Super Junior - Eeteuk

Rabu, 20 Mei 2015

FF Our Contract Part 1

FF Our Contract



Title : Our Contract
Cast : Park Jung Soo, Yoon Ah Ra, Kang Sora, other.
Author : Elin Kurnia Ochtafia



Author POV.
Seorang lelaki tampan dengan pakaiannya yang sangat rapi berjalan memasuki sebuah rumah besar dengan santainya. Wajah yang terlihat sangat santai di waktu sore seperti ini memang sangat tidak wajar bagi seorang CEO sebuah perusahaan yang memiliki toserba yang tersebar di seluruh penjuru Korea Selatan. Jika biasanya orang lain memiliki wajah dan tubuh yang lemas saat pulang kerja, tapi tidak dengannya.. Dia berjalan dengan memainkan kunci mobil di tangan kanannya. Dia terus berjalan menuju kamarnya, kemudian membuka pintu kamarnya..

"Astaga!" dia terkejut hingga terjatuh ke belakang melihat seorang wanita berada di balik pintu kamarnya..
"Eomma?! Apa yang Eomma lakukan di kamarku? Membuatku kaget saja!" ucapnya kepada wanita itu yang ternyata adalah ibunya, Park Min Jung, kemudian ia berdiri..
"Eomma ingin bicara padamu, Presdir Park Jung Soo.." balasnya kepada Park Jung Soo, anaknya.. Mereka pun duduk di sofa yang ada di kamar itu..
"Bicara apa lagi? Soal pernikahan? Aigoo.. Bukankah kita sering membicarakan hal itu? Apa Eomma tidak bosan? Aku saja bosan walau hanya mendengarnya.." celetuk Jung Soo membuat ibunya memukul lengannya..
"Yak! Anak ini benar-benar!"
"Eomma, sakit! Sudahlah, Eomma.. Jangan bicarakan pernikahan lagi.. Aku baru berumur 27 tahun.. Aku masih muda kan? Teman-temanku saja belum menikah.."
"Eomma tidak peduli dengan teman-temanmu.. Diantara teman-teman Eomma, hanya Eomma yang belum punya cucu.. Cepatlah menikah agar Eomma bisa menggendong bayi.."
"Kalau Eomma ingin menggendong bayi, Eomma bisa mengadopsi banyak bayi dari panti asuhan.."
"Eomma tidak mau bayi panti asuhan! Eomma mau bayi darimu.. Menikahlah dengan wanita manapun, asalkan dia baik, sopan, bisa memberikanmu anak, dan bisa merawat keluarga, Eomma akan menyetujuinya.. Meskipun dia seorang pembantu sekalipun.."
"Aigoo, Eomma.. Jangan begitu.. Aku tidak perlu menikah dengan pembantu, karena aku sudah tau siapa wanita yang tepat untuk menjadi istriku.."
"Benarkah? Siapa?" Eomma Jung Soo bersemangat..
"Kang Sora" *plak!!* Min Jung kembali memukul lengan anaknya lebih keras..
"Eomma!"
"Anak nakal! Jangan pernah bicarakan wanita itu, apalagi menyebut namanya! Eomma tidak suka!"
"Tapi, Eomma.."
"Park Jung Soo! Biarpun hanya tersisa wanita itu di dunia ini, lebih baik Eomma mati daripada kau harus menikah dengannya.."
"Eomma jangan bilang begitu.. Aku tidak mau Eomma mati karena aku menikah dengannya.."
"Kalau begitu, carilah wanita yang tepat.."
"Hhhhhh.. Iya iya.. Sebenci itukah Eomma padanya?"
"Eomma tidak membencinya, hanya saja Eomma tidak menyukainya.. Karena ayahnya, yang telah menjadi teman lama ayahmu, malah menghancurkan ayahmu.. Dia menghianati ayahmu.. Saat kau masih ada di dalam perutku, kami berdua kehilangan semua yang kami punya. Rumah, perusahaan, semuanya.. Ayah Kang Sora mengambil semuanya.. Karena hal itu, kami harus tidur di depan toko, berpindah dari satu toko ke toko lain.. Semua rekan bisnis ayahmu tidak ada yang mau mambantu ayahmu.. Ayahmu memulai semuanya dari nol lagi tanpa bantuan siapapun.. Sampai saat ini, Eomma masih sangat mengingat hal itu dan tak akan pernah melupakannya.." Eomma Jung Soo menahan air matanya, namun air mata itu tetap menetes.. Melihat ibunya menangis, Jung Soo pun mengusap air matanya kemudian memeluknya..
"Eomma, jangan menangis.. Jangan pernah menangis.. Aku tidak bisa melihatmu menangis, Eomma.. Aku mencintaimu lebih dari apapun.." Jung Soo melepas pelukannya..
"Berjanjilah kau tidak akan mejalin hubungan lagi dengan wanita itu.. Demi ayahmu yang ada di surga.."
"Iya, Eomma.." Min Jung bangkit dari duduknya..
"Ingat! Cepatlah menikah! Eomma akan siapkan pesta yang besar untukmu!" ia berjalan menjauhi Jung Soo..
"Eomma!" Min Jung tak mempedulikannya dan keluar dari kamar juga rumah ini..
"Aishh!! Menyebalkan!" Jung Soo mengacak rambutnya.. Wajah yang tadi terlihat santai, kini berubah menjadi wajah frustasi.. Seperti itulah wajah orang setelah pulang bekerja, apalagi untuk seorang CEO yang memimpin sebuah perusahaan besar..
"Menikah?? Aigoo.. Umurku masih  27 tahun dan aku harus menikah? Mengurus perusahaan saja sudah agak membuatku pusing, ditambah aku harus menikah? Aku harus mengurus keluarga juga? Argh! Aku bisa gila!" ucap Jung Soo seorang diri.. Park Jung Soo seorang CEO muda yang baru enam tahun memimpin perusahaan bernama Gieog Department Store (GDS) ini adalah seorang pemuda tampan yang memiliki IQ tinggi.. Setelah ayahnya meninggal karena serangan jantung, mau tak mau dia harus memimpin perusahaan yang besar itu.. Karena hal itu, dia tidak memiliki waktu untuk berkumpul dengan teman-temannya.. Selain ibunya, satu-satunya wanita yang ia sukai adalah Kang Sora.. Mereka sempat menjalin hubungan, namun karena alasan yang dijelaskan oleh ibunya, Jung Soo mengakhiri hubungannya dengan Kang Sora dan Kang Sora pun pergi ke Amerika..
-
"Nona Yoon Ah Ra, ini laporan tamu minggu ini.." ucap seorang lelaki berkacamata yang memberikan  sebuah berkas kepada seorang wanita yang dipanggilnya Yoon Ah Ra yang sedang berjalan.. Ah Ra menerima berkas itu..
"Oh, terimakasih.. Akan ku lihat nanti di ruanganku.. Kembalilah bekerja!" perintahnya..
"Baik.. Laki-laki itu menundukkan kepalanya kemudian pergi.. Sementara Yoon Ah Ra tetap berjalan menuju ruangannya..Yoon Ah Ra adalah seorang manager di salah satu hotel terbesar di Seoul, Diamond Hotel.. Dia mulai bekerja empat tahun lalu saat usianya 21 tahun sebagai resepsionis.. Makin hari dia mampu menunjukkan kecerdasannya dalam bekerja hingga menjadi manager seperti saat ini.. Ah Ra tinggal dengan ayahnya.. Ibunya meninggal ketika Ah Ra masih SMP.. Sejak kecil, Ah Ra dikenal sebagai anak yang pintar,  hal itu terbukti ketika ia menjadi lulusan terbaik di salah satu universitas dan juga menjadi lulusan terbaik di Korea Selatan.. Selain bekerja sebagai manager, Ah Ra juga memiliki butik sebagai usaha sampingannya.. Sebagai seorang manager juga pemilik butik yang pekerja keras, Ah Ra belum sedikitpun memikirkan tentang cinta apalagi pernikahan..
"Manager Yoon!" panggil seorang laki-laki ketika Ah Ra akan memasuki ruangannya..
"Ada apa?" tanya Ah Ra..
"Presdir memanggilmu.."
"Kenapa? Ada sesuatu yang salah?"
"Entahlah.. Cepatlah!"
"Baiklah.." Ah Ra pun pergi ke ruangan presdir hotel bersama laki-laki tadi yang ternyata sekretaris presdir hotel.. *tok tok tok!* Ah Ra mengetuk pintu ruangan kemudian memasukinya..
"Presdir mencari saya?" tanya Ah Ra..
"Iya, Manager Yoon.. Apakah pihak dari Gieog Department Store sudah menemuimu untuk melakukan survei lokasi pertemuan di hotel kita?"
"Belum, Presdir.. Menurut perjanjian, mereka seharusnya datang kemarin, tapi karena ada suatu hal, mereka membatalkannya dan akan datang hari ini.."
"Kau sudah mempersiapkan semuanya?"
"Sudah, Presdir.."       
"Baguslah.. Silakan kembali bekerja.."
"Baik, Presdir.." Ah Ra menundukkan  kepalanya kemudian pergi dari ruangan itu.. Ah Ra melihat jam tangannya.. Jarum menunjukkan pukul 01.50, sepuluh menit lagi pihak dari GDS akan tiba di Diamond Hotel.. Ah Ra berjalan menuju pintu masuk untuk menyambut pihak dari GDS.. Lima menit berlalu, terlihat sebuah mobil berwarna putih berjalan dan berhenti di depan Yoon Ah Ra.. Seorang laki-laki keluar dari mobil itu setelah pintu mobil dibukakan oleh seorang laki-laki yang sepertinya adalah sekretarisnya..
"Annyeong haseyo.. Selamat datang di Diamond Hotel.." sapa Ah Ra pada laki-laki itu, Park Jung Soo, dengan menundukkan kepala.. Ketika saling melihat wajah satu sama lain, Jung Soo dan Ah Ra pun terkejut..
"Kau?!" ucap mereka bersamaan..
*Flashback*
Ah Ra berjalan ke sebuah club malam untuk menjemput temannya yang mabuk.. Namun ketika ia akan memasuki club malam itu, ia ditabrak oleh seorang laki-laki yang sedang mabuk berat.. Dia adalah Park Jung Soo.. Jung Soo menabrak Ah Ra hingga terjatuh..
"Hei kau!! Apa yang kau lakukan?!" teriak Ah Ra.. Jung Soo tetap diam tak menjawab..
"Menyingkirlah dariku, Tuan!" Ah Ra menyingkirkan Jung Soo dari atas tubuhnya dan mencoba berdiri tapi Jung Soo memegang tangannya..
"Yak! Lepaskan tanganku!" teriak Ah Ra..
"Hhhh.. Suaramu sangat nyaring.. Kau pasti perempuan.. Menikahlah.. Denganku.." racau Jung Soo dengan nada orang yang mabuk berat..
"Dasar namja gila! Lepaskan tanganku!" Jung Soo memegang tangan Ah Ra semakin kencang..
"Aishh!! Namja ini benar-benar!" Ah Ra melihat ke sekeliling dan ia melihat taksi.. Tanpa pikir panjang, ia memanggil taksi itu kemudian memasukkan Jung Soo ke dalam taksi. Jung Soo tetap memegang tangan Ah Ra dengan erat..
"Hei Tuan! Lepaskan tanganku!" ucap Ah Ra.. Jung Soo tak mempedulikannya..
"Sial!!" dengan terpaksa, Ah Ra masuk ke taksi itu..
"Kita akan kemana, nona?" tanya supir taksi..
"Sebentar.." Ah Ra mengambil dompet Jung Soo dan mengatakan alamat rumah yang tertera di KTP Jung Soo.. 15 menit kemudian, mereka telah sampai di rumah Jung Soo.. Ah Ra memencet bel rumah itu.. Seorang wanita berpakaian pembantu membukakan pintu dan membantu Ah Ra membawa Jung Soo ke kamarnya..
"Hei Kau! Menikahlah denganku!" racau Jung Soo saat terbaring di ranjangnya..
"Dasar namja gila!" balas Ah Ra..
"Terimakasih telah mengantarkan Tuan ke rumah, Nona..." ucap pembantu itu..
"Yoon Ah Ra.." sambung Ah Ra..
"Iya, Nona Yoon Ah Ra.. Terimakasih.."
"Sama-sama, aku pergi dulu.." ucap Ah Ra menundukkan kepala kemudian pergi dari rumah itu..
"Argh! Benar-benar menyebalkan! Namja gila!" racau Ah Ra..
"Omo! Shin Yumi!" Ah Ra mengingat temannya yang harus ia jemput dan dia pun langsung pergi ke club malam tadi..
*Flashback End*
"Manager Yoon, dia adalah CEO Gieog Department Store.." bisik seseorang kepada Ah Ra yang membuat Ah Ra terkejut..
"Selamat datang, Tuan.. Silakan melihat hotel kami.. Saya Manager..."
"Yoon Ah Ra.." Jung Soo memotong kalimat Ah Ra yang membuat semua orang terkejut.. Ah Ra tetap berusaha bersikap tenang..
"Mari.." ajak Ah Ra.. Rombongan Ah Ra dan Jung Soo melihat lokasi di hotel yang akan dijadikan tempat pertemuan CEO dari berbagai department store untuk menjalin kerja sama..
"Nona Yoon Ah Ra, jam berapa kau pulang dari club malam?" celetuk Jung Soo membuat banyak orang sedikit ribut..
"Manager Yoon, apa benar kau pergi ke club malam?" tanya salah satu karyawan hotel..
"Aku memang pergi kesana, tapi untuk menjemput temanku yang sedang mabuk.." jawab Ah Ra..
"Benarkah?" balas Jung Soo..
"Maaf Presdir..." Ah Re menggantung kalimatnya..
"Park Jung Soo.." sambung Jung Soo..
"Maaf Presdir Park Jung Soo, bisakah kita kembali ke pekerjaan??" tanya Ah Ra..
"Baik.." Ah Ra dan Jung Soo kembali mendiskusikan pekerjaan mereka..
"Manager Yoon, kau bisa menyelesaikan ini kan?" ucap salah seorang karyawan hotel..
"Iya.. Jika kalian masih punya banyak pekerjaan, silakan kembali bekerja.." jawab Ah Ra..
"Baik, manager.." karyawan hotel yang lain pun pergi meninggalkan diskusi untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.. Hanya tersisa Ah Ra, Jung Soo dan sekertarisnya di ruangan itu..
"Young Shin!" panggil Jung Soo pada sekertarisnya..
"Iya, Presdir.."
"Ambilkan tas yang ada di mobil!"
"Baik, Presdir.." Lee Young Shin pun pergi mengambil tas atas perintah Jung Soo.. Tersisa Jung Soo dan Ah Ra di ruangan itu..
"Nona Yoon Ah Ra.. Terimakasih atas bantuanmu semalam.." ucap Jung Soo..
"Kau bilang terimakasih setelah mengatakan kepada karyawan hotel kalau aku pergi ke club malam?? Hhh.. Lucu sekali.."
"Aku frustasi.."
"Kenapa kau mengatakannya padaku? Tak ada gunanya kau mengatakan urusan pribadimu di depanku, Tuan Park Jung Soo.."
"Ibuku memintaku untuk segera menikah.."
"Yak! Hentikan, Tuan Park! Sudah ku bilang jangan ceritakan masalah pribadimu padaku.. Aku tidak tertarik!"
"Yeoja ini benar-benar!"
"Apa alkohol masih mempengaruhi fikiranmu?? Sepertinya semalam kau mabuk berat.."
"Presdir, ini tas Anda.." ucap Young Shin yang tiba-tiba masuk memberikan tas pada Jung Soo.."
"Terimakasih.." Jung Soo mengeluarkan sebuah berkas dari dalam tasnya..
"Ini adalah surat penyewaan ruang pertemuan dan kamar di hotel ini selama 4 hari ke depan.." ucap Jung Soo sambil mengajukan berkas intuk ditandatangani oleh Ah Ra.. Setelah membaca isi surat itu, Ah Ra pun menandatanganinya.. Mereka bertiga berdiri..
"Terimakasih, Nona Yoon Ah Ra.. Senang bekerja dengan Anda.." ucap Leeteuk saat berjabat tangan dengan Ah Ra..
"Terimakasih Presdir Park Jung Soo.." jawab Ah Ra..
-
"Sudah menemukan wanita??" tanya Min Jung saat Jung Soo memasuki rumahnya..
"Belum.. Eomma ku mohon.. Berhentilah menekanku.. Aku akan menemukan wanita yang cocok untuk ku nikahi.."
"Baiklah.. Kau sudah makan? Eomma sudah menyiapkan makan malam untukmu.. Makanlah.. Eomma pergi.." Min Jung pergi dari dari rumah anaknya.. Setelah membersihkan badan, Jung Soo pun menuju meja makan untuk makan malam..
-
"Ah Ra, kau sudah pulang?" ucap ayah Ah Ra, Yoon Sang Won..
"Iya, Appa.."
"Duduklah, Appa sudah membuat makan malam untuk kita.."
"Ahhh.. Gomawo, Appa.. Padahal aku ingin mengajak Appa makan di luar.."
"Untuk apa makan di luar? Jangan menghabiskan banyak uang.."
"Iya, iya.. Appa yang terbaik.."
***
Pagi hari, Ah Ra telah tiba di Diamond Hotel.. Setelah dia memasuki ruangannya, ia langsung menuju ke tempat pertemuan untuk mengecek kembali dan memastikan bahwa tidak ada kesalahan di dalam ruang pertemuan.. Setelah ia yakin kalau tak ada kesalahan, Ah Ra kembali ke pintu masuk Hotel untuk menyambut para tamu yang hari ini akan tiba dihotel.. Satu per satu CEO dari negara lain mulai berdatangan.. Ah Ra pun meminta satu per satu karyawan hotel untuk mengantarkan para CEO menuju kamar mereka.. Mobil terakhir pun tiba.. Jung Soo keluar dari mobil itu..
"Apa mereka sudah datang?" tanya Jung Soo pada Ah Ra..
"Sudah, Tuan.." jawab Ah Ra..
"Lalu, dimana kamarku?"
"Silakan ikuti karyawan kami.."
"Tidak, manager Yoon! Aku mau kau yang mengantarku.." ucap Leeteuk dengan senyum evilnya..
"Hhhh.." Ah Ra membuang nafas dan memutar bola matanya..
"Baiklah.. Silakan.." lanjutnya.. Ah Ra menuju resepsionis untuk meminta kunci kamar dan mengajak Jung Soo untuk menuju kamarnya..
"Ini kamar Anda dan ini kuncinya.." ucap Ah Ra di depan sebuah kamar kemudian memberikan kunci pada Jung Soo..
"Baik, terimakasih, Manager Yoon.."
"Jika Anda membutuhkan sesuatu, Anda bisa memanggil karyawan kami.. Di samping telepon yang ada di dalam, terdapat nomor resepsionis yang bisa dihubungi.. Katakan apa yang Anda butuhkan, maka Anda akan mendapatkannya.."
"Aku tau, Yoon Ah Ra.. Ini bukan pertama kalinya aku menginap di hotel.." ucap Jung Soo kemudian masuk ke kamarnya meninggalkan Ah Ra..
"Aish! Orang itu benar-benar menyebalkan!" ucap Ah Ra kesal kemudian kembali ke ruangannya.. Keesokan harinya pertemuan CEO pun telah dibuka.. Sebagai tuan rumah, CEO GDS, Park Jung Soo lah yang membuka acara ini.. Pertemuan sepuluh tahunan ini adalah pertemuan terbesar pertama yang dilakukan oleh Jung Soo karena biasanya ayahnyalah yang melakukannya.. Acara ini juga pertama kalinya dilakukan di Korea.. Sebagai CEO termuda yang bisa juga disebut pemula, Jung Soo mempersiapkan semuanya dengan baik tanpa kesalahan sedikitpun.. Setelah pembukaan selesai, mereka melanjutkan dengan diskusi tentang kerja sama antara beberapa perusahaan..
"Presdir.. Komisaris Park berada disini.." bisik Young Shin pada Jung Soo..
"Apa? Dimana?" tanya Jung Soo..
"Di depan.."
"Maaf.. Permisi sebentar.." ucap Jung Soo pada CEO lain kemudian pergi menemui ibunya..
"Eomma, apa yang Eomma lakukan disini?" tanya Jung Soo saat menemui ibunya..
"Eomma ingin menyapa CEO lain dan siapa tau ada wanita yang bisa menjadi istrimu.."
"Menyapa CEO lain tak masalah.. Tapi mencari wanita? Tak ada wanita, Eomma.. Semua CEO itu laki-laki.."
"Kalau begitu, Eomma akan cari di hotel ini.." mendengar ucapan ibunya, Jung Soo pun bingung.. Jung Soo berpikir bagaimana cara agar ibunya tak mencari wanita di hotel itu.. Jung Soo melihat sekeliling dan ia melihat Ah Ra berjalan sambil membaca berkas di tangannya..
"Eomma tak perlu mencari wanita untukku karena aku sudah punya wanita untuk ku nikahi.." ucap Jung Soo..
"Benarkah? Siapa? Dimana dia?" tanya ibu Jung Soo..
"Manager Yoon!" panggil Jung Soo..
"Iya, Tuan.." Ah Ra pun mendekat ke arah Jung Soo dan menundukan kepala memberi hormat..
"Perkenalkan, ini ibuku.." ucap Jung Soo..
"Annyeong haseyo.. Saya Yoon Ah Ra.." ucap Ah Ra dengan sopan..
"Aku Park Min Jung, ibu Jung Soo.."
"Dialah wanita itu Eomma, wanita yang akan ku nikahi.." ucap Jung Soo polos..
"Mwo?" Ah Ra terkejut..
"Tuan Park Jung Soo, apa yang kau katakan??" bisik Ah Ra..
"Diamlah sebentar, Manager Yoon.." balas Jung Soo..
"Eomma, dia adalah manager di hotel ini.."
"Pilihan yang bagus, Jung Soo.. Dia cantik dan punya karir yang bagus.. Eomma akan persiapkan pernikahan yang besar untuk kalian.."
"Ani, Eomma.. Jangan dulu.."
"Wae?"
"Dia bilang padaku kalau dia ingin fokus kepada karirnya dulu.. Dia belum ingin menikah.."
"Dia tetap masih bisa bekerja setelah menikah.."
"Eomma, hargailah keputusannya.."
"Baiklah.."
"Kalau begitu, Eomma pulanglah.. Aku harus kembali ke dalam.."
"Baiklah, Eomma pulang.. Tapi setelah pertemuan ini selesai, ajaklah dia ke rumah Eomma.. Kita makan malam bersama.."
"Pasti, Eomma.. Kita akan datang.. Iya kan, Sayang?" ucap Jung Soo pada Ah Ra..
"Tuan Park Jung Soo!" bisik Ah Ra dengan death glare-nya..
"Sudah.. Bilang saja iya.." jawab Jung Soo..
"Ehmmm.. I i iya.." ucap Ah Ra pasrah..
"Baiklah, Eomma pulang.." ucap ibu Jung Soo kemudian pergi.. Setelah ibu Jung Soo tak terlihat lagi, Ah Ra kembali mengeluarkan death glare-nya pada Jung Soo..
"Tuan Park Jung Soo!" ucap Ah Ra..
"Apa yang tadi kau katakan?!" sambungnya..
"Ahhhh.. Nona Yoon.. Maafkan aku.. Aku terpaksa melakukan itu.."
"Kau ini benar-benar! Jangan katakan hal itu lagi!" Ah Ra meniup poninya kemudian berlalu dari hadapan Jung Soo..
-
Pertemuan para CEO telah berakhir, pertemuan ini membuat Jung Soo berhasil melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan.. Dan para CEO pun kembali ke negara asal mereka..
"Park Jung Soo, kau bisa membawa Ah Ra malam ini?" tanya Ibu Jung Soo ketika Jung Soo memasuki rumahnya..
"Eomma, aku lelah.. Ah Ra tidak bisa datang malam ini.. Dia sibuk.. Aku akan bilang pada Eomma jika Ah Ra mau datang untuk makan malam.."
"Baiklah.. Cepat beritau Eomma.. Kau istirahatlah dulu, Eomma sudah menyiapkan makanan untukmu..
"Terimakasih, Eomma.."
***
Keesokan harinya Jung Soo mengenakan hoodie, topi dan kacamatanya.. Dia berpakaian seperti itu untuk mencari wanita yang mau berpura-pura menjadi calon istrinya.. Tapi dari sekian banyak wanita yang ia temui, tak ada satupun wanita yang mau membantu menyelesaikan masalahnya karena menurut mereka, Jung Soo terlihat seperti orang gila..
"Usaha yang bagus, Tuan Park Jung Soo.." celetuk Ah Ra dari arah belakang Jung Soo yang membuat Jung Soo terkejut..
"Yoon Ah Ra! Apa yang kau lakukan disini?" tanya Jung Soo..
"Aku sedang merefreshkan otakku.." jawab Ah Ra sambil menunjukkan belanjaannya..
"Kau tidak bekerja?" tanya Jung Soo lagi..
"Aku minta cuti tiga hari pada presdirku.."
"Kau diizinkan?"
"Tentu saja.. Aku ini karyawan terbaiknya, tidak mungkin kalau presdir tidak memberiku cuti.. Lagi pula, jika dia tidak mengizinkanku, aku tidak ada disini.. Dasar bodoh.."
"Apa katamu?! Beraninya kau memanggilku begitu!"
"Kenapa? Melihat pakaianmu sekarang, kau sedang tidak bekerja.. Jadi aku tidak perlu bersikap formal padamu, Park Jung Soo.." ucapan Ah Ra yang menyebut nama Jung Soo pun mengundang perhatian beberapa pegawai mall karena memang mereka saat ini berada di GDS..
"Yoon Ah Ra! Ikut denganku!" Jung Soo menarik tangan Ah Ra dan membawanya pergi..
"Yak! Kau mau membawaku kemana?!" Jung Soo memasukkan Ah Ra ke dalam mobilnya kemudian membawanya pergi..
"Katakan padaku, kita akan kemana?!" teriak Ah Ra di dalam mobil Jung Soo..
"Sudah diamlah Yoon Ah Ra!" beberapa menit kemudian, Jung Soo menghentikan mobilnya di sebuah taman.. Mereka berdua keluar dari mobil.. Jung Soo duduk di sebuah bangku yang menghadap ke danau dan diikuti oleh Ah Ra..
"Untuk apa kau mengajakku kesini?" tanya Ah Ra..
"Entahlah, Ah Ra.. Aku bingung.. Eomma selalu saja mendesakku untuk segera menikah.. Aku sama sekali belum memikirkan pernikahan.. Dari pagi aku mencari wanita yang bersedia membantuku, tapi tidak ada satupun yang mau.. Ah Ra, ku mohon.. Bantu aku.." Jung Soo menatap Ah Ra dengan wajah melasnya..
"Apa? Aku? Tidak! Aku tidak mau! Kenapa harus aku?"
"Ku mohon, Ah Ra.. Aku sudah berusaha mencari orang lain, tapi tidak ada yang mau.."
"Kau kira aku mau? Aku juga tidak mau.."
"Ah Ra, ku mohon.." Jung Soo berlutut di depan Ah Ra..
"Park Jung Soo, apa yang kau lakukan?!"
"Ku mohon, bantulah aku.. Kau hanya harus berpura-pura menjadi calon istriku.."
"Apa?! Tidak!"
"Kalau kau tidak mau menjadi calon istri palsuku, jadilah pacar palsuku.."
"Itu sama saja, Tuan Park!"
"Lalu apa, Ah Ra? Kau sudah menolongku saat aku mabuk, tidak bisakah kau menolongku sekali lagi? Lagi pula, aku sudah terlanjur bilang pada Eomma kalau kau adalah calon istriku.. Ku mohon bantu aku.."
"Bangunlah, Park Jung Soo!"
"Tidak! Aku tidak mau bangun sebelum kau bilang mau membantuku.."
"Cepatlah bangun!"
"Tidak!"
"Aish! Dasar namja gila! Iya, iya! Aku mau membantumu.."
"Benarkah?"
"Iya, cepatlah bangun.." Jung Soo pun kembali duduk di samping Ah Ra..
"Apa yang harus ku lakukan?" tanya Ah Ra..
"Kau hanya harus berpura-pura menjadi pacar palsuku.. Kita akan melakukannya di depan ibuku.. Sandiwara ini akan berakhir ketika aku telah menemukan orang yang aku cintai.. Dengan begitu, ibuku tidak akan menekanku untuk segera menikah lagi.."
"Lalu, keuntungan apa yang akan kau berikan padaku sebagai imbalannya?"
"Aku akan memberikan apapun yang kau minta.. Uang, mobil, rumah.. Apapun.."
"Kau membayar harga diriku dengan materi?? Kau kira aku wanita seperti apa?!"
"Lalu apa yang kau minta?"
"Kau memintaku melakukan hal yang kau mau, sebagai gantinya, kau juga harus bersedia melakukan hal yang ku mau.. Bagaimana?"
"Baik, aku setuju.. Besok datanglah ke kantorku.. Aku akan membuat surat kontrak antara kau dan aku.."
"Baik!" Jung Soo dan Ah Ra pun bersalaman sambil melemparkan senyuman mereka..
"Ngomong-ngomong, kapan kau akan makan malam di rumahku?" tanya Jung Soo..
"Makan malam?" Ah Ra mengingat kalau ibu Jung Soo pernah mengundangnya untuk makan malam..
"Terserah kau saja.." ucap Ah Ra..
"Bagaimana kalau malam ini?"
"Malam ini?"
"Iya, apa kau sibuk?"
"Emh.. Tidak.."
"Baiklah, aku akan menjemputmu.. Dimana rumahmu?"
"Rumahku? Emhh.. Kau.. Kau tidak usah ke rumahku.. Kau tunggu saja aku di taman bunga peoni.. Kau tau kan?"
"Iya, aku tau.. Sekarang, ikutlah denganku!" Jung Soo kembali menggandeng tangan Ah Ra..
"Kita mau kemana?" tanya Ah Ra..
"Kita akan beli pakaian untuk kau pakai saat makan malam.."
"Apa?! Aku sudah beli baju.." Jung Soo memasukan Ah Ra ke dalam mobilnya kemudian pergi ke GDS..
"Aku ingin kau terlihat cantik di depan ibuku.."
"Ish! Dasar namja gila!" mereka telah sampai di GDS.. Jung Soo membelikan sebuah gaun dan sepatu yang sangat cantik untuk Ah Ra..
"Apa ini tidak terlalu berlebihan? Kita hanya pura-pura kan?" tanya Ah Ra..
"Meskipun kita hanya pura-pura, kita harus terlihat nyata kan?"
"Terserah kau saja!" Jung Soo mengambil ponselnya kemudian menelfon ibunya.. Dia memberitaukan kalau malam ini Ah Ra akan datang untuk makan malam..
"Petang nanti, di taman bunga peoni.." ucap Jung Soo..
"Baik.." jawab Ah Ra.. Ah Ra pun berjalan keluar dari GDS dan menuju mobilnya..
"Huffttt.. Untung saja orang itu kembali membawaku kesini.." ucap Ah Ra yang kemudian memasuki mobil lalu menjalankannya..
-
 Jung Soo keluar dari mobil kemudian bersandar di sisi mobil.. Lima menit kemudian, Ah Ra berjalan ke arah Jung Soo dengan pakaian yang Jung Soo belikan..
"Kau sudah lama menunggu?" tanya Ah Ra..
"Iya! Kau sangat lama.. Aku sudah dua jam menunggu.." jawab Jung Soo..
"Apa? Benarkah? Apa jam tanganku salah?" Ah Ra melihat jam tangan di tangan kirinya..
"Haha.. Tidak.. Aku hanya menunggu lima menit.."
"Ish! Kau ini?!"
"Masuklah.." Jung Soo membukakan pintu mobil untuk Ah Ra..
"Gomawo.." Ah Ra pun masuk ke mobil Jung Soo.. Beberapa menit kemudian, Jung Soo dan Ah Ra sampai di rumah ibu Jung Soo.. Sesampainya disana, Jung Soo dan Ah Ra disambut oleh ibunya..
"Annyeong haseyo.." sapa Ah Ra..
"Bagaimana kabarmu?" tanya ibu Jung Soo..
"Aku baik-baik saja.. Maaf, aku baru bisa datang sekarang.."
"Tidak apa-apa.. Jung Soo bilang kau sedang sibuk, makanya kau tidak bisa datang.." Ah Ra melirik Jung Soo sebentar kemudian tersenyum pada Ibu Jung Soo.. Mereka pun makan malam bersama..
"Sejak kapan kau bekerja di Diamond Hotel?" tanya Ibu Jung Soo..
"Sejak empat tahun lalu.."
"Ku dengar, kau juga punya butik.. Benarkah itu?"
"Ah.. Iya.. Darimana Anda tau?"
"Kau tidak perlu heran, aku punya banyak koneksi.."
"Ouhhh.."
"Pilihan yang tepat, Sayang.." ucap Ibu Jung Soo..
"Apa?" tanya Jung Soo tak mengerti..
"Kau pintar memilih pasangan.. Dia cantik, pintar, berkarir, dan pengusaha.. Eomma suka dia.."
"Ahhh, Ahjumma terlalu memuji.." ucap Ah Ra malu..
Setelah makan malam, mereka mengobrol bersama.. Tidak begitu lama, ibu Jung Soo sudah bisa akrab dengan Ah Ra..
"Eomma, sudah malam.. Kami harus pulang.. Besok, kami juga harus bekerja.." ucap Jung Soo..
"Ya sudah, kalian pulanglah.. Hati-hati di jalan.. Lain waktu, kita berkumpul lagi.."
"Tentu, Ahjumma.." Jung Soo dan Ah Ra pun meninggalkan rumah itu..
"Akan ku antar kau sampai di rumah.." ucap Jung Soo..
"Tidak perlu! Kau cukup mengantarku sampai taman bunga peoni.."
"Memangnya kenapa?"
"Ayahku di rumah, Ayah tidak suka kalau aku pulang dengan laki-laki.."
"Benarkah?"
"Iya.."
"Baiklah.. Aku akan megantarmu ke taman bunga peoni.."
"Gomawo.."
"Kau tidak perlu berterimakasih.. Akulah yang harusnya berterimakasih.." Ah Ra tersenyum.. Beberapa menit kemudian, mereka sampai di taman bunga peoni..
"Terimakasih sudah mengantarku.."
"Sama-sama.. Kau yakin tidak mau ku antar sampai rumah?"
"Aku yakin.. Aku pulang dulu.. Selamat malam.." Ah Ra menundukkan kepala kemudian berjalan pulang.. Keeseokan harinya, sesuai permintaan Jung Soo, Ah Ra pergi ke ruangan Jung Soo di GDS untuk menandatangani surat kontrak berpacaran..
"Baik, Nona Yoon Ah Ra.. Sesuai yang ku katakan.. Sandiwara ini akan berakhir ketika aku menemukan wanita yang aku cintai.. Selama kontrak ini masih aktif, kau harus menuruti perintahku dan sebagai gantinya, aku juga akan menuruti perintahmu.. Namun itu hanya jika berhubungan dengan kontrak.. Kau mengerti?" tanya Jung Soo..
"Ada satu hal lagi, aku tidak mau berciuman.." ucap Ah Ra..
"Wae?"
"Aku bilang tidak mau ya tidak mau.. Jangan banyak tanya.."
"Baiklah, tidak ada berciuman.. Silahkan tanda tangan.." Ah Ra dan Jung Soo pun menandatangani surat itu.. Masing-masing dari mereka memiliki surat kontrak itu untuk diri mereka sendiri..
-
Beberapa hari kemudian, kabar hubungan antara Ah Ra dan Jung Soo dimuat di berbagai berita.. Hal itu membuat Ah Ra menjadi bahan perbincangan di hotel.. Saat jam makan siang, Ah Ra pergi ke GDS dan menemui Jung Soo..
"Tuan Park! Apa ini?" Ah Ra melemparkan koran dan majalah di depan Jung Soo.. Jung Soo melihat majalah dan koran itu..
"Kenapa ini bisa terjadi, Tuan Park?!"
"Ah Ra, aku tidak tau tentang hal ini.."
"Bagaimana bisa kau tidak tau? Kau pasti sengaja melakukan ini kan? Gara-gara hal ini, aku menjadi bahan perbincangan seisi Diamond Hotel.."
"Ah Ra, aku tidak bohong.. Aku benar-benar tidak tau tentang masalah ini.."
"Jelaskan itu di depan wartawan.." Ah Ra berjalan membuka pintu ruangan Jung Soo, namun, di depan ruangan itu sudah banyak wartawan yang menghadangnya.. Mereka mengajukan banyak pertanyaan.. Ah Ra hanya diam.. Jung Soo pun menghampiri para wartawan itu..
"Tuan Park, benarkah Anda berpacaran dengan Nona Yoon Ah Ra? Sepertinya hal itu benar karena Nona Yoon Ah Ra baru saja keluar dari ruangan Anda.." tanya salah satu wartawan.. Ah Ra dan Jung Soo saling berpandangan..
"Berita itu memang benar.. Tapi aku mohon pada kalian, jangan muat berita kami di media manapun lagi.. Aku dan Ah Ra tidak menyukainya.. Jika aku masih melihat berita itu lagi, aku akan melaporkan kalian ke polisi atas tindakan mengganggu kenyamanan seseorang.." jawab Jung Soo.. Setelah mendengar ucapan Jung Soo, para wartawan itu pergi satu persatu dari sana..
"Kau sudah makan?" tanya Jung Soo..
"Apa? Ehhh.. Sudah.."
"Kau pasti belum makan.. Ayo kita makan.." Jung Soo menggandeng tangan Ah Ra ke restoran untuk makan siang.. *tltltltltltltltllttt* ponsel Ah Ra berbunyi..
"Yoboseyo.." ucap Ah Ra..
"Wae?"
"Aku sedang makan siang.."
"Di restoran dekat GDS.."
"Untuk apa?"
"Tidak usah.."
"Aish! Terserah kau saja.." Ah Ra menutup panggilan telfonnya..
"Siapa?" tanya Jung Soo..
"Temanku.. Dia bilang ingin bertemu denganku.. Ini semua gara-gara berita itu.."
"Percayalah, aku tidak tau apapun soal berita itu.."
"Iya, iya.. Aku percaya.." beberapa saat kemudian, teman-teman Ah Ra datang ke  restoran itu..
"Ah Ra!" Panggil salah satu teman Ah Ra yang bernama Song Min.. Tiga teman Ah Ra menghampiri meja Ah Ra..
"Kau benar-benar Yoon Ah Ra?" timpal Ga In..
"Memangnya kenapa?" tanya Ah Ra..
"Kau berubah.. Kau jadi sangat cantik.. Tujuh tahun kita berpisah.. Kau jadi sombong pada kami.." ucap Yoon Ju.. Ah Ra hanya menghela nafas..
"Berita di media itu, apa itu benar?" tanya Ga In..
"Memangnya kenapa?"
"Kau ini! Dari tadi hanya menjawab begitu.. Kami hanya tidak percaya kalau itu kau.. Kau kan dulu culun, berkaca mata, tidak cantik sama sekali.." ucap  Song Min membuat Jung Soo tertawa..
"Hei! Kenapa kau tertawa?!" ucap Ah Ra pada Jung Soo yang menertawakannya.. Ketiga teman Ah Ra memandangi Jung Soo dengan tatapan kagum..
"Dia kan laki-laki yang ada di majalah bersama Ah Ra.." ucap Yoon Ju..
"Ah Ra, jadi berita itu benar?" lanjut Yoon Ju..
"Seperti yang kalian lihat.." ucap Ah Ra..
"Annyeong haseyo.. Nan, Park Jung Soo ibnida.." sapa Jung Soo pada teman Ah Ra..
"Jam makan siang sudah habis.. Aku harus kembali bekerja.." ucap Ah Ra yang melihat jam tangannya..
"Aku juga.. Emm.. Kami pergi dulu.. Sampai jumpa.." Jung Soo menggandeng Ah Ra keluar restoran menuju GDS karena mobil Ah Ra ada disana..
"Waahhh.. Park Jung Soo itu sangat tampan.." ucap teman Ah Ra bersamaan.. Setelah sampai di GDS, Ah Ra mengemudikan mobilnya ke Diamond Hotel..
-
Beberapa hari kemudian, Ah Ra menerima undangan pernikahan salah satu temannya.. Setelah Ah Ra menerima undangan, ia mendapat SMS dari temannya kalau ia harus membawa pasangan ke pesta pernikahan karena semua undangan akan datang dengan pasangannya.. Bagi undangan yang tidak membawa pasangannya, ia harus memberikan hadiah apapun yang diminta oleh sang pengantin.. Setelah membaca SMS itu, Ah Ra pun memberitau Jung Soo dan meminta Jung Soo menemaninya ke pesta itu.. Namun jung Soo menolaknya.. Karena kesal, Ah Ra pergi ke GDS untuk menemui Jung Soo..
"Tuan Park!" ucap Ah Ra setelah memasuki ruangan Jung Soo..
"Ada apa?"
"Kenapa kau menolak permintaanku? Bukankah kita sepakat kalau kita akan menuruti permintaan satu sama lain?"
"Aku tau, tapi itu kalau ada hubungannya dengan kontrak.."
"Kau kira ini tidak ada hubungannya?"
"Memang tidak ada kan? Permintaanmu hanya tentang kau tidak mau menuruti permintaan pengantin.. Iya kan? Ini masalah kau tidak mau mengeluarkan banyak uamg.."
"Jadi kau tidak mau membantuku?"
"Ya.."
"Baiklah.. Terimakasih.." Ah Ra membanting pintu ruangan Jung Soo dengan keras.. Ah Ra kesal karena Jung Soo tak mau membantunya.. Akhirnya Ah Ra pasrah dan ia akan menuruti permintaan temannya itu..
Ketika pesta pernikahan itu tiba, Ah Ra mengendarai mobilnya sendirian.. Ketika akan melewati taman bunga peoni, ia dihadang oleh sebuah mobil limousine putih, Ah Ra pun menghentikan mobilnya dan keluar dari mobilnya.. Terlihat Jung Soo dengan tuxedo putihnya keluar dari mobil itu..
"Park Jung Soo-ssi? Apa yang kau lakukan disini?" tanya Ah Ra..
"Kau pernah bilang kalau kau akan ke pesta pernikahan kan?"
"Iya, tapi darimana kau tau kalau hari ini aku pergi?"
"Itu bukan urusanmu.. Cepat masuk!"
"Kau bilang kau tidak mau pergi denganku?"
"Aku berubah pikiran, cepat masuk!" Jung Soo mendorong Ah Ra memasuki limousine..
"Tunggu, bagaimana dengan mobilku?" tanya Ah Ra..
"Kau jangan khawatir, aku sudah mengurusnya.." jawab Jung Soo.. Ah Ra pun diam..
"Kita ke GDS.." ucap Jung Soo..
"Untuk apa?"
"Kau akan ke pesta pernikahan dengan penampilan seperti ini? Sekarang kau akan kesana sebagai pasangan Park Jung Soo.. Kau harus terlihat sempurna.."
“Nanti kita terlambat..”
“Terlambat sebentar tak masalah kan?” ketika sampai di GDS, Jung Soo membelikan gaun untuk Ah Ra, kemudian membawanya ke salon.. Jung Soo meminta pegawai salon untuk merias Ah Ra secantik mungkin.. Saat Ah Ra didandani, Jung Soo membaca majalah yang ada disana.. Satu jam kemudian, Ah Ra selesai didandani.. Ia berdiri di depan Jung Soo yang sedang membaca..
"Park Jung Soo-ssi, bisa kita pergi sekarang?" tanya Ah Ra yang membuat Jung Soo meletakkan majalah dan memandangnya.. Jung Soo berdiri kemudian mendekati Ah Ra..
“Cantik sekali..” batin Jung Soo..
"Kenapa kau diam? Bisa kita pergi sekarang?" tanya Ah Ra lagi..
"Ah? Ouhh.. Iya.. Ayo kita pergi.." Jung Soo menggandeng tangan Ah Ra masuk ke dalam mobil.. Beberapa menit kemudian, mereka sampai di tempat pesta.. Sejak mobil berhenti, Ah Ra dan Jung Soo menjadi pusat perhatian..
"Kenapa semua orang melihat kita? Apa ada yang aneh dengan penampilan kita?" tanya Ah Ra pelan..
"Tidak ada yang aneh, bodoh!"
 "Hei kau, Presdir gila! Jangan menyebutku bodoh!" Jung Soo hanya terkekeh mendengar ucapan kesal yang dilontarkan Ah Ra..
"Pernikahannya meriah.." ucap Ah Ra..
"Pernikahan kita nanti akan jauh lebih meriah.." celetuk Jung Soo.
"Apa? Kau bilang apa?"
"Apa? Aku? Ehm.. Aku bilang kalau pernikahanku nanti akan jauh lebih meriah.."
"Ouhhh.." Ah Ra dan Jung Soo menemui pasangan pengantin kemudian memberikan kado yang ia bawa..
"Gomawo, Ah Ra.. Silakan kalian menikmati pesta ini.." ucap pengantin wanita..
"Baiklah.." jawab Ah Ra.. Jung Soo dan Ah Ra melihat sekitar, mereka melihat sebuah keramaian.. Ah Ra langung menarik tangan Jung Soo ke tempat itu.. Disana rupanya terdapat sebuah game yang bisa mengukur kekuatan seseorang dengan cara memukul suatu alat permainan yang disebut dengan palu godam di Indonesia..
"Wahhh.. Bonekanya sangat besar.. Bulunya pasti halus.." ucap Ah Ra yang melihat sebuah boneka yang dijadikan hadiah untuk pemenang..
"Kau mau memenangkan permainan itu dan memberikan boneka itu untukku kan?" sambungnya dengan menatap Jung Soo sambil tersenyum manis..
"Boneka itu? Kau memintaku ikut bermain hanya demi boneka itu? Di GDS ada banyak boneka yang lebih besar dari itu, dan aku bisa memberikannya untukmu.." mendengar ucapan Jung Soo membuat Ah Ra mengerucutkan bibir pinknya..
"Ayolah.. Bermainlah untukku.."
"Tidak!"
"Ku mohon.."
"Jangan merengek!"
"Ish! Menyebalkan!"
"Ayo! Ini kesempatan terakhir! Sudah ada 9 peserta dan masih tersisa tempat untuk satu orang! Siapa yang mau ikut?!" ucap MC pernikahan.. Dengan wajah jailnya, Ah Ra mengangkat tangan Jung Soo..
"Ya, Tuan! Silahkan kemari!"
"Ah Ra, apa yang kau lakukan?" protes Jung Soo..
"Sudah sana! Menangkan itu untukku!" Ah Ra mendorong Jung Soo ke depan..
"Siapa nama Anda?" tanya MC..
"Namaku Park Jung Soo.."
"Oke, Tuan.. Kesembilan peserta sudah memukulnya.. Dan yang mendapat nilai paling tinggi adalah peserta nomor lima dengan nilai 85, Anda akan diberi kesempatan memukul tiga kali.. Jika Anda bisa mendapat nilai 86 saja, Anda bisa memberikan boneka itu untuk pacar Anda.." ucap MC..
"Baiklah.." Jung Soo memainkan permainan itu di kesempatan pertama, namun Jung Soo memukulnya dengan pelan.. Wajah Ah Ra pun berubah menjadi kecewa.. Di kesempatan kedua, Jung Soo melakukan hal yang sama..
"Siapa yang meraih nilai 85?" tanya Jung Soo pada MC..
"Itu dia, Tuan Lee Song Hwa.." ucap MC yang menunjuk laki-laki bernama Lee Song Hwa..
"Tuan! Bersiaplah mengambil boneka itu.." ucap Jung Soo kemudian melakukan kesempatan terkhirnya..
"Jika aku tak bisa mengalahkanmu.." sambungnya.. Jung Soo memukul permainan itu dengan sangat keras..
"Waahhhhh! Sempurna! Tuan Park Jung Soo meraih nilai 100! Tuan Park Jung Soo lah pemenangnya! Ini hadiahnya.." MC memberikan boneka itu pada Ah Ra..
"Terimakasih.. Waahhh kau hebat!!" Ah Ra langsung memeluk Jung Soo dengan senang..
"Ouh, maaf.." Ah Ra langsung melepas pelukannya dan mengalihkan perhatiannya pada boneka itu..
"Kau senang?" tanya Jung Soo..
"Iya, terimakasih.. Ku kira kau tidak akan menang.."
"Aku? Tidak akan menang? Itu tidak mungkin.. Apa kau tidak tau kalau dulu aku pernah merusakan alat permainan itu?"
"Apa? Kau pernah merusak alat itu? Kapan?"
"Aku lupa.. Sepertinya saat aku SMA.."
"Ouhhh.."
"Aahhhh.. Gara-gara memenangkan permainan tadi, aku jadi ingin bermain permainan lain.. Ayo! Kita lakukan yang lain.. Kita pergi ke timezone.."
"Ke timezone? Tapi pestanya belum selesai.."
"Kita pergi lebih dulu tidak masalah kan? Bilang saja kita mau kencan.. Sudahlah, ayo!" Jung Soo menggandeng tangan Ah Ra untuk berpamitan kemudian pergi meninggalkan pesta..
"Kau serius kita akan ke timezone?" tanya Ah Ra..
"Iya.."
"Dengan pakaian seperti ini?"
"Memangnya kenapa? Tidak masalah kan?"
"Apa tidak mau ganti baju dulu?"
"Ahhh itu terlalu lama.. Cepat naik!"
"Mobilmu? Mobil yang tadi kemana? Kau kembalikan ke rental?"
"Hei! Apa maksudmu? Kembalikan ke rental? Kau kira aku menyewa mobil itu?!"
"Lalu? Ouhh, apa itu mobilmu?"
"Menurutmu?! Sudah, cepat naik!" Jung Soo memasukan Ah Ra ke dalam mobilnya..
"Aku heran, kau sekaya itu tapi tidak ada satupun wanita yang mau menjadi pacarmu.."
"Lalu, kau sendiri?! Kenapa kau tidak punya pacar?"
"Entahlah, aku tidak memikirkannya.. Aku tidak tertarik untuk pacaran.." beberapa menit kemudian, mereka telah sampai di GDS dan menuju timezone..
"Ku bilang juga apa.. Seharusnya kita ganti baju dulu.. Lihatlah, semua orang melihat kita.." ucap Ah Ra..
"Biarkan saja.." Ah Ra dan Jung Soo tidak menghiraukan orang yang melihat mereka.. Mereka tetap asyik bermain di timezone hingga petang dan mereka lelah.. Mereka pun memutuskan meninggalkan timezone dengan membawa banyak hadiah.. Jung Soo dan Ah Ra pergi ke pantai untuk melihat sunset.. Mereka duduk di atas batu yang lumayan besar..
"Terimakasih, hari ini kau sudah membantuku.. Kau juga sudah memenangkan boneka itu untukku.." ucap Ah Ra..
"Itu semua tidak gratis, bodoh!"
"Apa?!"
"Kau kira aku melakukannya cuma-cuma? Kau harus membayar untuk itu.."
"Aish.. Apa yang harus ku lakukan untuk membayarmu?" tanya Ah Ra.. Jung Soo menatap Ah Ra sangat dalam hingga mata mereka saling bertatapan..
"Kenapa kau menatapku begitu?" tanya Ah Ra.. Jung Soo tetap diam..
"Kau.. Jangan menatapku seperti itu.. Kau membuatku tidak nyaman.." Ah Ra merasa gugup karena Jung Soo terus memandangnya.. Perlahan Jung Soo mendekatkan wajahnya pada Ah Ra kemudian menciumnya bersamaan dengan tenggelamnya matahari.. Beberapa detik kemudian, Ah Ra mendorong Jung Soo..
"Tuan Park Jung Soo! Apa yang kau lakukan?!" ucap Ah Ra.. Jung Soo hanya diam..
"Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak mau berciuman?!" lanjutnya..
"Ah Ra.. Aku.."
"Kau menyebalkan!" Ah Ra berjalan meninggalkan Jung Soo..
"Ah Ra! Tunggu aku!" Jung Soo pun berlari menyusul Ah Ra..
"Ah Ra, aku minta maaf.." Ah Ra mengabaikan permintaan maaf Jung Soo..
"Ah Ra.." Jung Soo memegang tangan Ah Ra..
"Apa?!"
"Maafkan aku.."
"Kau melanggar perjanjian kita.. Aku tidak mau membantumu lagi.."
"Aku minta maaf.. Jangan bilang begitu.. Kau harus tetap membantuku.. Aku belum menemukan wanita yang ku suka.."
"Aku tidak mau!"
"Ah Ra, ku mohon.. Aku mohon padamu.. Cuma kau yang bisa membantuku.."
"Aku tidak mau!"
"Ayolah.. Bantu aku.. Aku tidak akan melakukan hal itu lagi.. Kau mau kan?"
“Ku bilang tidak, ya tidak!”
“Ku mohon, Ah Ra..”
"Isshhhh!! Ya ya ya!! Baiklah.."
"Ahhhhh.. Gomawo.." Jung Soo langsung memeluk Ah Ra..
"Kalau berpelukan, tidak masalah kan?" tanya Jung Soo..
"Iyaaaa.."
"Gomawo.."
"Arasso.. Sekarang, lepaskan pelukanmu, dan antar aku ke taman bunga peoni.. Jangan lupa mobilku.." Jung Soo melepas pelukannya..
"Baiklah.. Ayo!" Jung Soo mengantar Ah Ra ke taman bunga peoni.. Setelah sampai di taman bunga peoni, beberapa menit kemudian sebuah mobil putih melaju pelan ke arah Jung Soo dan Ah Ra.. Seorang laki-laki keluar dari mobil..
"Tuan, ini kuncinya.." ucap orang itu memberikan kunci mobil pada Jung Soo..
"Ini kunci mobilmu.." Jung Soo memberikan kunci mobil itu pada Ah Ra..
"Gomawo.."
"Hati-hati di jalan.."
"Aku tau.. Kau juga hati-hati di jalan.."
"Pasti.."
"Aku pulang dulu, sampai jumpa.." Ah Ra masuk ke mobilnya kemudian melajukannya.. Jung Soo pun pulang ke rumahnya dengan mobilnya..
-
Keesokan harinya, semua berjalan seperti biasanya.. Jung Soo sibuk dengan pekerjaannya di GDS dan Ah Ra yang sibuk dengan pekerjaannya di Diamond Hotel.. Jam makan siang sudah tiba, Jung Soo mengirim SMS pada Ah Ra untuk makan siang bersama tapi Ah Ra menolaknya dengan alasan masih banyak pekerjaan.. Jung Soo pun pergi ke Diamond Hotel untuk mengajak Ah Ra makan siang.. Kedatangan Jung Soo di Diamond Hotel membuat semua karyawan hotel memperhatikannya apalagi setelah ia bertanya dimana ruangan Ah Ra.. *tok tok tok!* Jung Soo mengetuk pintu ruangan Ah Ra..
"Masuk!" ucap Ah Ra dari dalam ruangannya.. Jung Soo pun masuk ke ruangan Ah Ra..
"Sudah saatnya makan siang, Manager Yoon!"
"Park Jung Soo-ssi? Apa yang kau lakukan disini?"
"Sudah ku bilang kan kalau sekarang saatnya makan siang? Ayo pergi makan siang denganku!"
"Aku masih punya banyak pekerjaan.."
"Makan siang dulu, baru selesaikan pekerjaanmu!" Jung Soo menarik tangan Ah Ra..
"Hei Presdir gila! Lepaskan tanganku! Semua orang melihat kita.."
"Aku tidak peduli.. Statusmu masih menjadi pacarku meskipun palsu.." Jung Soo membawa Ah Ra ke sebuah restoran menggunakan mobilnya.. Tak begitu lama, mereka sampai di restoran kemudian makan..
"Oh ya, semalam kenapa kau sangat marah? Apa itu ciuman pertamamu?" tanya Jung Soo..
"Apa?! Bu bukan!"
"Ahhh.. Jadi itu ciuman pertamamu?"
"Sudah ku bilang bukan ciuman pertamaku!"
"Aigoo, Yoon Ah Ra.. Kau belum pernah berciuman?"
"Memangnya kenapa? Apa yang harus dibanggakan dari berciuman?" Jung Soo hanya diam.. Setelah mereka selesai makan, mereka kembali ke tempat kerja masing-masing.. Jung Soo kembali ke ruangannya dan melanjutkan pekerjaannya.. *ting!* bunyi ponsel Jung Soo tanda ada SMS.. Jung Soo membacanya..
"Oppa.. Aku sudah kembali.. Aku menunggumu di tempat biasa kita bertemu.. -Sora" setelah membaca SMS itu, Jung Soo kemudian pergi mengendarai mobilnya.. Ia pergi ke sebuah taman, ia mencari Kang Sora yang mengirim SMS padanya.. Setelah setengah Jam mencari, Jung Soo bertemu dengan Sora..
"Oppa.." ucap Sora..
"Sora-ya.." mereka saling memandang satu sama lain..
"Apa kabar, Oppa? Apa kau hidup dengan baik?"
"Iya, aku hidup dengan baik.. Bahkan sangat baik.. Kau juga terlihat hidup sangat baik.."
"Hidup dengan baik? Selama aku di Amerika, Aku tidak bisa hidup dengan baik.. Aku selalu merindukanmu.. Aku mencoba melupakanmu dengan pergi kencan degan orang lain.. Tapi aku tidak bisa, tak ada orang yang lebih baik darimu.. Aku senang bisa bertemu lagi denganmu.."
"Kau sudah makan?"
"Belum.."
"Ayo, ku temani kau makan siang.." Jung Soo mengajak Sora pergi makan siang..
-
"Apa?! Kang Sora kembali?!" Ucap ibu Jung Soo..
"Iya, Nyonya.. Bahkan tadi saya melihat kalau Tuan menemuinya di taman.."
"Ya sudah, kau awasi saja wanita itu.."
"Baik, Nyonya.."
-
"Jadi kau sudah menemuinya?" tanya Ibu Jung Soo ketika Jung Soo memasuki rumahnya..
"Eomma? Siapa maksud Eomma?"
"Kang Sora.. Ku dengar dia kembali dan kau menemuinya? Benarkah itu?"
"I i iya, Eomma.."
"Lalu bagaimana kalau Ah Ra mengetahuinya? Apa kau tak tau perasaannya?!
"Eomma.. Aku dan Ah Ra.. Kami.. Sebenarnya kami tidak pacaran.. Kami hanya pura-pura.."
"Apa?!!" Jung Soo hanya diam.. Ia tau kalau saat ini ibunya pasti sangat marah..
"Panggil Ah Ra kemari!"
"Eomma.."
"Cepat!" Jung Soo menghubungi Ah Ra untuk datang ke rumahnya.. Beberapa menit kemudian, Ah Ra tiba di rumah Jung Soo..
"Selamat malam, Ahjumma.. Apa Ahjumma ingin berbicara denganku?" tanya Ah Ra..
"Iya, Yoon Ah Ra.. Aku hanya ingin tau, apa kau dan Jung Soo pura-pura pacaran?" mendengar pertanyaan ibu Jung Soo, Ah Ra pun terkejut dan memandang Jung Soo..
"Ahjumma kenapa bertanya begitu?"
"Karena Jung Soo bilang kalau kalian hanya pura-pura.. Apa itu benar?" Ah Ra terdiam sejenak kemudian ia angkat bicara..
"Iya, yang diucapkannya memang benar.."
"Kenapa, Ah Ra?! Kenapa kau membohongiku?"
"Maaf, Ahjumma.. Maafkan aku.. Aku tidak bermaksud membohongi Ahjumma.. Mohon maafkan aku.."
"Baiklah.. Ini semua juga bukan sepenuhnya  kesalahanmu, Ah Ra.. Kau pulanglah.. Aku hanya ingin menanyakan hal itu.."
"Baik, Ahjumma.."
"Jung Soo, kau antar dia.."
"Baik, Eomma.."
"Saya permisi, selamat malam, Ahjumma.." Ah Ra pulang dengan Jung Soo yang mengantarnya.. Di sepanjang perjalanan, tak ada satupun kata yang keluar dari mulut mereka..
"Terimakasih sudah mengantarku, selamat malam.." ucap Ah Ra..
"Ah Ra.." Jung Soo memegang tangan Ah Ra sebelum Ah Ra keluar dari mobil..
"Besok, temui aku di restoran biasa saat makan siang.." lanjutnya..
"Jika aku ada waktu.."
"Aku akan menjemputmu.."
"Hmmm.. Selamat malam.." Ah Ra keluar dari mobil dan berjalan pulang..
-
Saat makan siang tiba, Ah Ra mengabaikan SMS Jung Soo yang memintanya datang ke restoran.. Jung Soo pun menjemput Ah Ra dan membawanya ke restoran..
"Apa kau marah?" tanya Jung Soo..
"Marah? Untuk apa?"
"Entahlah.. Dari semalam sepertinya kau marah padaku.."
"Tidak, aku tidak marah.."
"Benarkah?"
"Iya.. Jadi, kontrak kita sudah berakhir kan?"
"Apa? Berakhir? Tidak!"
"Wae? Kau sudah bilang pada ibumu kalau kita hanya pura-pura kan? Jadi apa gunanya dilanjutkan lagi? Jadi, kau jangan hubungi aku lagi.."
"Apa? Hei Yoon Ah Ra! Apa kau lupa apa isi kontrak kita?"
"Aku masih ingat.."
"Kalau kau masih ingat, itu berarti kontrak kita belum selesai.."
"Tapi kenapa kau bilang kita hanya pura-pura pada  ibumu?"
"Aku tidak sengaja.."
"Dasar bodoh!"
"Jangan menyebutku bodoh!"
"Kau memang bodoh.. Oh ya, selain isi kontrak, untuk apa kontrak ini dilanjutkan?"
"Untuk bisnisku.."
"Maksudmu?"
"Setelah kabar kita berpacaran beredar, harga saham perusahaanku naik.. Jadi, aku ingin mempertahankannya.."
"Jadi, kau memanfaatkan aku untuk bisnismu?"
"Memanfaatkan itu bukan kata yang baik, tapi aku meminta bantuanmu.."
"Hhhhhh.. Terserah apa katamu.." Jung Soo tersenyum tipis mendegar ucapan Ah Ra..
-
Beberapa hari kemudian, Ah Ra menyelesaikan pekerjaannya dan bersiap untuk pulang.. Ketika akan menuju mobilnya, seorang laki-laki mendekati Ah Ra..
"Kau Nona Yoon Ah Ra??" tanya laki-laki itu..
"Kau siapa?"
"Nona Yoon Ah Ra, Nyonya Park Min Jung ingin bertemu Anda.."
"Ahjumma? Untuk apa?"
"Silahkan masuk ke mobil.." Ah Ra pun masuk ke mobil yang sudah disediakan.. Beberapa menit kemudian Ah Ra tiba di rumah ibu Jung Soo.. Ia dipandu ke ruang tamu..
"Annyeong haseyo, Ahjumma.." sapa Ah Ra.. Sapaan Ah Ra membuat Jung Soo dan Sora yang sudah disana menoleh memandangnya..
"Yoon Ah Ra, duduklah.." ucap ibu Jung Soo..
"Ah Ra? Eomma, kenapa Ah Ra disini?" tanya Jung Soo..
"Ah Ra, duduk.."
"Baik Ahjumma.." Ah Ra pun duduk di sofa..
"Bagaimana kelanjutan hubunganmu dan Ah Ra, Park Jung Soo?" tanya ibu Jung Soo membuat Sora, Jung Soo dan Ah Ra terkejut..
"Apa? Hubungan Jung Soo Oppa?" tanya Sora..
"Iya.. Apa kau tidak tau? Hubungan Jung Soo dan Ah Ra sudah tersebar dimanapun!"
"Eomma!" perkataan ibu Jung Soo sukses membuat Sora sakit hati.. Ia pun pergi dari rumah itu..
"Eomma! Apa yang Eomma lakukan?!" tanya  Jung Soo dengan nada tinggi.. Ibunya hanya tersenyum.. Jung Soo pun pergi mengejar Sora..
"Ahjumma.." ucap Ah Ra..
"Yoon Ah Ra.. Maafkan aku.. Aku melakukan itu agar Sora tidak mendekati Jung Soo lagi."
"Ahjumma, aku pulang dulu.. Selamat malam.." Ah Ra menundukkan kepalanya kemudian pergi dari rumah itu..
"Park Jung Soo-ssi?!" panggil Ah Ra..
"Kau mau kemana?" sambungnya..
"Aku harus pergi, Ah Ra.."
"Jelaskan padaku, ada apa?"
"Maaf, Ah Ra.. Akan ku jelaskan lain kali.. Aku pergi.." Jung Soo masuk ke dalam mobilnya kemudian melajukannya..
"Park Jung Soo-ssi?!" teriak Ah Ra yang tidak didengar oleh Jung Soo.. Ah Ra pergi mengambil mobilnya kemudian mengendarainya ke rumah Jung Soo..
"Park Jung Soo-ssi!" teriak Ah Ra di depan rumah Jung Soo namun tak ada jawaban.. Ah Ra menunggu hingga pagi di depan gerbang rumah Jung Soo.. Pagi telah tiba, deru mobil samar-samar telah terdengar.. Ah Ra melihat Jung Soo keluar dari mobil itu dengan seorang wanita.. Dia adalah Kang Sora.. Melihat mereka, Ah Ra menjadi bingung..
"Yoon Ah Ra?" ucap Jung Soo..
"Emh.. Kang Sora-ssi, aku ingin bilang kalau...."
"Aku sudah tau.." Sora memotong kalimat Ah Ra..
"Aku tau kalau hubunganmu dan Jung Soo Oppa hanya pura-pura.. Terimakasih, sekarang Jung Soo Oppa sudah kembali padaku.." sambungnya..
"Apa?" Ah Ra terkejut..
"Oppa, aku masuk dulu.." Sora meninggalkan Jung Soo dan Ah Ra untuk masuk ke rumah Jung Soo..
"Ah Ra, masuklah dulu.. Akan ku jelaskan semuanya padamu.."
"Tidak perlu.. Kedatanganmu dan Kang Sora bersama sudah menjelaskan semuanya.. Aku.. Aku pulang dulu.. Aku harus bekerja.."
"Yoon Ah Ra.."
"Aku pergi.." Ah Ra berjalan memasuki mobilnya dengan tubuh gemetar.. Ketika akan menjalankan mobilnya, Ah Ra malah melakukan kesalahan..
"Ish! Yoon Ah Ra, apa yang kau lakukan?! Ayo jalankan mobilnya.." ucapnya pada dirinya sendiri.. Setelah merasa lebih tenang, Ah Ra melajukan mobilnya.. Ia pergi ke sebuah penginapan dimana ia bisa mengurung diri.. Ponselnya terus berbunyi karena Jung Soo yang menghubunginya.. Setelah mengurung diri cukup lama, Ah Ra pun meninggalkan penginapan itu.. Tak terasa hari sudah malam.. Ah Ra melajukan mobilnya ke taman bunga peoni.. Dia menghentikan mobilnya kemudian duduk di sebuah bangku yang ada disana.. Ia masih mengingat kejadian saat Jung Soo keluar dari mobil bersama Sora.. Perlahan air mata Ah Ra kembali menetes dan ia merasa kalau dadanya sesak..
"Oh, kau.. Yoon Ah Ra?" ucap Young Shin yang tiba-tiba menghampiri Ah Ra..
"Kau.. Sedang apa kau disini? Kenapa kau menangis? Mana Presdir?" lanjutnya..
"Dia sedang tidak bersamaku.."
"Kau kenapa? Apa kalian bertengkar?"
"Tidak.. Aku hanya teringat ibuku.."
"Ouhh.. Sudahlah, jangan menangis.. Kau masih punya Ayah kan? Jadi jangan bersedih lagi.."
"Lee Young Shin!" panggil Jung Soo tiba-tiba menghampiri Ah Ra dan Young Shin..
"Presdir?"
"Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau bersama Ah Ra? Dan.. Ah Ra, kau menangis? Kenapa dia menangis?"
"Dia bilang, dia teringat ibunya.."
"Lalu, kenapa kau disini?"
"Aku baru mengantar pacarku pulang.."
"Ouh.. Sekarang pulanglah!"
"Baik, Presdir.. Ah Ra, aku pulang.." Young Shin menundukkan kepalanya kemudian pergi..
"Kau kenapa?" tanya Jung Soo..
"Bukan urusanmu.." Ah Ra berdiri kemudian membuka mobilnya namun Jung Soo menarik tangan Ah Ra dan menutup mobil Ah Ra kembali lalu menyandarkan Ah Ra ke mobil dengan cepat kemudian menciumnya.. Ah Ra mendorong Jung Soo kemudian menamparnya..
"Beraninya kau!! Dengar, Tuan Park Jung Soo! Mulai hari ini, kontrak kita berakhir.. Jangan pernah menghubungi dan menemuiku lagi!" ucap Ah Ra kemudian memasuki mobilnya dan melajukannya..
"Ah Ra! Yoon Ah Ra!" teriak Leeteuk..
Sesampainya Ah Ra di rumahnya, ia pergi ke kamar mandi yang ada di kamarnya.. Ia duduk di dalam bath up dengan air yang mengguyurnya dari atas..
"Eomma.. Kenapa aku begini? Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku merasa sakit? Eomma, hatiku sakit.. Hiks.." ucap Ah Ra sambil menangis..
-
Keesokan harinya, Ah Ra kembali bekerja seperti biasa.. Tak terlihat mata bengkak efek menangis di kedua matanya.. Ia terlihat seperti tak terjadi apapun.. Beberapa kali ponselnya berdering karena telfon dari Jung Soo yang tidak ia angkat.. Akhirnya Ah Ra mematikan ponselnya kemudian ia pergi ke resepsionis..
"Permisi, Nona Ahn.." ucap Ah Ra..
"Iya, Manager Yoon.. Ada yang bisa dibantu?"
"Kau tau presdir GDS kan?"
"Iya.."
"Aku minta tolong, kalau dia kemari untuk mencariku, bilang saja aku tidak ada.. Kau bisa melakukannya?"
"Memangnya kenapa, Nona Yoon Ah Ra??" tanya Jung Soo dari belakang Ah Ra yang membuat Ah Ra terkejut..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar