan Ah Ra dengan paksa..
"Yak!
Lepaskan tanganku!" Ah Ra mencoba melepaskan genggaman tangan Jung Soo
tapi tak bisa.. Jung Soo membawa Ah Ra ke samping hotel..
"Untuk
apa kau membawaku kemari? Aku masih punya banyak pekerjaan.." ucap Ah Ra
yang hendak pergi tapi Jung Soo kembali menahannya..
"Aku
perlu bicara denganmu.."
"Bicara
apalagi, Tuan Park?"
"Wajahmu
pucat, apa kau sakit?"
"Bukan
urusanmu!"
"Baiklah..
Yoon Ah Ra, kontrak kita..."
"Sudah
berakhir!"
"Bagaimana
kau bisa bilang begitu?"
"Kau
sudah punya wanita yang kau cintai kan? Jadi untuk apa dilanjutkan?! Kau bisa
bilang pada Komisaris Park kalau kau akan menikahinya.."
"Aku
tidak bisa melakukannya.."
"Itu
bukan urusanku.." Ah Ra pun berpaling..
"Yoon
Ah Ra! Nona Yoon Ah Ra!!"
"Apa
lagi? Oh iya, aku mengerti.. Kau masih ingin melanjutkan kontrak itu agar harga
sahammu tetap naik kan? Tidak masalah kalau kau menginginkannya.. Kau bisa
mengatakan pada rekan bisnismu kalau kita pacaran, tapi jangan pernah
menghubungi ataupun menemuiku lagi.. Terimakasih untuk semuanya.." Ah Ra
mengulurkan tangannya untuk bersalaman namun Jung Soo tak menyambutnya.. Ah Ra
pun pergi meninggalkan Jung Soo..
"Yoon
Ah Ra! Yoon Ah Ra!" Jung Soo memanggil Ah Ra namun Ah Ra sama sekali tidak
mempedulikannya..
***
"Kenapa kau tinggal disini?" tanya Jung
Soo pada Sora ketika ia pergi ke apartemen Sora..
"Itu
karena aku tidak punya tempat tinggal.. Kau tau kan sebelum aku pergi ke
Amerika, rumahku dijual oleh Ayah.."
"Kau
membeli apartemen ini?"
"Tidak!
Aku menyewanya.. Orang tuaku bilang kalau mereka akan kembali ke Korea dan akan
membeli rumah lagi.. Jadi aku hanya menyewa apartemen ini.."
"Kenapa
kau menyewa apartemen ini? Lebih baik kau tinggal di hotel.. Kau tidak perlu
memasak dan membersihkan rumah.. Lagipula, di hotel lebih ramai.. Jadi lebih
aman.."
"Emm..
Entahlah, aku tidak berfikir begitu.."
"Kau
pindahlah ke hotel.. Aku akan membayar biaya hotelmu selama kau disana.."
"Apa
kau tidak keberatan?"
"Tentu
saja tidak.."
"Emhh..
Baiklah.."
"Bagus..
Besok pagi aku akan menjemputmu.. Kau tinggal di Diamond Hotel.."
***
Keesokan
harinya, Jung Soo dan Sora pergi ke Diamond Hotel..
"Maaf,
boleh aku minta manager hotel yang melayani kami?" tanya Jung Soo pada
seorang resepsionis..
"Sebentar,
Tuan.." resepsionis itu menelfon ke ruangan Ah Ra.. Ah Ra pun pergi
menghampiri Jung Soo yang berdiri membelakanginya..
"Selamat
datang di Diamond Hotel.. Ada yang bisa kami bantu?" sapa Ah Ra.. Jung Soo
dan Sora pun berpaling.. Sora terkejut melihat Ah Ra ada di depannya, namun
Jung Soo hanya tersenyum evil.. Ah Ra juga terkejut karena Jung Soo dan Sora
yang minta dilayani, namun ia tetap bersikap tenang..
"Bisa
kau tunjukan dimana kamarnya?" tanya Jung Soo..
"Boleh
ku minta kuncinya, Tuan?" Jung Soo memberikan kunci kamar pada Ah Ra..
"Mari,
ku tunjukkan kamarnya.." Ah Ra memandu Jung Soo dan Ah Ra menuju kamar
mereka..
"Ini
kamarnya, dan ini kuncinya.." ucap Ah Ra memberikan kunci pada Jung Soo..
"Kau
tunggu disini!" ucap Jung Soo kemudian masuk ke kamar bersama Sora dan Ah
Ra yang mengikutinya..
"Sora,
kau lihat dulu kamarnya, jika kau tak suka, kita bisa pesan kamar lain.."
ucap Jung Soo..
"Baik,
Oppa.." Sora pun mulai melihat-lihat isi kamar hotel pesanannya
meninggalkan Jung Soo dan Ah Ra..
"Tersenyumlah,
Yoon Ah Ra.. Seorang manager hotel harus tersenyum saat melayani
tamunya.." ucap Jung Soo dengan nada jailnya..
"Ada
yang dibutuhkan lagi, Tuan?" sahut Ah Ra dingin..
"Jangan
terlalu formal padaku.."
"Maaf,
Tuan.. Anda adalah tamu.. Sudah sepantasnya saya bersikap formal.."
"Terserah..
Sora-ya, bagaimana? Kau suka kamarnya?"
"Iya,
Oppa.. Aku suka.."
"Kalau
sudah tidak ada yang dibutuhkan, saya permisi.." ucap Ah Ra menundukan
kepala kemudian pergi..
"Oppa,
dia manager hotel ini?"
"Iya.."
tak begitu lama, ponsel Jung Soo berbunyi karena ada pesan masuk.. Jung Soo
membacanya..
“Sora-ya,
kau istirahatlah dulu.. Aku pergi sebentar..”
“Baiklah..”
Jung Soo pun meninggalkan Sora setelah membaca pesan yang didapatnya.. Ia pergi
ke restoran yang biasanya ia datangi bersama Ah Ra.. Ia mengedarkan
pandangannya ke sekeliling.. Tak begitu lama, kedua matanya terfokus pada
wanita yang sedang meminum segelas jus mangga.. Jung Soo pun menghampirinya
kemudian duduk di depannya..
“Ada apa,
Yoon Ah Ra? Kau bilang kalau aku tidak boleh muncul di hadapanmu, tapi kau
malah memintaku menemuimu di restoran ini.. Ada apa?” tanya Jung Soo pada Ah Ra
yang ada di depannya..
“Apa yang
kau lakukan di Diamond Hotel?” bukannya menjawab pertanyaan Jung Soo, ia malah
balik bertanya..
“Aku hanya
memesan kamar hotel untuk Kang Sora.. Menurutku, tinggal di hotel lebih aman
daripada tinggal di apartemen..”
“Benarkah
itu alasanmu?”
“Iya,
memangnya kenapa?”
“Kenapa
harus di Diamond Hotel?! Banyak hotel di Seoul, kenapa harus disana?”
“Karena aku
suka Diamond Hotel..” Ucap Jung Soo sambil memandang Ah Ra..
“Keluarlah
darisana dan pergi cari hotel lain..”
“Kenapa aku
harus pergi? Aku bisa tinggal di hotel manapun yang aku mau, termasuk di
Diamond Hotel.. Kau tidak bisa mengusirku karena aku adalah tamu.. Bahkan
presdir hotel pun tak akan punya alasan untuk mengusirku..”
“Aku benci
kau, Park Jung Soo!!” Ah Ra bangkit dari tempatnya kemudian melangkahkan kaki
menjauhi Jung Soo.. Jung Soo tersenyum seduktif dengan masih tetap berada di
tempatnya..
***
Ah Ra pulang
ke rumahnya setelah ia selesai bekerja.. Ia terkejut karena ada sebuah mobil
yang parkir di depan rumahnya..
"Ayah,
aku pulang.." ucap Ah Ra memasuki rumahnya..
"Ouh..
Kau sudah pulang.. Duduklah.." Sahut ayahnya.. Ah Ra pun duduk di samping
ayahnya..
"Ah Ra-ya,
kenalkan.. Ini putra teman ayah, dia kemari karena ingin mengenalmu.."
"Annyeong
haseyo.. Yoon Ah Ra ibnida.." ucap Ah Ra dengan senyuman manisnya..
"Kim
Min Chul ibnida.." Ah Ra dan Min Chul bersalaman kemudian saling
membicarakan satu sama lain..
***
Ponsel Ah Ra
berbunyi karena ada panggilan masuk..
"Yoboseyo.."
ucap Ah Ra..
"Dimana?"
"Oh, Baiklah.."
Ah Ra menutup panggilan dari ayahnya yang mengatakan kalau Kim Min Chul ingin
mengajaknya makan malam di tempat yang akan ia tentukan nanti.. Sore pun tiba,
Ah Ra bersiap pulang ke rumah.. Ia bersiap untuk makan malam dengan kenalan
barunya.. Suara mobil telah terdengar, itu artinya Kim Min Chul sudah sampai..
Ah Ra pun berpamitan kepada ayahnya kemudian pergi dengan Min Chul..
"Jadi,
kita akan makan malam kemana?" tanya Ah Ra..
"Kita
akan makan malam di Diamond Hotel.."
"Diamond
Hotel? Tempatku bekerja?"
"Iya.."
"Kenapa?"
"Kau
bekerja disana, jadi kau pasti tau makanan yang paling enak disana.. Tidak
apa-apa kan kalau kita kesana?"
"Hmmm..”
"Baiklah.."
Min Chul melajukan mobilnya menuju Diamond Hotel.. Ah Ra dan Min Chul mengobrol
sambil menyantap makan malam mereka, di waktu yang sama, Sora dan Jung Soo pun
masuk ke restoran untuk makan malam.. Ah Ra dan Jung Soo pun bertatapan..
"Yoon
Ah Ra, ada apa?" tanya Min Chul membuat Ah Ra mengalihkan tatapannya..
"Ahhh..
Tidak, tidak ada apa-apa.." jawab Ah Ra.. Mereka kembali makan dan
mengobrol..
"Kim
Min Chul-ssi, aku ke toilet sebentar.."
"Baiklah.."
Ah Ra pergi ke toilet membawa tasnya.. Ia memandang cermin yang ada di
depannya..
"Ahhh..
Kenapa aku harus bertemu dengan orang menyebalkan itu?! Aku tau Kang Sora
tinggal di hotel ini, tapi tidak bisakah mereka pergi ke restoran lain? Apa
tinggal disini belum cukup? Kenapa harus makan malam disini juga? Setidaknya
makan malamlah setelah aku selesai agar aku tak melihat mereka berdua! Ish!
Menyebalkan!" ucapnya pada dirinya sendiri.. Ah Ra keluar dari toilet
namun seorang pria tiba-tiba menyenggolnya dan menariknya..
"Hey
kau! Park Jung Soo! Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!"
"Sudah,
diam!" Jung Soo memasukan Ah Ra ke dalam mobil kemudian menjalankan
mobilnya ke Sungai Han.. Saat perjalanan, Ah Ra mengirim SMS pada Min Chul
kalau ia harus pergi karena ada sebuah urusan penting..
"Kenapa
kau membawaku kemari?!" tanya Ah Ra dengan sedikit berteriak..
"Apa
yang kau lakukan dengan laki-laki itu? Dia siapa? Apa hubunganmu dengannya?
Kenapa kau bisa bersamanya?"
"Kau
tidak berhak menanyakan hal itu padaku! Itu semua bukan urusanmu!"
"Ingat,
Yoon Ah Ra, kau masih memiliki kontrak menjadi pacarku! Jadi kau tidak boleh
pergi dengan laki-laki lain.."
"Oh ya?
Aku tidak boleh pergi dengan laki-laki lain? Lalu bagaimana denganmu?! Kau
pergi dengan Kang Sora juga kan?! Sudah ku bilang, jangan pernah menemuiku
lagi.. Jangan pernah muncul di depanku!" Ah Ra mulai menangis..
"Kenapa?"
"Karena
aku menyukaimu! Aku menyukaimu, Park Jung Soo.. Itulah kenapa aku benci
melihatmu ketika kau dengan wanita lain.. Aku benci.. Aku tidak tahan melihatmu
dengan wanita lain.. Maka dari itu, jangan muncul di hadapanku lagi.."
"Yoon
Ah Ra.."
"Jangan
muncul di hadapanku lagi.." Ah Ra berpaling dan mulai berjalan menjauhi
Jung Soo dengan memegang dada kirinya sambil menangis.. Tiba-tiba heel sepatu
kanannya patah dan Ah Ra pun terjatuh..
"Ah Ra-ya!"
Jung Soo pun berlari menghampirinya..
"Ah Ra-ya,
kau baik-baik saja?" tanya Jung Soo..
"Hiks..
Kenapa aku pakai sepatu ini? Seharusnya aku memakai sepatu yang lain..
Hiks.."
"Bangunlah..
Ku antar kau pulang.." Jung Soo mengulurkan tangan kanannya..
"Aku
tidak mau.. Kau tidak perlu mengantarku.." tanpa menyambut tangan Jung
Soo, Ah Ra mencoba bangun namun kembali terjatuh karena kakinya terasa sakit..
Melihat hal itu, Jung Soo menggendong Ah Ra dan memasukkannya ke dalam mobil..
Tak ada satupun kata yang keluar dari mulut Ah Ra dan Jung Soo selama
perjalanan.. Hanya saja Ah Ra masih menangis..
"Jangan
menangis lagi.. Aku minta maaf kalau aku sudah menyakitimu.. Maaf sudah
membuatmu menangis.." ucap Jung Soo memecah keheningan..
"Siapa
bilang aku menangis karenamu?! Kaki ku sakit karena terjatuh tadi!"
"Hhhh..
Ya sudah.." Jung Soo mengantar Ah Ra sampai ke rumahnya..
"Terimakasih
sudah mengantarku.." ucap Ah Ra kemudian masuk ke rumahnya..
-
"Presdir,
boleh aku minta cuti?" ucap Ah Ra di ruangan Presdir Diamond Hotel..
"Cuti?
Kenapa?"
"Akhir-akhir
ini ada sesuatu yang mengganggu fikiranku.. Aku perlu cuti untuk menenangkan
fikiranku.."
"Berapa
hari?"
"Kalau
diizinkan, aku ingin cuti satu minggu.. Jika tidak, mungkin hanya tiga
hari.."
"Apa
yang akan kau lakukan selama cuti?"
"Aku
akan pergi ke Jeju.."
"Ohhhh.."
"Jadi,
bagaimana Presdir?"
"Permintaamu
dikabulkan.. Kau boleh cuti satu minggu.."
"Benarkah?
Terimakasih banyak, Presdir.."
"Tapi,
selesaikan dulu pekerjaanmu.."
"Pasti!
Terimakasih banyak.. Permisi.." Ah Ra membungkukkan badan kemudian pergi..
-
"Hari
yang indah.." ucap Ah Ra saat dalam perjalanan menuju Glass Hotel di pulau
Jeju.. Glass Hotel merupakan salah satu resort milik Diamond Hotel..
"Selamat
siang, Manager Yoon.." sapa seorang resepsionis..
"Jangan
panggil aku dengan manager.. Aku disini untuk liburan.. Aku sebagai tamu, bukan
manager.. Kau mengerti?"
"Baik,
Manager Yoon, maksudku Nona Yoon.."
"Kunci
kamarku?"
"Silakan.."
Ah Ra mengambil kuncinya kemudian berjalan menuju kamarnya..
-
"Presdir,
ini laporan pembukaan cabang GDS di Jeju.. Besok adalah hari peresmiannya.. Kau
sendiri yang akan datang atau Manager Han yang akan datang kesana?" ucap
Young Shin di ruangan Jung Soo..
"Jeju?
Aku sendiri yang akan datang karena aku presdirnya.. Siapkan semua yang ku
butuhkan.."
"Baik,
Presdir.."
Beberapa Jam
kemudian, Jung Soo telah sampai di Jeju dan ia akan menginap di Glass Hotel..
Di malam hari, Jung Soo keluar dari kamar menuju ke balkon untuk melihat
pemandangan malam..
"Yoon
Ah Ra?!" ucap Jung Soo terkejut melihat Ah Ra berada di balkon samping
kamarnya..
"Park
Jung Soo-ssi? Apa yang kau lakukan disini? Kau mengikutiku?"
"Jangan
percaya diri! Aku kemari untuk peresmian GDS Jeju.. Kau sendiri? Untuk apa kau
kemari? Kau mengikutiku?"
"Ish!
Kau benar-benar! Aku kemari untuk liburan, bukan mengikutimu!"
"Benarkah?"
"Terserah!"
Jung Soo pun masuk ke dalam kamarnya.. *tok tok tok!* suara pintu kamar Ah Ra
diketuk oleh seseorang.. Ah Ra membukanya..
"Untuk
apa kau kemari?" tanya Ah Ra ketika
tau kalau Jung Soo yang mengetuk pintunya..
"Aku
lapar, kau punya makanan?"
"Tidak!
Kalau kau lapar, pergilah cari makan.. Kenapa kemari?"
"Aku
tidak punya teman untuk ku ajak pergi.. Jadi, aku ingin mengajakmu.."
"Aku
tidak mau!"
"Ayolah,
ku mohon.."
"Park
Jung Soo-ssi!"
"Jebal.."
"Hish!
Kau sangat menyebalkan! Tunggu disini!" Ah Ra mengambil tas dan ponselnya
kemudian kembali pada Jung Soo..
"Kajja.."
Jung Soo menggandeng tangan Ah Ra ke restoran..
"Besok,
kau temani aku.." ucap Jung Soo di sela-sela makan..
"Untuk
apa?"
"Peresmian
GDS.. Aku ingin kau ada disana.."
"Kenapa
aku harus ada disana?"
"Yoon
Ah Ra, ini bisnis.. Kau bilang tidak masalah jika kita masih berhubungan jika
dalam bisnis.."
"Hhhhhhh..
Baiklah.."
"Besok,
kita pergi bersama.."
"Hmmm.."
mereka melanjutkan makan malam..
-
Pukul 8
pagi, Jung Soo dan Ah Ra telah berangkat ke GDS yang letaknya tak jauh dari
Glass Hotel.. Beberapa menit kemudian, peresmian GDS telah dilakukan oleh Jung
Soo dengan memotong pita.. Saat makan siang pun tiba, Jung Soo mengajak semua
rekan kerjanya unuk makan siang bersama begitupun dengan Ah Ra..
"Kenapa
kau makan sendiri? Makan sianglah bersamaku!" ajak Jung Soo..
"Untuk
apa aku makan bersamamu? Kau bilang kalau aku hanya menemanimu saat peresmian
GDS, bukan untuk makan siang!"
"Ayolah!"
"Berhenti
memintaku untuk melakukan hal itu! Jangan kaitkan aku dengan bisnismu lagi!
Untuk terakhir kali ku minta, jangan muncul di hadapanku.."
"Aku
tidak bisa melakukannya.. Aku tidak bisa tidak muncul di hadapanmu.. Aku ingin
selalu melihatmu.."
"Kenapa?!"
"Karena..
Aku.. Aku menyukaimu.."
"Apa?!"
"Ya..
Aku menyukaimu.. Itulah kenapa aku ingin selalu melihatmu, bahkan
bersamamu.."
"Omong
kosong! Lalu bagaimana dengannya? Oh, aku mengerti.. Kau menyukaiku tapi itu
hanya sedikit.. Sedikit sekali.. Dan kau sangat sangat menyukainya.. Iya
kan?"
"Bukan
seperti itu.."
"Kau
menyebalkan!" Ah Ra pergi meninggalkan Jung Soo dan Jung Soo mengejarnya..
"Presdir
Park! Kau mau kemana? Kita makan bersama!" teriak salah satu rekan kerja
Jung Soo yang membuat Jung Soo membatalkan niatnya untuk mengejar Ah Ra..
Ah Ra
berjalan menjauhi hotel sambil bergumam..
"Bisa-bisanya
dia bilang kalau dia menyukaiku.. Dia kira aku wanita seperti apa? Dia bilang
menyukaiku tapi dia masih berhubungan dengan wanita lain.. Apakah maksudnya aku
harus menjadi wanita keduanya, begitu? Lebih baik aku tidak memiliki pasangan
daripada harus menjadi yang kedua.. Ah persetan dengan semua itu.. Aku tetap
tidak mau bersamanya kalau dia masih punya hubungan dengan wanita lain.. Jangan
karena waktu itu aku sudah bilang kalau aku menyukainya lalu dia bisa seenaknya
begitu.." Ah Ra terus bergumam hinga tak sadar kalau ia telah masuk ke
hutan terlalu jauh..
"Tunggu!
Dimana aku? Kenapa aku ada disini? Aish! Sial!" Ah Ra kembali untuk keluar
dari hutan, namun ia malah masuk semakin jauh.. Ia melihat ponselnya untuk
minta bantuan tapi ponselnya tak mendapat sinyal.. Ah Ra terus berjalan dengan
memandang ponselnya untuk mendapatkan sinyal.. Tiba-tiba Ah Ra terpeleset dan
jatuh ke jurang..
"Aaahhhhh.."
rintih Ah Ra.. Ah Ra pun pingsan..
Siang
beranjak malam, Ah Ra mulai membuka matanya.. Gelap, Ah Ra masih di dalam
hutan..
"Tolong!
Apa ada orang?!" teriak Ah Ra..
Di sisi
lain, Jung Soo merasa gelisah karena tidak melihat Ah Ra dari tadi siang.. Ia
bertanya pada resepsionis apakah Ah Ra sudah meninggalkan hotel namun
resepsionis mengatakan kalau Ah Ra belum check out.. Beberapa kali Jung Soo
mencoba menelfon Ah Ra tapi tidak bisa karena ponsel Ah Ra tidak mendapat
sinyal.. Jung Soo pun meminta bantuan kepada para petugas hotel untuk mencari
Ah Ra.. Jung Soo mendengar kabar kalau ada seseorang yang melihat Ah Ra
berjalan memasuki hutan.. Jung Soo pun langsung memasuki hutan.. Dia berlari
sambil memanggil nama Ah Ra..
"Yoon
Ah Ra!!!!" teriak Jung Soo.. Samar-samar Ah Ra mendengar suara teriakan
Jung Soo..
"Yoon
Ah Ra!!"
"Tolong!
Aku disini!!" sahut Ah Ra yang juga didengar oleh Jung Soo..
"Yoon
Ah Ra! Kau dimana?!"
"Aku
disini!! Tolong!!" tak begitu lama, Jung Soo pun menemukan Ah Ra dengan
menyenteri wajah Ah Ra..
"Yoon
Ah Ra??" Ah Ra menutup wajahnya sebagian karena silau oleh cahaya senter
Jung Soo..
"Yoon
Ah Ra? Apa itu kau?"
"Park
Jung Soo-ssi?"
"Benar
ini kau, sebentar, aku akan turun kesana.." Jung Soo menuruni jurang itu
untuk menghampiri Ah Ra..
"Kau
baik-baik saja?" tanya Jung Soo..
"Ya,
aku baik-baik saja.. Tapi, kakiku sakit.."
"Ayo,
kita kembali ke hotel.. Biar ku bantu.." Jung Soo memapah Ah Ra untuk
kembali ke hotel dengan sangat hati-hati..
"Kau
yakin, kau tidak apa-apa?" tanya
Jung Soo lagi..
"Ya..
Aku.. Aku tidak..." *bruk*
"Yoon
Ah Ra!" Ah Ra jatuh pingsan karena dia kehilangan banyak tenaga.. Jung Soo
menggoyang-goyangkan badan Ah Ra untuk membangunkannya namun Ah Ra belum sadar
juga.. Alhasil, Jung Soo pun menggendong Ah Ra ke hotel kemudian membawanya ke rumah
sakit.. Ah Ra masih belum terbangun dari tempat tidurnya namun Jung Soo tetap
berada disampingnya.. Beberapa saat kemudian, Ah Ra membuka matanya kemudian
bangun..
"Kau
sudah bangun? Apa kakimu masih sakit?" tanya Jung Soo khawatir..
"Tidak.."
"Ah Ra..
Soal yang kau katakan tadi siang, bukan seperti itu.. Aku memang menyukaimu..
Bukan menyukaimu sedikit dan sangat menyukai Kang So Ra.. Aku benar-benar
menyukaimu.."
"Lalu
bagaimana dengannya? Apa kau akan meninggalkannya?"
"Aku
tidak tau.. Aku hanya tidak mau menyakitinya untuk yang kedua kalinya.."
"Jadi
kau tidak mau menyakitinya? Begitu? Tapi kau sudah menyakiti aku.." Ah Ra
turun dari tempat tidurnya..
"Kau
mau kemana?"
"Aku
mau kembali ke hotel.."
"Kita
kembali bersama.."
"Tidak
perlu!" Ah Ra berjalan dengan sedikit pincang..
"Auwh!"
Ah Ra terjatuh..
"Yoon
Ah Ra! Jangan membantah ucapanku!" Jung Soo memapah Ah Ra ke dalam mobil
dan kembali ke hotel..
"Istirahatlah..
Jangan pikirkan hal yang tidak perlu dipikirkan.." ucap Jung Soo kemudian
mengecup kening Ah Ra dengan pelan kemudian pergi dari hadapan Ah Ra..
-
"Kapan
kau akan pulang?" tanya Jung Soo pada Ah Ra yang sedang sarapan..
"Besok.."
"Kalau
begitu, besok aku juga akan pulang.."
-
"Bisakah
aku minta bantuan?" tanya Ah Ra pada resepsionis hotel..
"Iya,
silakan.."
"Bisakah
kau memesankan tiket pesawat untukku? Tiket kelas tiga saja.."
"Baiklah.."
"Kenapa
tidak beli kelas satu saja?" ucap Jung Soo yang tiba-tiba datang..
"Memangnya
kenapa? Bukan urusanmu kan? Jika sudah ada tiketnya, tolong antar ke
kamarku.."
"Baik.."
Ah Ra pun mulai melangkahkan kakinya..
"Tidak
bisakah kita bersama? Atau paling tidak, duduklah bersamaku saat di pesawat..
Tidak bisakah kita seperti itu?!" ucapan Jung Soo membuat Ah Ra
menghentikan langkahnya kemudian menoleh..
"Maaf..
Kita tak akan pernah bersama selama kau masih punya hubungan dengan orang
lain.."
"Apa
kita juga tidak bisa berteman?"
"Berteman?
Tentu.. Kita bisa berteman.." Ah Ra menyunggingkan senyuman manisnya
kemudian kembali berjalan.. Beberapa saat kemudian, Jung Soo berlari
menghampiri Ah Ra kemudian merangkulnya..
"Yak!
Apa yang kau lakukan?!" ucap Ah Ra sedikit berteriak..
"Ayo
kita jalan-jalan.." Ajak Jung Soo..
"Jalan-jalan?
Denganmu? Tidak mau.."
"Ayolah.."
"Kenapa
aku harus jalan-jalan denganmu?"
"Karena
kita sudah berteman.."
"Sejak
kapan kita berteman?" Jung Soo berdiri di depan Ah Ra dan mengulurkan
tangan kanannya..
"Sejak
hari ini.." Ah Ra hanya memandang Jung Soo penuh tanya.. Tak begitu lama,
Ah Ra pun menyalami tangan Jung Soo..
"Baiklah.."
"Ayo
pergi.." Jung Soo kembali merangkul Ah Ra menuju mobilnya.. Mereka pergi
ke sebuah pantai..
"Pantainya
indah.." ucap Ah Ra yang tengah berjalan di tepi pantai bersama Jung Soo
yang sedang mengambil gambar.. Sesekali Jung Soo juga mengambil foto Ah Ra..
"Kau
memotretku?!" tanya Ah Ra..
"Apa?
Memotretmu? Enak saja! Bisa-bisa kameraku rusak.."
"Ish!!"
"Sudah
waktunya makan siang, ayo kita pergi!" ajak Jung Soo..
"Tapi,
pantainya masih terlihat sangat indah.."
"Pantai
ini akan selalu terlihat indah.."
"Tunggulah
sebentar lagi.."
"Kau
tidak mau pergi? Ya sudah, aku sudah lapar.." Jung Soo mulai berjalan
meninggalkan Ah Ra..
"Yak!
Tunggu!" Ah Ra pun menyusul Jung Soo.. Setelah makan siang, mereka
mengunjungi tempat-tempat menarik hingga malam setelah itu kembali ke hotel..
"Kenapa
kau ikut kemari?" tanya Ah Ra pada Jung Soo yang iku masuk ke kamar Ah
Ra..
"Memangnya
tidak boleh? Aku sudah mengajakmu jalan-jalan, makan, dan pergi ke tempat yang
bagus.. Jadi setidaknya, berikan aku minum.."
"Ish..
Tunggu disana.." Ah Ra mengambil minum kemudian memberikannya pada Jung
Soo..
"Terimakasih.."
Ah Ra hanya membalas dengan senyuman.. Ah Ra juga mulai membereskan
pakaiannya..
"Kau
tidak membereskan barangmu? Kau juga akan pulang besok kan?" tanya Ah Ra
sambil membereskan baju..
"Emm..
Aku tidak bisa membereskan barangku, jadi kau saja yang bereskan ya? Kau kan
temanku.."
"Enak
saja katamu! Itu kan barangmu, jadi bereskan sendiri!"
"Ish!"
"Aku
mau mandi dulu, kau kembalilah ke kamarmu.." Ah Ra masuk ke kamar mandinya..
Jung Soo berpikir bagaimana cara agar Ah Ra bisa duduk bersamanya saat di dalam
pesawat.. Jung Soo pun mulai mencari tiket Ah Ra.. Tak begitu lama, iapun
menemukan tiket di tas Ah Ra.. Jung Soo berdiri di depan pintu kamar mandi..
"Baiklah
kalau kau tidak mau membereskan barangku, aku akan membereskannya sendiri.. Aku
ke kamarku dulu, nanti kita makan malam bersama.."
"Baiklah!"
jawab Ah Ra dari dalam kamar mandi.. Jung Soo kembali ke kamarnya dengan
senyuman evilnya..
-
Keesokan
harinya, Ah Ra dan Jung Soo pergi ke bandara bersama.. Saat akan menunjukan
tiket kepada petugas bandara, Ah Ra terkejut karena tak ada tiket di tasnya..
"Ada
apa?" tanya Jung Soo dari belakang Ah Ra..
"Tiketku..
Tidak ada.."
"Carilah
lebih teliti.."
"Sudah
ku cari, tapi tetap tidak ada.."
"Hhhhhhhhh..
Kalau begitu, kau harus duduk bersamaku.." Jung Soo memberikan salah satu
tiketnya pada Ah Ra..
"Tidak
perlu.. Aku akan beli tiket lagi.."
"Maaf,
Nona, pesawat akan segera berangkat, Anda akan ketinggalan jika beli tiket
lagi.." ucap petugas bandara..
"Kau
dengar itu? Ambillah!" Ah Ra mengambil tiket di tangan Jung Soo kemudian
memberikannya kepada petugas bandara..
"Yeoja
pintar.." ucap Jung Soo yang telah duduk di samping Ah Ra.. Ah Ra hanya
menatap Jung Soo dengan tajam.. Bebera jam kemudian, mereka telah sampai di
bandara..
"Oppa!"
teriak Kang Sora saat Jung Soo dan Ah Ra keluar dari bandara..
"Kenapa
kau disini? Bukankah aku meminta Young Shin untuk menjemputku?" tanya Jung
Soo..
"Memang,
tapi aku menyuruh Young Shin untuk tetap bekerja dan aku yang menjemputmu..
Kalian pulang bersama?" tanya Sora..
"I.."
"Tidak..
Kebetulan tadi kami bertemu di bandara.." jawab Ah Ra memotong ucapan Jung
Soo.. Ah Ra dan Jung Soo saling bertatapan tajam..
"Kalau
begitu, aku pulang dulu.."
"Kau
tidak pulang bersama kami?" tanya Jung Soo..
"Tidak
perlu.. Aku bisa pulang naik taksi.."
"Benarkah?
Jadi kau tidak membutuhkan ini lagi?" Jung Soo menunjukan paspor di
tangannya..
"Pasporku?"
Ah Ra menggeledah tas yang ia bawa..
"Bagaimana
pasporku ada padamu?"
"Bagaimana
ya? Kau tak perlu tau.. Masuk ke mobil dan akan ku kembalikan paspormu.."
"Park
Jung Soo-ssi!"
"Tidak
apa-apa kalau kau tidak mau.." Jung Soo masuk ke mobilnya..
"Tunggu!
Aku ikut!" Ah Ra juga masuk ke mobil Jung Soo.. Jung Soo pun menjalankan
mobilnya dengan senyum kemenangan.. Beberapa saat kemudian, mereka telah sampai
di rumah Ah Ra..
"Terimakasih
sudah mengantarku.. Sekarang berikan pasporku.." ucap Ah Ra..
"Sepertinya,
kau harus mengambilnya sendiri.. Sampai jumpa.." Jung Soo melajukan
mobilnya..
"Yak!
Park Jung Soo!!" teriak Ah Ra dengan kesal..
"Apa
benar kalian hanya bertemu di bandara?" tanya Sora..
"Dia
bilang begitu kan? Jadi iya.."
"Kenapa
kau mengambil paspornya?"
"Karena
aku suka melihat wajah kesalnya.. Dia sangat lucu.."
-
"Oppa,
pemandangan malam ini sangat indah kan?" ucap Sora.. Saat ini ia sedang
bersama Jung Soo di Sungai Han..
"Ya,
pemandangannya memang sangat indah.."
"Oppa,
aku ingin kita segera meni.."
"Sora.."
"Iya.."
"Keluarlah
dari Diamond Hotel.."
"Apa? Kenapa?
Apa aku akan tinggal di rumahmu?"
"Bukan
itu maksudku.. Keluarlah dari Diamond Hotel dan kembalilah ke Amerika.."
"Oppa.."
"Kau
akan hidup jauh lebih baik jika berada disana.."
"Kenapa
kau memintaku untuk pergi? Apa kau sudah tidak mencintai aku?"
"Dengar,
Sora.. Aku tidak bisa bersamamu lagi.. Aku menyukai orang lain.."
"Siapa?
Siapa dia? Apakah dia.. Yoon Ah Ra?" Jung Soo hanya diam mendengar
pertanyaan So Ra..
"Oppa,
jawab aku.. Apakah dia Yoon Ah Ra? Kau tidak benar-benar menyukainya kan? Kau
hanya goyah, Oppa.. Kau hanya goyah karena aku tidak berada di
sampingmu.."
"Tidak,
Sora.. Aku tidak hanya goyah.. Aku memang menyukai Yoon Ah Ra.."
"Aku
tidak percaya padamu.." seketika, Sora mencium bibir Jung Soo.. Tanpa
mereka sadari, Ah Ra melihat kejadian itu.. Air mata Ah Ra pun menetes ke
pipinya, kemudian dengan menahan sakit hatinya, Ah Ra pergi dari tempat itu..
-
Di sebuah
club, Ah Ra tengah meminum birnya.. Ia terlihat sangat mabuk.. Dari mulutnya
keluar kata-kata makian yang menggambarkan kalau ia sedang sakit hati..
"Dasar
penipu! Dia bilang dia menyukaiku.. Tapi dia malah berciuman dengan wanita
lain.. Laki-laki penipu.." Ah Ra mengambil ponselnya dan menelfon Jung
Soo..
"Halo,
Yoon Ah Ra.."
"Hey
kau! Dasar penipu!"
"Apa
yang kau katakan, Ah Ra?"
"Dasar
penipu.. Laki-laki semuanya penipu.."
"Kau
mabuk? Kau dimana sekarang?"
"Dasar
penipu!" Ah Ra mengakhiri telfonnya.. Jung Soo pun bingung dengan sikap Ah
Ra.. Ia melacak keberadaan Ah Ra dengan ponselnya.. Setelah ia mendapatkan
lokasi Ah Ra, ia segera pergi ke tempat Ah Ra.. Beberap menit kemudian, Jung
Soo telah sampai di tempat Ah Ra..
"Yoon
Ah Ra, kau sedang apa disini?"
"Haha..
Kau datang kesini.. Untuk apa kau datang? Dasar penipu.."
"Apa
yang kau lakukan disini?"
"Bukan
urusanmu kan?"
"Ayo kita
pulang.."
"Aku
tidak mau.. Aku tidak mau bertemu ayah dalam keadaan begini.."
"Kenapa
kau mabuk?"
"Karena
kau mencium wanita itu.." Jung Soo terkejut mendengar pernyataan Ah Ra..
"Ah Ra,
ayo kita pulang.."
"Aku
tidak mau.."
"Ayo.."
Jung Soo memapah Ah Ra keluar dari club..
"Taksi!"
teriak Ah Ra..
"Kenapa
kau panggil taksi? Aku bawa mobil.."
"Aku
tidak mau naik mobilmu.." Ah Ra pun masuk ke dalam taksi dan diikuti oleh
Jung Soo..
"Kita
akan kemana, Tuan?" tanya supir taksi..
"Taman
bunga peoni.." jawab Jung Soo..
"Tidak!
Aku punya pacar.. Kita ke rumah pacarku.. Pacar palsuku.. Hehe.." Ah Ra
pun tak sadarkan diri..
"Jadi,
kita akan kemana, Tuan?" tanya supir taksi lagi..
-
Jung Soo
menidurkan Ah Ra di dalam kamarnya.. Keadaan Ah Ra terlihat sangat buruk.. Saat
di club, ia menghabiskan beberapa botol bir dengan kadar alkohol tinggi.. Jung
Soo melepas sepatu dan blazer Ah Ra..
"Jadi,
tadi kau melihatku dan Sora di Sungai Han? Kenapa kau harus melihatku? Kau
cemburu hingga seperti ini? Dasar Yoon Ah Ra bodoh.. Sudah ku bilang kan kalau
aku menyukaimu.. Kau masih tidak percaya padaku? Dasar bodoh.." ucap Jung
Soo kemudian menyelimuti tubuh Ah Ra..
"Istirahatlah,
Yoon Ah Ra.. Aku mencintaimu.."
Jung Soo mencium kening Ah Ra kemudian meninggalkannya..
-
Cahaya matahari
pagi yang menelusup melalui jendela mampu membangunkan Ah Ra dari tidurnya..
Perlahan, Ah Ra membuka matanya..
"Aigoo,
dimana aku?" Ah Ra memandangi kamar itu dengan kedua matanya.. Ia merasa
kalau ia mengenal ruangan itu.. Ya, dia ingat sekarang.. Itu adalah kamar Jung
Soo.. Kamar yang mengingatkannya pada saat ia mengantar Jung Soo pulang dari
club saat mabuk..
"Astaga!
Kenapa aku disini? Apa yang ku lakukan?" ia kembali mengingat kejadian
semalam.. Kejadian semalam saat ia mabuk berat di club hingga ia berada di
kamar Jung Soo..
"Aish!
Kenapa aku disini?" Ah Ra kembali memakai blazer dan sepatunya kemudian
keluar dari kamar..
"Sudah
bangun, Nona Yoon?" ucap Jung Soo mengejutkan Ah Ra dari arah dapur.. Ah
Ra hanya terkekeh pelan dengan rasa malu untuk menatap Jung Soo yang ada di
belakangnya..
"Emhh..
Aku.. Pulang dulu.."
"Kau
mau pulang? Setelah apa yang kau lakukan semalam?"
"Semalam?
Memangnya apa yang ku lakukan?"
"Kau
tidak ingat? Kau melupakannya?"
"Memangnya
ada apa?"
"Hhhhhh..
Kau melupakannya setelah kau melakukannya.. Ya sudah, silahkan kalau kau mau
pulang.." Jung Soo berbalik kembali ke dapur dengan senyuman evilnya.. Untuk
ku sekian kalinya ia merasa senang melihat ekspresi Ah Ra..
"Yak!
Katakan padaku!" Ah Ra menyusul Jung Soo ke dapur untuk mendapatkan
jawaban dari pertanyaannya.. Benarkah Ah Ra dan Jung Soo melakukan sesuatu tadi
malam?
"Park
Jung Soo-ssi! Katakan padaku.."
"Sudahlah,
lupakan saja.." Jung Soo membuka pintu kecil di kulkasnya kemudian
mengambil sebotol air mineral..
"Pulanglah,
kau bilang kau mau pulang kan?"
"Aku
tidak akan pulang sebelum kau mengatakannya.."
"Tadi
malam..." Jung Soo menggantung ucapannya.. Ah Ra mendengarkan ucapan Jung
Soo dengan sangat serius.. Matanya membulat menandakan keseriusannya..
"Semalam..
Tidak terjadi apa-apa.." lanjutnya..
"Apa?!"
wajah serius Ah Ra berubah menjadi wajah kesal setelah mendengar ucapan Jung
Soo bahwa semalam tak terjadi apa-apa..
"Kau
ini benar-benar!!" Ah Ra memukul lengan Jung Soo berkali-kali..
"Yak!
Hentikan!" Jung Soo menghindar namun Ah Ra tetap mengejarnya.. Aksi
kejar-kejaran pun terjadi diantara mereka.. Hingga Jung Soo memasuki kamarnya
dan menjatuhkan diri di ranjang.. Melihat Jung Soo yang menjatuhkan diri di
ranjang, Ah Ra mencoba menahan langkahnya namun terlambat.. Ia terjatuh diatas
tubuh Jung Soo.. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Jung Soo memeluk pinggang Ah
Ra dengan erat..
"Yak!
Lepaskan pinggangku, Tuan Park!"
"Kalau
aku tidak mau?"
"Aahhh..
Lepaskan aku.." bukannya melepaskan Ah Ra dari dekapannya, Jung Soo
membalikkan posisinya hingga ia menindih Ah Ra..
"Park
Jung Soo! Apa yang kau lakukan?!"
"Kau
cemburu?" tanya Jung Soo dengan menatap mata Ah Ra..
"Cemburu?
Kenapa?"
"Karena
kejadian semalam di Sungai Han.." ucapan Jung Soo membuat Ah Ra diam.. Ia
mengingat kembali kejadian di Sungai Han saat Jung Soo berciuman dengan Sora..
Ia memalingkan pandangannya dari wajah Jung Soo..
"Kau
cemburu?"
"Tidak!"
"Kau
tidak percaya padaku?"
"Memangnya
kau siapa hingga aku harus percaya padamu?! Sekarang lepaskan aku.." Jung
Soo bangkit dari tubuh Ah Ra dan membiarkannya berdiri.. Ketika Ah Ra
melangkahkan kakinya, Jung Soo menggenggam pergelangan tangan Ah Ra kemudian
memeluknya dari belakang..
"Jangan
pergi.. Ku mohon.."
"Park
Jung Soo-ssi.."
"Jangan
pergi, Yoon Ah Ra.. Maaf soal kejadian semalam.. Bukan aku yang
melakukannya.."
"Tapi
kau tidak menolaknya kan?"
"Aku..
Aku minta maaf.. Ku mohon maafkan aku.."
"Lepaskan
aku! Kau penipu!" Jung Soo membalikkan badan Ah Ra kemudian memeluknya
dengan erat tanpa mempedulikan Ah Ra bisa bernafas atau tidak..
"Yoon
Ah Ra, aku mencintaimu.. Aku sangat mencintaimu.."
"Kau
bohong.. Kau pembohong Park Jung Soo!" Jung Soo merenggangkan pelukannya..
Menatap Ah Ra yang tertunduk di hadapannya.. Ia mengangkat wajah Ah Ra untuk menatapnya..
“Lihat aku..
Apakah kau menemukan kebohongan? Katakan! Aku sangat mencintaimu, Yoon Ah
Ra.." sedetik kemudian Jung Soo mencium bibir Ah Ra.. Jung Soo ingin
menyampaikan melalui ciumannya kalau ia sangat mencintai Ah Ra.. Tak begitu
lama, Jung Soo melepas tautan bibirnya.. Ia memandang mata Ah Ra..
"Saranghae,
Yoon Ah Ra.."
"Nado
saranghae, Park Jung Soo-ssi.." kali ini, giliran Ah Ra yang mencium Jung
Soo.. Sedikit mengejutkan Jung Soo, namun senyuman mengembang di bibir Jung
Soo.. Ia membalas ciuman yang diberikan oleh Ah Ra.. Perlahan, tangan Ah Ra
telah menggantung di leher Jung Soo dan tangan Jung Soo telah melingkar di
pinggang Ah Ra dengan menekan pinggang Ah Ra untuk memperdalam ciuman mereka..
Beberapa saat kemudian, ciuman mereka pun terhenti.. Semburat warna merah
terlihat kontras dengan pipi putih Ah Ra..
"Kenapa
pipimu merah?" tanya Jung Soo..
"Apa?
Merah? Tidak.." Sebuah senyuman manis mengembang di bibir Jung Soo.. Ia
kembali menarik Ah Ra ke dalam pelukan hangatnya.. Baginya, ini adalah hari
terindah dalam hidupnya..
"Saranghaeyo,
Yoon Ah Ra.."
"Arasseo..
Jangan dekati wanita lain.."
"Baik,
Nyonya Park.." Jung Soo melepas pelukannya karena ponselnya berbunyi..
"Tunggu
sebentar.." Jung Soo mengambil ponselnya, melihat nama yang ada di layar
ponsel.. Lee Young Shin, sekertarisnya yang mengganggu pelukan hangatnya dengan
Ah Ra..
"Ada
apa?"
"Cepat
datanglah ke kantor!"
"Memangnya
ada apa?"
"Presdir
Xiao sedang menunggumu.. Dia akan membatalkan kontrak kalau kau tidak
datang.."
"Baik,
aku segera kesana.. Cegah dia agar tidak pergi.."
"Baik,
presdir!"
"Ada
apa?" tanya Ah Ra..
"Aku
akan ke kantor.. Kau jangan pergi kemana-mana.. Aku hanya sebentar.."
"Tidak,
aku pergi saja.. Lagipula, aku tidak enak jika harus berada disini.."
"Merasa
tidak enak dengan siapa? Disini tidak ada orang.."
"Tapi.."
"Tunggu
aku pulang, arra?" Ah Ra hanya mengangguk.. Jung Soo mengecup kening Ah Ra
kemudian mengusap puncak kepalanya dengan lembut..
"Aku
pergi.. Sampai jumpa nanti.." Jung Soo menyunggingkan senyumannya dan
dibalas oleh Ah Ra.. Ah Ra dan Jung Soo bertingkah layaknya suami istri.. Jung
Soo yang pergi ke kantor dan Ah Ra menunggunya pulang.. Selang satu jam
kemudian, bel pintu berbunyi.. Ah Ra berlari ke pintu untuk membukanya..
"Park
Jung.." Ah Ra menghentikan ucapannya setelah tau kalau bukan Jung Soo yang
memencet bel..
"Kang
Sora-ssi?"
"Sedang
apa kau disini?"
"Aku..
Emhh.." tanpa dipersilakan, Sora langsung masuk ke rumah Jung Soo dan
langsung duduk di sofa..
"Park
Jung Soo.. Dia sedang di kantor.." ucap Ah Ra yang juga duduk di sofa..
"Oh ya?
Ya sudah tidak apa-apa.. Tidak bisa bertemu dengan Jung Soo Oppa, tapi aku bisa
bertemu denganmu.."
"Bertemu
denganku? Kenapa?"
"Aku
ingin mengatakan kalau aku dan Jung Soo Oppa akan segera menikah.." ucapan
Sora membuat Ah Ra seolah-olah dijatuhkan dari atas gedung yang tinggi..
"Menikah?"
"Iya..
Aku tau, mungkin saat ini dia bilang menyukaimu.. Tapi itu semua karena dia
goyah.. Kau tau kan, aku sudah lama tidak berada di sampingnya.. Jadi, mungkin
kau hanya pelariannya saja.. Aku cinta pertamanya, dan dia juga cinta
pertamaku.. Jadi, sangat tidak mungkin jika dia berpaling dariku.."
"Arayo.."
"Kalau
begitu, aku pergi.." Sora pergi meninggalkan rumah Jung Soo dengan senyum
kemenangan mengembang di wajahnya..
"Apa
katanya? Segera menikah?" Ah Ra mengambil ponselnya dan menelfon Jung
Soo..
"Yoboseyo?"
ucap Jung Soo dengan lembut..
"Park
Jung Soo-ssi! Baru tadi pagi kau bilang kalau kau mencintaiku, tapi kau akan
segera menikah dengan wanita lain! Apa maumu?!"
"Apa? Menikah?
Siapa yang mengatakan itu padamu? Siapa yang akan menikah? Kalaupun aku akan
menikah, aku akan menikah denganmu!"
"Aahhhhh
terserah kau saja!" Ah Ra memutuskan panggilannya..
"Yoboseyo?!
Ish!" Jung Soo kembali teringat dengan pekerjaannya..
"Emh..
Maaf.. Mari kita lanjutkan, sampai dimana kita tadi?"
-
Setelah
pertemuannya dengan Presdir Xiao selesai, Jung Soo segera kembali ke rumahnya..
Syukurlah Ah Ra masih ada di rumahnya dan saat ini sedang membuat makan siang..
"Selamat
siang, Nyonya Park.." ucap Jung Soo memeluk Ah Ra dari belakang..
"Yak!
Lepaskan! Kau tidak lihat aku sedang memasak?"
"Baiklah.."
"Kenapa
kau pulang? Belum saatnya pulang kan?"
"Memang..
Tapi aku merindukanmu.."
"Ish
kau berlebihan.."
"Siapa
yang berlebihan? Aku memang merindukanmu.. Emm, kau sedang memasak apa?"
"Tteokbokki.."
"Memangnya
kau bisa memasak?"
"Jangan
banyak tanya.." beberapa saat kemudian, masakan Ah Ra sudah siap di atas
meja..
"Apa
ini enak?" tanya Jung Soo memastikan..
"Jangan
banyak tanya dan makan saja.."
"Baiklah.."
Jung Soo mencoba sesuap makanan yang dimasak oleh Ah Ra..
"Eotte?"
"Enak..
Sangat enak.. Waahhh kau memang calon istri idaman.."
"Ish
kau ini!" untuk pertama kalinya, mereka makan siang bersama dengan
perasaan saling mencintai.. Setelah mereka selesai makan siang, mereka
berbincang di sofa..
"Siapa
yang mengatakan padamu kalau aku akan menikah dengan wanita lain?" tanya
Jung Soo..
"Kang
Sora.. Tadi dia kesini untuk mencarimu.. Dan dia bilang kalau kalian akan
segera menikah.."
"Itu
tidak benar.."
"Kau
cinta pertamanya, dia juga cinta pertamamu.. Aku merasa saat ini aku sangat
jahat.."
"Tidak,
kau tidak jahat.. Aku mencintaimu.. Bukan salahmu ataupun salahku jika kita saling
mencintai.."
"Entahah..
Aku hanya merasa kalau.."
"Yoon
Ah Ra! Apa kau akan berubah pikiran?"
"Tidak.."
"Ayo
kita pergi.."
"Kemana?
"Kemanapun,
asal aku bisa bahagia bersamamu.."
"Baiklah.."
Jung Soo menggandeng pergelangan tangan Ah Ra memasuki mobilnya.. Mereka pergi
ke tempat bermain.. Mereka juga pergi ke Dongdaemun dimana mereka membeli
berbagai macam barang unik yang mereka suka.. Bisa dibilang, mereka sedang
berkencan.. Tak cukup di Dongdaemun, mereka pergi ke Gangnam dan tempat-tempat
yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya.. Setelah mereka lelah, mereka
pergi ke bioskop untuk menonton film yang baru saja di release.. Terakhir,
mereka pergi ke Namsan Tower..
"Park
Jung Soo-ssi, terimakasih untuk hari ini.. Aku sangat senang.."
"Asal
kau senang, aku akan melakukan apapun untukmu.. Ini belum seberapa.."
"Gomawo.."
Ah Ra memeluk Jung Soo, ia menenggelamkan kepalanya di dada bidang Jung Soo..
"Kapan
aku bisa bertemu ayahmu?" celetuk Jung Soo membuat Ah Ra melepas
pelukannya..
"Apa?
Bertemu ayahku?"
"Iya..
Kapan?"
"Emhhhh..
Entahlah, aku belum memikirkan hal itu.."
"Baiklah.."
-
"Sudah
ku bilang untuk keluar dari hotel dan kembali ke Amerika kan? Kenapa kau masih
disini?" tanya Jung Soo pada Sora yang ada di depannya.. Saat ini mereka
sedang berada di sebuah kafe..
"Aku
tidak akan pergi karena aku merasa kau hanya goyah.. Kau tidak benar-benar
mencintai Yoon Ah Ra.. Kau hanya mencintai aku.."
"Aku
memang mencintaimu.. Tapi itu dulu, bukan sekarang.. Saat ini, hatiku hanya
milik Yoon Ah Ra, bukan milikmu.."
"Tidak!
Hatiku masih milikmu.. Hatiku masih sama seperti sepuluh tahun tahun lalu..
Bagaimana bisa hatimu berpaling dariku, Oppa?"
"Maaf,
Sora.. Kalaupun kita bersama, orangtua ku tak kan pernah menyetujuinya.. Aku
tidak akan pernah menentang ibuku.. Jadi, kembalilah ke Amerika dan temukan
laki-laki yang baik disana.."
"Kau
jahat!"
"Ya,
aku memang jahat.. Lebih baik aku terlihat jahat di matamu.. Itu akan lebih
mempermudah kau untuk membenciku.. Untuk terakhir kalinya aku minta, kembalilah
ke Amerika.." Jung Soo bangkit kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan
Sora yang masih duduk disana..
-
*tok tok
tok!* terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah Yoon Ah Ra..
"Siapa?!"
teriak Ah Ra dari dalam sambil berjalan menuju pintu.. Dibukanya pintu itu dan
terlihat seorang pria tampan ada dibalik pintu berwarna putih itu..
"Park
Jung Soo-ssi?! Sedang apa kau disini?"
"Aku
ingin bertemu ayahmu.. Dia ada di rumah kan?"
"Untuk
apa?"
"Siapa
yang datang, Ah Ra-ya?" tanya ayah Ah Ra yang keluar dari dalam..
"Ah,
annyeong haseyo Ahjussi.." sapa Jung Soo kemudian membungkukkan badan sambil
tersenyum manis.. Jung Soo, Ah Ra dan ayahnya telah duduk di sofa..
"Kau
presdir GDS kan?" tanya Ayah Ah Ra..
"Iya,
Ahjussi.."
"Kenapa
kau datang kemari?"
"Aku
ingin bilang kalau aku menyukai putri Anda, dan suatu hari nanti aku ingin
menikahinya.."
"Jadi
kau ingin menikahinya.. Katakan, saat pertama kali kau mengenal putriku,
bagaimana pendapatmu?"
"Saat
pertama bertemu.." Jung Soo mengingat saat pertama kali bertemu dengan Ah
Ra.. Ya, pertemuan di club malam saat Jung Soo sedang mabuk berat..
"Saat pertama
kali bertemu dengannya, menurutku dia sangat baik.." perbincangan Jung Soo
dan Ayah Ah Ra berlangsung dengan lancar dan santai.. Namun berbeda dengan Ah
Ra, ia bertingkah layaknya seorang pencuri yang akan ditangkap oleh polisi.. Ia
gugup dan jantungnya berdegup sangat kencang.. Ia takut kalau Jung Soo salah
bicara dan ia khawatir kalau ayahnya melarangnya untuk menjalin hubungan dengan
Jung Soo.. Namun ketakutan dan kekhawatiran Ah Ra tidak terjadi karena ayahnya
menyetujui hubungannya dengan Jung Soo..
-
Sebuah mobil
putih tanpa atap terparkir di depan rumah Ah Ra.. Disampingnya, berdiri seorang
pria berkacamata hitam dengan jas putih dan celana berwarna biru tua..
"Sudah
lama menunggu?" tanya Ah Ra yang baru keluar dari rumahnya..
"Tidak
terlalu lama.." jawab Jung Soo.. Sebuah senyuman manis mengembang di wajah mereka.. Jung Soo membuka pintu
mobil untuk Ah Ra kemudian ia masuk ke mobilnya dan menjalankannya.. Beberapa
menit kemudian, mereka telah sampai di sebuah rumah mewah berwarna putih dan
gold.. Ah Ra mengenal rumah itu, ya, rumah itu adalah rumah milik Nyonya Park,
Ibu dari Park Jung Soo..
"Kenapa
kita kemari?" tanya Ah Ra..
"Seperti
yang ku lakukan pada ayahmu, aku juga akan melakukan hal yang sama pada ibuku..
Aku akan minta restunya untuk menikah denganmu.." Ah Ra tersenyum manis..
Dengan menautkan tangannya di lengan Jung Soo, ia memasuki rumah itu bersama
dengan Jung Soo.. Dress putih selutut dengan balutan blazer biru tua dan
asesoris di lehernya serta sepatu dengan warna sama dengan blazernya membuat Ah
Ra terlihat anggun..
"Annyeong
haseyo, Ahjumma.." sapa Ah Ra..
"Yoon
Ah Ra?" Ibu Jung Soo menghampiri Ah Ra dan langsung memeluknya..
"Ah Ra-ya,
aku merindukanmu.."
"Nado,
Ahjumma.. Bagaimana kabar Ahjumma? Ahjumma makan dengan baik kan?" ucap Ah
Ra sambil melepas pelukannya..
"Akhir-akhir
ini aku agak kurang sehat karena anak ini tidak menuruti ucapanku.. Dia selalu
saja menemui wanita itu!" ucap Ibu Jung Soo sambil melirik Jung Soo dengan
tajam..
"Aish!
Kenapa harus aku yang jadi alasanmu, Eomma?" protes Jung Soo..
"Karena
itu semua memang karena kau! Tapi sekarang, aku akan makan dan hidup dengan
baik karena aku tau kalau kau akan menikahi Yoon Ah Ra kan?"
"Darimana
Eomma tau? Aku belum mengatakannya pada Eomma kan?"
"Aku
ini ibumu, aku tau apapun sebelum kau mengatakannya.."
"Eomma
memang yang terbaik.."
"Aku
tau itu.." obrolan mereka semakin menarik dan menyenangkan.. Baru kali ini
Jung Soo melihat ibunya sangat bahagia karea wanita yang ia cintai.. Ia
bahagia.. Dia merasa kalau dia tidak salah memberikan hati kepada Ah Ra..
Setelah dari rumah ibu Jung Soo, Ah Ra dan Jung Soo pergi ke rumah Jung Soo..
Ia bilang kalau ia punya sebuah kejutan untuk Ah Ra..
"Apa
kejutannya? Cepat berikan!" ucap Ah Ra tak sabar..
"Bersabarlah..
Ayo ikut aku.." Jung Soo merangkul pundak Ah Ra dengan mesra menuju
dapur.. Ia mendudukkan Ah Ra di sebuah kursi..
"Ada
apa ini?" tanya Ah Ra..
"Kau
duduk saja disini.. Dan jangan kemana-mana.." Jung Soo menuju kitchen set
nya untuk menyiapkan peralatan dan bahan.. Dari yang dilakukannya, terlihat ia
ingin memasak sesuatu.. Saat ia sibuk menyiapkannya, ponselnya berbunyi tanda
SMS masuk..
"Jung
Soo-ssi, ponselmu berbunyi.." ucap Ah Ra yang melihat ponsel Jung Soo
berada di sampingnya..
"Buka
saja, dan baca isi pesannya.."
"Baiklah.."
Ah Ra mengambil ponsel itu, membuka lockscreen dan membaca pesan masuk.. Pesan
dari Kang Sora..
"Oppa,
sesuai permintaanmu, besok aku akan kembali ke Amerika.. Malam ini ku mohon
temui aku di Namsan Tower.." isi pesan itu..
"Dari
siapa, sayang?" tanya Jung Soo..
"Dari
Kang Sora.. Dia bilang kalau besok dia akan pergi ke Amerika dan dia memintamu
untuk menemuinya malam ini di Namsan Tower.."
"Ouhhh.."
"Kau
mau menemuinya?"
"Tidak.."
"Kenapa?
Temui saja.. Dia sebentar lagi akan pergi kan?"
"Ku bilang
tidak, ya tidak.. Kau jangan protes.."
"Tapi..."
"Ssstttt.. Sebelum aku berkata,
aku akan memasak sesuatu untukmu.." ucap Jung Soo yang mulai memasak..
"Apa itu??"
"Hampir selesai silahkan tutup
matamu.."
"Baiklah.." Ah Ra menutup
matanya.. Beberapa menit kemudian, Jung Soo pun selesai memasak..
"Ini sangat panas.. Silakan buka
matamu.." perintah Jung Soo dan Ah Ra pun menurutinya..
"Ini ramen.. Terlihat tidak enak?
Kau kecewa karena aku hanya membuat ramen?" tanya Jung Soo yang membuat Ah
Ra bingung..
"Ramen adalah makanan yang
satu-satunya bisa aku buat dengan baik, tapi kau tahu suatu hal yang dapat aku
lakukan dengan sangat baik? Yaitu adalah dengan aku mencintaimu.."
"Park Jung Soo-ssi.."
"Yoon Ah Ra.. Aku mencintaimu..
Maukah kau menemani aku disaat susah ataupun senang, disaat sakit ataupun
sehat, disaat miskin ataupun kaya, disaat suka ataupun duka?? Yoon Ah Ra..
Maukah kau menjadi istri dan ibu bagi anak-anakku nanti??" tanya Jung
Soo.. Tanpa sadar, Ah Ra menitihkan air matanya karena terharu..
"Iya.. Aku mau.." seketika,
Jung Soo langsung memeluk Ah Ra dengan erat..
"Apa ini lamaranmu??" tanya
Ah Ra..
"Emmmmm.. Bisa dibilang
begitu.." jawab Jung Soo.. Jung Soo pun melepaskan pelukannya perlahan..
Dia mengeluarkan sebuah kotak kristal dari dalam jas putihnya.. Meletakkannya
di depan Ah Ra kemudian membukanya..
"Kalung?? Untuk apa??" tanya
Ah Ra..
"Biasanya, namja akan memberikan
cincin ketika melamar yeoja.. Tapi karena aku pernah memberikan cincin pada
orang lain, jadi aku memberikan kalung ini untukmu.." Jung Soo mengambil
kalung itu dari tempatnya..
"Biar ku pakaikan.." Ah Ra
menyibakkan rambutnya dan Jung Soo memakaikan kalung dari depan.. Jarak
diantara mereka cukup dekat.. Bahkan sangat dekat.. Ah Ra menatap mata Jung Soo
dalam.. Kejujuran dan ketulusan tersirat dari kedua mata Jung Soo.. Cup~ Ah Ra
mengecup bibir Jung Soo singkat.. Jung Soo terseyum.. Sedetik kemudian, Jung
Soo mencium bibir Ah Ra dengan penuh cinta..
-
Karena semalam Jung Soo tidak menemui
Sora, maka sebagai gantinya, Jung Soo datang ke bandara untuk mengantar Sora..
Namun ia tidak sendirian.. Seorang wanita cantik telah digandeng tangannya
dengan mesra.. Siapa lagi kalau bukan Yoon Ah Ra..
"Maaf, semalam aku tidak bisa
datang.. Aku ada urusan yang sangat penting.." ucap Jung Soo..
"Tidak apa-apa, aku
mengerti.." sahut Ah Ra..
"Tidak lama lagi kami akan
menikah, jika kau ada waktu, datanglah ke pernikahan kami.. Aku akan mengirim
undangan untukmu.."
"Baik, Oppa.. Semoga kalian
bahagia.. Aku pergi sekarang.." Sora berbalik dan melangkahkan kakinya
untuk boarding pass.. Kesedihan yang disembuyikan terlihat jelas di wajahnya..
Namun ia tak bisa memaksa Jung Soo untuk kembali padanya..
-
Setelah mengantar Sora, Jung Soo dan Ah
Ra pergi ke sebuah pantai.. Mereka duduk di sebuah batu yang cukup besar..
"Yoon Ah Ra.." Panggil Jung
Soo mesra..
"Iya.."
"Saranghae.." seketika Jung
Soo menarik Ah Ra ke pelukannya kemudian menciumnya..
~The End~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar