![]() |
| FF Our Contract |
Title : Our Contract
Cast : Park
Jung Soo, Yoon Ah Ra, Kang Sora, other.
Author : Elin Kurnia Ochtafia
Author POV.
Seorang lelaki tampan dengan
pakaiannya yang sangat rapi berjalan memasuki sebuah rumah besar dengan santainya.
Wajah yang terlihat sangat santai di waktu sore seperti ini memang sangat tidak
wajar bagi seorang CEO sebuah perusahaan yang memiliki toserba yang tersebar di
seluruh penjuru Korea Selatan. Jika biasanya orang lain memiliki wajah dan
tubuh yang lemas saat pulang kerja, tapi tidak dengannya.. Dia berjalan dengan
memainkan kunci mobil di tangan kanannya. Dia terus berjalan menuju kamarnya,
kemudian membuka pintu kamarnya..
"Astaga!" dia terkejut
hingga terjatuh ke belakang melihat seorang wanita berada di balik pintu
kamarnya..
"Eomma?! Apa yang Eomma
lakukan di kamarku? Membuatku kaget saja!" ucapnya kepada wanita itu yang
ternyata adalah ibunya, Park Min Jung, kemudian ia berdiri..
"Eomma ingin bicara padamu,
Presdir Park Jung Soo.." balasnya kepada Park Jung Soo, anaknya.. Mereka
pun duduk di sofa yang ada di kamar itu..
"Bicara apa lagi? Soal
pernikahan? Aigoo.. Bukankah kita sering membicarakan hal itu? Apa Eomma tidak
bosan? Aku saja bosan walau hanya mendengarnya.." celetuk Jung Soo membuat
ibunya memukul lengannya..
"Yak! Anak ini
benar-benar!"
"Eomma, sakit! Sudahlah,
Eomma.. Jangan bicarakan pernikahan lagi.. Aku baru berumur 27 tahun.. Aku
masih muda kan? Teman-temanku saja belum menikah.."
"Eomma tidak peduli dengan
teman-temanmu.. Diantara teman-teman Eomma, hanya Eomma yang belum punya cucu..
Cepatlah menikah agar Eomma bisa menggendong bayi.."
"Kalau Eomma ingin
menggendong bayi, Eomma bisa mengadopsi banyak bayi dari panti asuhan.."
"Eomma tidak mau bayi panti
asuhan! Eomma mau bayi darimu.. Menikahlah dengan wanita manapun, asalkan dia
baik, sopan, bisa memberikanmu anak, dan bisa merawat keluarga, Eomma akan
menyetujuinya.. Meskipun dia seorang pembantu sekalipun.."
"Aigoo, Eomma.. Jangan
begitu.. Aku tidak perlu menikah dengan pembantu, karena aku sudah tau siapa
wanita yang tepat untuk menjadi istriku.."
"Benarkah? Siapa?"
Eomma Jung Soo bersemangat..
"Kang Sora" *plak!!*
Min Jung kembali memukul lengan anaknya lebih keras..
"Eomma!"
"Anak nakal! Jangan pernah
bicarakan wanita itu, apalagi menyebut namanya! Eomma tidak suka!"
"Tapi, Eomma.."
"Park Jung Soo! Biarpun
hanya tersisa wanita itu di dunia ini, lebih baik Eomma mati daripada kau harus
menikah dengannya.."
"Eomma jangan bilang
begitu.. Aku tidak mau Eomma mati karena aku menikah dengannya.."
"Kalau begitu, carilah
wanita yang tepat.."
"Hhhhhh.. Iya iya.. Sebenci
itukah Eomma padanya?"
"Eomma tidak membencinya,
hanya saja Eomma tidak menyukainya.. Karena ayahnya, yang telah menjadi teman
lama ayahmu, malah menghancurkan ayahmu.. Dia menghianati ayahmu.. Saat kau
masih ada di dalam perutku, kami berdua kehilangan semua yang kami punya. Rumah,
perusahaan, semuanya.. Ayah Kang Sora mengambil semuanya.. Karena hal itu, kami
harus tidur di depan toko, berpindah dari satu toko ke toko lain.. Semua rekan
bisnis ayahmu tidak ada yang mau mambantu ayahmu.. Ayahmu memulai semuanya dari
nol lagi tanpa bantuan siapapun.. Sampai saat ini, Eomma masih sangat mengingat
hal itu dan tak akan pernah melupakannya.." Eomma Jung Soo menahan air
matanya, namun air mata itu tetap menetes.. Melihat ibunya menangis, Jung Soo
pun mengusap air matanya kemudian memeluknya..
"Eomma, jangan menangis..
Jangan pernah menangis.. Aku tidak bisa melihatmu menangis, Eomma.. Aku
mencintaimu lebih dari apapun.." Jung Soo melepas pelukannya..
"Berjanjilah kau tidak akan
mejalin hubungan lagi dengan wanita itu.. Demi ayahmu yang ada di surga.."
"Iya, Eomma.." Min Jung
bangkit dari duduknya..
"Ingat! Cepatlah menikah!
Eomma akan siapkan pesta yang besar untukmu!" ia berjalan menjauhi Jung
Soo..
"Eomma!" Min Jung tak
mempedulikannya dan keluar dari kamar juga rumah ini..
"Aishh!! Menyebalkan!"
Jung Soo mengacak rambutnya.. Wajah yang tadi terlihat santai, kini berubah
menjadi wajah frustasi.. Seperti itulah wajah orang setelah pulang bekerja,
apalagi untuk seorang CEO yang memimpin sebuah perusahaan besar..
"Menikah?? Aigoo.. Umurku masih 27 tahun dan aku harus menikah? Mengurus
perusahaan saja sudah agak membuatku pusing, ditambah aku harus menikah? Aku
harus mengurus keluarga juga? Argh! Aku bisa gila!" ucap Jung Soo seorang
diri.. Park Jung Soo seorang CEO muda yang baru enam tahun memimpin perusahaan
bernama Gieog Department Store (GDS) ini adalah seorang pemuda tampan yang
memiliki IQ tinggi.. Setelah ayahnya meninggal karena serangan jantung, mau tak
mau dia harus memimpin perusahaan yang besar itu.. Karena hal itu, dia tidak memiliki
waktu untuk berkumpul dengan teman-temannya.. Selain ibunya, satu-satunya
wanita yang ia sukai adalah Kang Sora.. Mereka sempat menjalin hubungan, namun
karena alasan yang dijelaskan oleh ibunya, Jung Soo mengakhiri hubungannya
dengan Kang Sora dan Kang Sora pun pergi ke Amerika..
-
"Nona Yoon Ah Ra, ini
laporan tamu minggu ini.." ucap seorang lelaki berkacamata yang
memberikan sebuah berkas kepada seorang
wanita yang dipanggilnya Yoon Ah Ra yang sedang berjalan.. Ah Ra menerima berkas
itu..
"Oh, terimakasih.. Akan ku
lihat nanti di ruanganku.. Kembalilah bekerja!" perintahnya..
"Baik.. Laki-laki itu
menundukkan kepalanya kemudian pergi.. Sementara Yoon Ah Ra tetap berjalan
menuju ruangannya..Yoon Ah Ra adalah seorang manager di salah satu hotel terbesar
di Seoul, Diamond Hotel.. Dia mulai bekerja empat tahun lalu saat usianya 21
tahun sebagai resepsionis.. Makin hari dia mampu menunjukkan kecerdasannya
dalam bekerja hingga menjadi manager seperti saat ini.. Ah Ra tinggal dengan
ayahnya.. Ibunya meninggal ketika Ah Ra masih SMP.. Sejak kecil, Ah Ra dikenal
sebagai anak yang pintar, hal itu
terbukti ketika ia menjadi lulusan terbaik di salah satu universitas dan juga
menjadi lulusan terbaik di Korea Selatan.. Selain bekerja sebagai manager, Ah
Ra juga memiliki butik sebagai usaha sampingannya.. Sebagai seorang manager
juga pemilik butik yang pekerja keras, Ah Ra belum sedikitpun memikirkan
tentang cinta apalagi pernikahan..
"Manager Yoon!" panggil
seorang laki-laki ketika Ah Ra akan memasuki ruangannya..
"Ada apa?" tanya Ah
Ra..
"Presdir memanggilmu.."
"Kenapa? Ada sesuatu yang
salah?"
"Entahlah.. Cepatlah!"
"Baiklah.." Ah Ra pun
pergi ke ruangan presdir hotel bersama laki-laki tadi yang ternyata sekretaris
presdir hotel.. *tok tok tok!* Ah Ra mengetuk pintu ruangan kemudian
memasukinya..
"Presdir mencari saya?"
tanya Ah Ra..
"Iya, Manager Yoon.. Apakah
pihak dari Gieog Department Store sudah menemuimu untuk melakukan survei lokasi
pertemuan di hotel kita?"
"Belum, Presdir.. Menurut
perjanjian, mereka seharusnya datang kemarin, tapi karena ada suatu hal, mereka
membatalkannya dan akan datang hari ini.."
"Kau sudah mempersiapkan
semuanya?"
"Sudah,
Presdir.."
"Baguslah.. Silakan kembali
bekerja.."
"Baik, Presdir.." Ah Ra
menundukkan kepalanya kemudian pergi
dari ruangan itu.. Ah Ra melihat jam tangannya.. Jarum menunjukkan pukul 01.50,
sepuluh menit lagi pihak dari GDS akan tiba di Diamond Hotel.. Ah Ra berjalan
menuju pintu masuk untuk menyambut pihak dari GDS.. Lima menit berlalu,
terlihat sebuah mobil berwarna putih berjalan dan berhenti di depan Yoon Ah
Ra.. Seorang laki-laki keluar dari mobil itu setelah pintu mobil dibukakan oleh
seorang laki-laki yang sepertinya adalah sekretarisnya..
"Annyeong haseyo.. Selamat
datang di Diamond Hotel.." sapa Ah Ra pada laki-laki itu, Park Jung Soo,
dengan menundukkan kepala.. Ketika saling melihat wajah satu sama lain, Jung
Soo dan Ah Ra pun terkejut..
"Kau?!" ucap mereka
bersamaan..
*Flashback*
Ah Ra berjalan ke sebuah club
malam untuk menjemput temannya yang mabuk.. Namun ketika ia akan memasuki club
malam itu, ia ditabrak oleh seorang laki-laki yang sedang mabuk berat.. Dia
adalah Park Jung Soo.. Jung Soo menabrak Ah Ra hingga terjatuh..
"Hei kau!! Apa yang kau
lakukan?!" teriak Ah Ra.. Jung Soo tetap diam tak menjawab..
"Menyingkirlah dariku,
Tuan!" Ah Ra menyingkirkan Jung Soo dari atas tubuhnya dan mencoba berdiri
tapi Jung Soo memegang tangannya..
"Yak! Lepaskan
tanganku!" teriak Ah Ra..
"Hhhh.. Suaramu sangat
nyaring.. Kau pasti perempuan.. Menikahlah.. Denganku.." racau Jung Soo
dengan nada orang yang mabuk berat..
"Dasar namja gila! Lepaskan
tanganku!" Jung Soo memegang tangan Ah Ra semakin kencang..
"Aishh!! Namja ini
benar-benar!" Ah Ra melihat ke sekeliling dan ia melihat taksi.. Tanpa
pikir panjang, ia memanggil taksi itu kemudian memasukkan Jung Soo ke dalam
taksi. Jung Soo tetap memegang tangan Ah Ra dengan erat..
"Hei Tuan! Lepaskan
tanganku!" ucap Ah Ra.. Jung Soo tak mempedulikannya..
"Sial!!" dengan
terpaksa, Ah Ra masuk ke taksi itu..
"Kita akan kemana,
nona?" tanya supir taksi..
"Sebentar.." Ah Ra
mengambil dompet Jung Soo dan mengatakan alamat rumah yang tertera di KTP Jung
Soo.. 15 menit kemudian, mereka telah sampai di rumah Jung Soo.. Ah Ra memencet
bel rumah itu.. Seorang wanita berpakaian pembantu membukakan pintu dan
membantu Ah Ra membawa Jung Soo ke kamarnya..
"Hei Kau! Menikahlah
denganku!" racau Jung Soo saat terbaring di ranjangnya..
"Dasar namja gila!"
balas Ah Ra..
"Terimakasih telah
mengantarkan Tuan ke rumah, Nona..." ucap pembantu itu..
"Yoon Ah Ra.." sambung
Ah Ra..
"Iya, Nona Yoon Ah Ra..
Terimakasih.."
"Sama-sama, aku pergi
dulu.." ucap Ah Ra menundukkan kepala kemudian pergi dari rumah itu..
"Argh! Benar-benar
menyebalkan! Namja gila!" racau Ah Ra..
"Omo! Shin Yumi!" Ah Ra
mengingat temannya yang harus ia jemput dan dia pun langsung pergi ke club
malam tadi..
*Flashback End*
"Manager Yoon, dia adalah
CEO Gieog Department Store.." bisik seseorang kepada Ah Ra yang membuat Ah
Ra terkejut..
"Selamat datang, Tuan..
Silakan melihat hotel kami.. Saya Manager..."
"Yoon Ah Ra.." Jung Soo
memotong kalimat Ah Ra yang membuat semua orang terkejut.. Ah Ra tetap berusaha
bersikap tenang..
"Mari.." ajak Ah Ra..
Rombongan Ah Ra dan Jung Soo melihat lokasi di hotel yang akan dijadikan tempat
pertemuan CEO dari berbagai department store untuk menjalin kerja sama..
"Nona Yoon Ah Ra, jam berapa
kau pulang dari club malam?" celetuk Jung Soo membuat banyak orang sedikit
ribut..
"Manager Yoon, apa benar kau
pergi ke club malam?" tanya salah satu karyawan hotel..
"Aku memang pergi kesana,
tapi untuk menjemput temanku yang sedang mabuk.." jawab Ah Ra..
"Benarkah?" balas Jung
Soo..
"Maaf Presdir..." Ah Re
menggantung kalimatnya..
"Park Jung Soo.."
sambung Jung Soo..
"Maaf Presdir Park Jung Soo,
bisakah kita kembali ke pekerjaan??" tanya Ah Ra..
"Baik.." Ah Ra dan Jung
Soo kembali mendiskusikan pekerjaan mereka..
"Manager Yoon, kau bisa
menyelesaikan ini kan?" ucap salah seorang karyawan hotel..
"Iya.. Jika kalian masih
punya banyak pekerjaan, silakan kembali bekerja.." jawab Ah Ra..
"Baik, manager.."
karyawan hotel yang lain pun pergi meninggalkan diskusi untuk menyelesaikan
pekerjaan mereka.. Hanya tersisa Ah Ra, Jung Soo dan sekertarisnya di ruangan
itu..
"Young Shin!" panggil
Jung Soo pada sekertarisnya..
"Iya, Presdir.."
"Ambilkan tas yang ada di
mobil!"
"Baik, Presdir.." Lee
Young Shin pun pergi mengambil tas atas perintah Jung Soo.. Tersisa Jung Soo
dan Ah Ra di ruangan itu..
"Nona Yoon Ah Ra..
Terimakasih atas bantuanmu semalam.." ucap Jung Soo..
"Kau bilang terimakasih
setelah mengatakan kepada karyawan hotel kalau aku pergi ke club malam?? Hhh..
Lucu sekali.."
"Aku frustasi.."
"Kenapa kau mengatakannya
padaku? Tak ada gunanya kau mengatakan urusan pribadimu di depanku, Tuan Park
Jung Soo.."
"Ibuku memintaku untuk
segera menikah.."
"Yak! Hentikan, Tuan Park!
Sudah ku bilang jangan ceritakan masalah pribadimu padaku.. Aku tidak
tertarik!"
"Yeoja ini
benar-benar!"
"Apa alkohol masih
mempengaruhi fikiranmu?? Sepertinya semalam kau mabuk berat.."
"Presdir, ini tas
Anda.." ucap Young Shin yang tiba-tiba masuk memberikan tas pada Jung
Soo.."
"Terimakasih.." Jung
Soo mengeluarkan sebuah berkas dari dalam tasnya..
"Ini adalah surat penyewaan
ruang pertemuan dan kamar di hotel ini selama 4 hari ke depan.." ucap Jung
Soo sambil mengajukan berkas intuk ditandatangani oleh Ah Ra.. Setelah membaca
isi surat itu, Ah Ra pun menandatanganinya.. Mereka bertiga berdiri..
"Terimakasih, Nona Yoon Ah
Ra.. Senang bekerja dengan Anda.." ucap Leeteuk saat berjabat tangan
dengan Ah Ra..
"Terimakasih Presdir Park
Jung Soo.." jawab Ah Ra..
-
"Sudah menemukan
wanita??" tanya Min Jung saat Jung Soo memasuki rumahnya..
"Belum.. Eomma ku mohon..
Berhentilah menekanku.. Aku akan menemukan wanita yang cocok untuk ku
nikahi.."
"Baiklah.. Kau sudah makan?
Eomma sudah menyiapkan makan malam untukmu.. Makanlah.. Eomma pergi.." Min
Jung pergi dari dari rumah anaknya.. Setelah membersihkan badan, Jung Soo pun
menuju meja makan untuk makan malam..
-
"Ah Ra, kau sudah
pulang?" ucap ayah Ah Ra, Yoon Sang Won..
"Iya, Appa.."
"Duduklah, Appa sudah
membuat makan malam untuk kita.."
"Ahhh.. Gomawo, Appa..
Padahal aku ingin mengajak Appa makan di luar.."
"Untuk apa makan di luar?
Jangan menghabiskan banyak uang.."
"Iya, iya.. Appa yang
terbaik.."
***
Pagi hari, Ah Ra telah tiba di
Diamond Hotel.. Setelah dia memasuki ruangannya, ia langsung menuju ke tempat
pertemuan untuk mengecek kembali dan memastikan bahwa tidak ada kesalahan di
dalam ruang pertemuan.. Setelah ia yakin kalau tak ada kesalahan, Ah Ra kembali
ke pintu masuk Hotel untuk menyambut para tamu yang hari ini akan tiba
dihotel.. Satu per satu CEO dari negara lain mulai berdatangan.. Ah Ra pun
meminta satu per satu karyawan hotel untuk mengantarkan para CEO menuju kamar
mereka.. Mobil terakhir pun tiba.. Jung Soo keluar dari mobil itu..
"Apa mereka sudah
datang?" tanya Jung Soo pada Ah Ra..
"Sudah, Tuan.." jawab
Ah Ra..
"Lalu, dimana kamarku?"
"Silakan ikuti karyawan
kami.."
"Tidak, manager Yoon! Aku
mau kau yang mengantarku.." ucap Leeteuk dengan senyum evilnya..
"Hhhh.." Ah Ra membuang
nafas dan memutar bola matanya..
"Baiklah.. Silakan.."
lanjutnya.. Ah Ra menuju resepsionis untuk meminta kunci kamar dan mengajak
Jung Soo untuk menuju kamarnya..
"Ini kamar Anda dan ini
kuncinya.." ucap Ah Ra di depan sebuah kamar kemudian memberikan kunci
pada Jung Soo..
"Baik, terimakasih, Manager
Yoon.."
"Jika Anda membutuhkan
sesuatu, Anda bisa memanggil karyawan kami.. Di samping telepon yang ada di
dalam, terdapat nomor resepsionis yang bisa dihubungi.. Katakan apa yang Anda
butuhkan, maka Anda akan mendapatkannya.."
"Aku tau, Yoon Ah Ra.. Ini
bukan pertama kalinya aku menginap di hotel.." ucap Jung Soo kemudian
masuk ke kamarnya meninggalkan Ah Ra..
"Aish! Orang itu benar-benar
menyebalkan!" ucap Ah Ra kesal kemudian kembali ke ruangannya.. Keesokan
harinya pertemuan CEO pun telah dibuka.. Sebagai tuan rumah, CEO GDS, Park Jung
Soo lah yang membuka acara ini.. Pertemuan sepuluh tahunan ini adalah pertemuan
terbesar pertama yang dilakukan oleh Jung Soo karena biasanya ayahnyalah yang
melakukannya.. Acara ini juga pertama kalinya dilakukan di Korea.. Sebagai CEO
termuda yang bisa juga disebut pemula, Jung Soo mempersiapkan semuanya dengan
baik tanpa kesalahan sedikitpun.. Setelah pembukaan selesai, mereka melanjutkan
dengan diskusi tentang kerja sama antara beberapa perusahaan..
"Presdir.. Komisaris Park
berada disini.." bisik Young Shin pada Jung Soo..
"Apa? Dimana?" tanya
Jung Soo..
"Di depan.."
"Maaf.. Permisi sebentar.."
ucap Jung Soo pada CEO lain kemudian pergi menemui ibunya..
"Eomma, apa yang Eomma
lakukan disini?" tanya Jung Soo saat menemui ibunya..
"Eomma ingin menyapa CEO
lain dan siapa tau ada wanita yang bisa menjadi istrimu.."
"Menyapa CEO lain tak masalah..
Tapi mencari wanita? Tak ada wanita, Eomma.. Semua CEO itu laki-laki.."
"Kalau begitu, Eomma akan
cari di hotel ini.." mendengar ucapan ibunya, Jung Soo pun bingung.. Jung
Soo berpikir bagaimana cara agar ibunya tak mencari wanita di hotel itu.. Jung
Soo melihat sekeliling dan ia melihat Ah Ra berjalan sambil membaca berkas di
tangannya..
"Eomma tak perlu mencari
wanita untukku karena aku sudah punya wanita untuk ku nikahi.." ucap Jung
Soo..
"Benarkah? Siapa? Dimana
dia?" tanya ibu Jung Soo..
"Manager Yoon!" panggil
Jung Soo..
"Iya, Tuan.." Ah Ra pun
mendekat ke arah Jung Soo dan menundukan kepala memberi hormat..
"Perkenalkan, ini
ibuku.." ucap Jung Soo..
"Annyeong haseyo.. Saya Yoon
Ah Ra.." ucap Ah Ra dengan sopan..
"Aku Park Min Jung, ibu Jung
Soo.."
"Dialah wanita itu Eomma,
wanita yang akan ku nikahi.." ucap Jung Soo polos..
"Mwo?" Ah Ra terkejut..
"Tuan Park Jung Soo, apa
yang kau katakan??" bisik Ah Ra..
"Diamlah sebentar, Manager
Yoon.." balas Jung Soo..
"Eomma, dia adalah manager
di hotel ini.."
"Pilihan yang bagus, Jung
Soo.. Dia cantik dan punya karir yang bagus.. Eomma akan persiapkan pernikahan
yang besar untuk kalian.."
"Ani, Eomma.. Jangan
dulu.."
"Wae?"
"Dia bilang padaku kalau dia
ingin fokus kepada karirnya dulu.. Dia belum ingin menikah.."
"Dia tetap masih bisa
bekerja setelah menikah.."
"Eomma, hargailah
keputusannya.."
"Baiklah.."
"Kalau begitu, Eomma
pulanglah.. Aku harus kembali ke dalam.."
"Baiklah, Eomma pulang..
Tapi setelah pertemuan ini selesai, ajaklah dia ke rumah Eomma.. Kita makan
malam bersama.."
"Pasti, Eomma.. Kita akan
datang.. Iya kan, Sayang?" ucap Jung Soo pada Ah Ra..
"Tuan Park Jung Soo!"
bisik Ah Ra dengan death glare-nya..
"Sudah.. Bilang saja
iya.." jawab Jung Soo..
"Ehmmm.. I i iya.."
ucap Ah Ra pasrah..
"Baiklah, Eomma
pulang.." ucap ibu Jung Soo kemudian pergi.. Setelah ibu Jung Soo tak
terlihat lagi, Ah Ra kembali mengeluarkan death glare-nya pada Jung Soo..
"Tuan Park Jung Soo!"
ucap Ah Ra..
"Apa yang tadi kau
katakan?!" sambungnya..
"Ahhhh.. Nona Yoon.. Maafkan
aku.. Aku terpaksa melakukan itu.."
"Kau ini benar-benar! Jangan
katakan hal itu lagi!" Ah Ra meniup poninya kemudian berlalu dari hadapan
Jung Soo..
-
Pertemuan para CEO telah
berakhir, pertemuan ini membuat Jung Soo berhasil melakukan kerja sama dengan
beberapa perusahaan.. Dan para CEO pun kembali ke negara asal mereka..
"Park Jung Soo, kau bisa
membawa Ah Ra malam ini?" tanya Ibu Jung Soo ketika Jung Soo memasuki
rumahnya..
"Eomma, aku lelah.. Ah Ra
tidak bisa datang malam ini.. Dia sibuk.. Aku akan bilang pada Eomma jika Ah Ra
mau datang untuk makan malam.."
"Baiklah.. Cepat beritau
Eomma.. Kau istirahatlah dulu, Eomma sudah menyiapkan makanan untukmu..
"Terimakasih, Eomma.."
***
Keesokan harinya Jung Soo
mengenakan hoodie, topi dan kacamatanya.. Dia berpakaian seperti itu untuk
mencari wanita yang mau berpura-pura menjadi calon istrinya.. Tapi dari sekian
banyak wanita yang ia temui, tak ada satupun wanita yang mau membantu
menyelesaikan masalahnya karena menurut mereka, Jung Soo terlihat seperti orang
gila..
"Usaha yang bagus, Tuan Park
Jung Soo.." celetuk Ah Ra dari arah belakang Jung Soo yang membuat Jung
Soo terkejut..
"Yoon Ah Ra! Apa yang kau
lakukan disini?" tanya Jung Soo..
"Aku sedang merefreshkan
otakku.." jawab Ah Ra sambil menunjukkan belanjaannya..
"Kau tidak bekerja?"
tanya Jung Soo lagi..
"Aku minta cuti tiga hari
pada presdirku.."
"Kau diizinkan?"
"Tentu saja.. Aku ini
karyawan terbaiknya, tidak mungkin kalau presdir tidak memberiku cuti.. Lagi
pula, jika dia tidak mengizinkanku, aku tidak ada disini.. Dasar bodoh.."
"Apa katamu?! Beraninya kau
memanggilku begitu!"
"Kenapa? Melihat pakaianmu
sekarang, kau sedang tidak bekerja.. Jadi aku tidak perlu bersikap formal
padamu, Park Jung Soo.." ucapan Ah Ra yang menyebut nama Jung Soo pun
mengundang perhatian beberapa pegawai mall karena memang mereka saat ini berada
di GDS..
"Yoon Ah Ra! Ikut
denganku!" Jung Soo menarik tangan Ah Ra dan membawanya pergi..
"Yak! Kau mau membawaku
kemana?!" Jung Soo memasukkan Ah Ra ke dalam mobilnya kemudian membawanya
pergi..
"Katakan padaku, kita akan
kemana?!" teriak Ah Ra di dalam mobil Jung Soo..
"Sudah diamlah Yoon Ah
Ra!" beberapa menit kemudian, Jung Soo menghentikan mobilnya di sebuah
taman.. Mereka berdua keluar dari mobil.. Jung Soo duduk di sebuah bangku yang
menghadap ke danau dan diikuti oleh Ah Ra..
"Untuk apa kau mengajakku
kesini?" tanya Ah Ra..
"Entahlah, Ah Ra.. Aku
bingung.. Eomma selalu saja mendesakku untuk segera menikah.. Aku sama sekali
belum memikirkan pernikahan.. Dari pagi aku mencari wanita yang bersedia
membantuku, tapi tidak ada satupun yang mau.. Ah Ra, ku mohon.. Bantu
aku.." Jung Soo menatap Ah Ra dengan wajah melasnya..
"Apa? Aku? Tidak! Aku tidak
mau! Kenapa harus aku?"
"Ku mohon, Ah Ra.. Aku sudah
berusaha mencari orang lain, tapi tidak ada yang mau.."
"Kau kira aku mau? Aku juga
tidak mau.."
"Ah Ra, ku mohon.."
Jung Soo berlutut di depan Ah Ra..
"Park Jung Soo, apa yang kau
lakukan?!"
"Ku mohon, bantulah aku..
Kau hanya harus berpura-pura menjadi calon istriku.."
"Apa?! Tidak!"
"Kalau kau tidak mau menjadi
calon istri palsuku, jadilah pacar palsuku.."
"Itu sama saja, Tuan
Park!"
"Lalu apa, Ah Ra? Kau sudah
menolongku saat aku mabuk, tidak bisakah kau menolongku sekali lagi? Lagi pula,
aku sudah terlanjur bilang pada Eomma kalau kau adalah calon istriku.. Ku mohon
bantu aku.."
"Bangunlah, Park Jung
Soo!"
"Tidak! Aku tidak mau bangun
sebelum kau bilang mau membantuku.."
"Cepatlah bangun!"
"Tidak!"
"Aish! Dasar namja gila!
Iya, iya! Aku mau membantumu.."
"Benarkah?"
"Iya, cepatlah
bangun.." Jung Soo pun kembali duduk di samping Ah Ra..
"Apa yang harus ku
lakukan?" tanya Ah Ra..
"Kau hanya harus
berpura-pura menjadi pacar palsuku.. Kita akan melakukannya di depan ibuku..
Sandiwara ini akan berakhir ketika aku telah menemukan orang yang aku cintai..
Dengan begitu, ibuku tidak akan menekanku untuk segera menikah lagi.."
"Lalu, keuntungan apa yang
akan kau berikan padaku sebagai imbalannya?"
"Aku akan memberikan apapun
yang kau minta.. Uang, mobil, rumah.. Apapun.."
"Kau membayar harga diriku
dengan materi?? Kau kira aku wanita seperti apa?!"
"Lalu apa yang kau
minta?"
"Kau memintaku melakukan hal
yang kau mau, sebagai gantinya, kau juga harus bersedia melakukan hal yang ku
mau.. Bagaimana?"
"Baik, aku setuju.. Besok
datanglah ke kantorku.. Aku akan membuat surat kontrak antara kau dan
aku.."
"Baik!" Jung Soo dan Ah
Ra pun bersalaman sambil melemparkan senyuman mereka..
"Ngomong-ngomong, kapan kau
akan makan malam di rumahku?" tanya Jung Soo..
"Makan malam?" Ah Ra
mengingat kalau ibu Jung Soo pernah mengundangnya untuk makan malam..
"Terserah kau saja.."
ucap Ah Ra..
"Bagaimana kalau malam
ini?"
"Malam ini?"
"Iya, apa kau sibuk?"
"Emh.. Tidak.."
"Baiklah, aku akan
menjemputmu.. Dimana rumahmu?"
"Rumahku? Emhh.. Kau.. Kau
tidak usah ke rumahku.. Kau tunggu saja aku di taman bunga peoni.. Kau tau
kan?"
"Iya, aku tau.. Sekarang,
ikutlah denganku!" Jung Soo kembali menggandeng tangan Ah Ra..
"Kita mau kemana?"
tanya Ah Ra..
"Kita akan beli pakaian
untuk kau pakai saat makan malam.."
"Apa?! Aku sudah beli
baju.." Jung Soo memasukan Ah Ra ke dalam mobilnya kemudian pergi ke GDS..
"Aku ingin kau terlihat
cantik di depan ibuku.."
"Ish! Dasar namja
gila!" mereka telah sampai di GDS.. Jung Soo membelikan sebuah gaun dan
sepatu yang sangat cantik untuk Ah Ra..
"Apa ini tidak terlalu
berlebihan? Kita hanya pura-pura kan?" tanya Ah Ra..
"Meskipun kita hanya
pura-pura, kita harus terlihat nyata kan?"
"Terserah kau saja!"
Jung Soo mengambil ponselnya kemudian menelfon ibunya.. Dia memberitaukan kalau
malam ini Ah Ra akan datang untuk makan malam..
"Petang nanti, di taman
bunga peoni.." ucap Jung Soo..
"Baik.." jawab Ah Ra..
Ah Ra pun berjalan keluar dari GDS dan menuju mobilnya..
"Huffttt.. Untung saja orang
itu kembali membawaku kesini.." ucap Ah Ra yang kemudian memasuki mobil
lalu menjalankannya..
-
Jung Soo keluar dari mobil kemudian bersandar
di sisi mobil.. Lima menit kemudian, Ah Ra berjalan ke arah Jung Soo dengan
pakaian yang Jung Soo belikan..
"Kau sudah lama menunggu?"
tanya Ah Ra..
"Iya! Kau sangat lama.. Aku
sudah dua jam menunggu.." jawab Jung Soo..
"Apa? Benarkah? Apa jam
tanganku salah?" Ah Ra melihat jam tangan di tangan kirinya..
"Haha.. Tidak.. Aku hanya
menunggu lima menit.."
"Ish! Kau ini?!"
"Masuklah.." Jung Soo
membukakan pintu mobil untuk Ah Ra..
"Gomawo.." Ah Ra pun
masuk ke mobil Jung Soo.. Beberapa menit kemudian, Jung Soo dan Ah Ra sampai di
rumah ibu Jung Soo.. Sesampainya disana, Jung Soo dan Ah Ra disambut oleh ibunya..
"Annyeong haseyo.."
sapa Ah Ra..
"Bagaimana kabarmu?"
tanya ibu Jung Soo..
"Aku baik-baik saja.. Maaf,
aku baru bisa datang sekarang.."
"Tidak apa-apa.. Jung Soo
bilang kau sedang sibuk, makanya kau tidak bisa datang.." Ah Ra melirik
Jung Soo sebentar kemudian tersenyum pada Ibu Jung Soo.. Mereka pun makan malam
bersama..
"Sejak kapan kau bekerja di
Diamond Hotel?" tanya Ibu Jung Soo..
"Sejak empat tahun
lalu.."
"Ku dengar, kau juga punya
butik.. Benarkah itu?"
"Ah.. Iya.. Darimana Anda
tau?"
"Kau tidak perlu heran, aku
punya banyak koneksi.."
"Ouhhh.."
"Pilihan yang tepat,
Sayang.." ucap Ibu Jung Soo..
"Apa?" tanya Jung Soo
tak mengerti..
"Kau pintar memilih
pasangan.. Dia cantik, pintar, berkarir, dan pengusaha.. Eomma suka dia.."
"Ahhh, Ahjumma terlalu
memuji.." ucap Ah Ra malu..
Setelah makan malam, mereka
mengobrol bersama.. Tidak begitu lama, ibu Jung Soo sudah bisa akrab dengan Ah
Ra..
"Eomma, sudah malam.. Kami
harus pulang.. Besok, kami juga harus bekerja.." ucap Jung Soo..
"Ya sudah, kalian
pulanglah.. Hati-hati di jalan.. Lain waktu, kita berkumpul lagi.."
"Tentu, Ahjumma.." Jung
Soo dan Ah Ra pun meninggalkan rumah itu..
"Akan ku antar kau sampai di
rumah.." ucap Jung Soo..
"Tidak perlu! Kau cukup
mengantarku sampai taman bunga peoni.."
"Memangnya kenapa?"
"Ayahku di rumah, Ayah tidak
suka kalau aku pulang dengan laki-laki.."
"Benarkah?"
"Iya.."
"Baiklah.. Aku akan
megantarmu ke taman bunga peoni.."
"Gomawo.."
"Kau tidak perlu
berterimakasih.. Akulah yang harusnya berterimakasih.." Ah Ra tersenyum..
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di taman bunga peoni..
"Terimakasih sudah
mengantarku.."
"Sama-sama.. Kau yakin tidak
mau ku antar sampai rumah?"
"Aku yakin.. Aku pulang
dulu.. Selamat malam.." Ah Ra menundukkan kepala kemudian berjalan
pulang.. Keeseokan harinya, sesuai permintaan Jung Soo, Ah Ra pergi ke ruangan
Jung Soo di GDS untuk menandatangani surat kontrak berpacaran..
"Baik, Nona Yoon Ah Ra..
Sesuai yang ku katakan.. Sandiwara ini akan berakhir ketika aku menemukan
wanita yang aku cintai.. Selama kontrak ini masih aktif, kau harus menuruti
perintahku dan sebagai gantinya, aku juga akan menuruti perintahmu.. Namun itu
hanya jika berhubungan dengan kontrak.. Kau mengerti?" tanya Jung Soo..
"Ada satu hal lagi, aku
tidak mau berciuman.." ucap Ah Ra..
"Wae?"
"Aku bilang tidak mau ya
tidak mau.. Jangan banyak tanya.."
"Baiklah, tidak ada
berciuman.. Silahkan tanda tangan.." Ah Ra dan Jung Soo pun menandatangani
surat itu.. Masing-masing dari mereka memiliki surat kontrak itu untuk diri
mereka sendiri..
-
Beberapa hari kemudian, kabar
hubungan antara Ah Ra dan Jung Soo dimuat di berbagai berita.. Hal itu membuat
Ah Ra menjadi bahan perbincangan di hotel.. Saat jam makan siang, Ah Ra pergi
ke GDS dan menemui Jung Soo..
"Tuan Park! Apa ini?"
Ah Ra melemparkan koran dan majalah di depan Jung Soo.. Jung Soo melihat
majalah dan koran itu..
"Kenapa ini bisa terjadi,
Tuan Park?!"
"Ah Ra, aku tidak tau
tentang hal ini.."
"Bagaimana bisa kau tidak
tau? Kau pasti sengaja melakukan ini kan? Gara-gara hal ini, aku menjadi bahan
perbincangan seisi Diamond Hotel.."
"Ah Ra, aku tidak bohong..
Aku benar-benar tidak tau tentang masalah ini.."
"Jelaskan itu di depan
wartawan.." Ah Ra berjalan membuka pintu ruangan Jung Soo, namun, di depan
ruangan itu sudah banyak wartawan yang menghadangnya.. Mereka mengajukan banyak
pertanyaan.. Ah Ra hanya diam.. Jung Soo pun menghampiri para wartawan itu..
"Tuan Park, benarkah Anda
berpacaran dengan Nona Yoon Ah Ra? Sepertinya hal itu benar karena Nona Yoon Ah
Ra baru saja keluar dari ruangan Anda.." tanya salah satu wartawan.. Ah Ra
dan Jung Soo saling berpandangan..
"Berita itu memang benar..
Tapi aku mohon pada kalian, jangan muat berita kami di media manapun lagi.. Aku
dan Ah Ra tidak menyukainya.. Jika aku masih melihat berita itu lagi, aku akan
melaporkan kalian ke polisi atas tindakan mengganggu kenyamanan
seseorang.." jawab Jung Soo.. Setelah mendengar ucapan Jung Soo, para
wartawan itu pergi satu persatu dari sana..
"Kau sudah makan?"
tanya Jung Soo..
"Apa? Ehhh.. Sudah.."
"Kau pasti belum makan.. Ayo
kita makan.." Jung Soo menggandeng tangan Ah Ra ke restoran untuk makan
siang.. *tltltltltltltltllttt* ponsel Ah Ra berbunyi..
"Yoboseyo.." ucap Ah
Ra..
"Wae?"
"Aku sedang makan
siang.."
"Di restoran dekat
GDS.."
"Untuk apa?"
"Tidak usah.."
"Aish! Terserah kau
saja.." Ah Ra menutup panggilan telfonnya..
"Siapa?" tanya Jung
Soo..
"Temanku.. Dia bilang ingin
bertemu denganku.. Ini semua gara-gara berita itu.."
"Percayalah, aku tidak tau
apapun soal berita itu.."
"Iya, iya.. Aku
percaya.." beberapa saat kemudian, teman-teman Ah Ra datang ke restoran itu..
"Ah Ra!" Panggil salah
satu teman Ah Ra yang bernama Song Min.. Tiga teman Ah Ra menghampiri meja Ah
Ra..
"Kau benar-benar Yoon Ah
Ra?" timpal Ga In..
"Memangnya kenapa?"
tanya Ah Ra..
"Kau berubah.. Kau jadi
sangat cantik.. Tujuh tahun kita berpisah.. Kau jadi sombong pada kami.."
ucap Yoon Ju.. Ah Ra hanya menghela nafas..
"Berita di media itu, apa
itu benar?" tanya Ga In..
"Memangnya kenapa?"
"Kau ini! Dari tadi hanya
menjawab begitu.. Kami hanya tidak percaya kalau itu kau.. Kau kan dulu culun,
berkaca mata, tidak cantik sama sekali.." ucap Song Min membuat Jung Soo tertawa..
"Hei! Kenapa kau
tertawa?!" ucap Ah Ra pada Jung Soo yang menertawakannya.. Ketiga teman Ah
Ra memandangi Jung Soo dengan tatapan kagum..
"Dia kan laki-laki yang ada
di majalah bersama Ah Ra.." ucap Yoon Ju..
"Ah Ra, jadi berita itu
benar?" lanjut Yoon Ju..
"Seperti yang kalian
lihat.." ucap Ah Ra..
"Annyeong haseyo.. Nan, Park
Jung Soo ibnida.." sapa Jung Soo pada teman Ah Ra..
"Jam makan siang sudah
habis.. Aku harus kembali bekerja.." ucap Ah Ra yang melihat jam
tangannya..
"Aku juga.. Emm.. Kami pergi
dulu.. Sampai jumpa.." Jung Soo menggandeng Ah Ra keluar restoran menuju
GDS karena mobil Ah Ra ada disana..
"Waahhh.. Park Jung Soo itu
sangat tampan.." ucap teman Ah Ra bersamaan.. Setelah sampai di GDS, Ah Ra
mengemudikan mobilnya ke Diamond Hotel..
-
Beberapa hari kemudian, Ah Ra
menerima undangan pernikahan salah satu temannya.. Setelah Ah Ra menerima
undangan, ia mendapat SMS dari temannya kalau ia harus membawa pasangan ke
pesta pernikahan karena semua undangan akan datang dengan pasangannya.. Bagi
undangan yang tidak membawa pasangannya, ia harus memberikan hadiah apapun yang
diminta oleh sang pengantin.. Setelah membaca SMS itu, Ah Ra pun memberitau
Jung Soo dan meminta Jung Soo menemaninya ke pesta itu.. Namun jung Soo
menolaknya.. Karena kesal, Ah Ra pergi ke GDS untuk menemui Jung Soo..
"Tuan Park!" ucap Ah Ra
setelah memasuki ruangan Jung Soo..
"Ada apa?"
"Kenapa kau menolak
permintaanku? Bukankah kita sepakat kalau kita akan menuruti permintaan satu
sama lain?"
"Aku tau, tapi itu kalau ada
hubungannya dengan kontrak.."
"Kau kira ini tidak ada
hubungannya?"
"Memang tidak ada kan?
Permintaanmu hanya tentang kau tidak mau menuruti permintaan pengantin.. Iya
kan? Ini masalah kau tidak mau mengeluarkan banyak uamg.."
"Jadi kau tidak mau
membantuku?"
"Ya.."
"Baiklah.. Terimakasih.."
Ah Ra membanting pintu ruangan Jung Soo dengan keras.. Ah Ra kesal karena Jung
Soo tak mau membantunya.. Akhirnya Ah Ra pasrah dan ia akan menuruti permintaan
temannya itu..
Ketika pesta pernikahan itu tiba,
Ah Ra mengendarai mobilnya sendirian.. Ketika akan melewati taman bunga peoni,
ia dihadang oleh sebuah mobil limousine putih, Ah Ra pun menghentikan mobilnya
dan keluar dari mobilnya.. Terlihat Jung Soo dengan tuxedo putihnya keluar dari
mobil itu..
"Park Jung Soo-ssi? Apa yang
kau lakukan disini?" tanya Ah Ra..
"Kau pernah bilang kalau kau
akan ke pesta pernikahan kan?"
"Iya, tapi darimana kau tau
kalau hari ini aku pergi?"
"Itu bukan urusanmu.. Cepat
masuk!"
"Kau bilang kau tidak mau
pergi denganku?"
"Aku berubah pikiran, cepat
masuk!" Jung Soo mendorong Ah Ra memasuki limousine..
"Tunggu, bagaimana dengan
mobilku?" tanya Ah Ra..
"Kau jangan khawatir, aku
sudah mengurusnya.." jawab Jung Soo.. Ah Ra pun diam..
"Kita ke GDS.." ucap
Jung Soo..
"Untuk apa?"
"Kau akan ke pesta
pernikahan dengan penampilan seperti ini? Sekarang kau akan kesana sebagai
pasangan Park Jung Soo.. Kau harus terlihat sempurna.."
“Nanti kita terlambat..”
“Terlambat sebentar tak masalah
kan?” ketika sampai di GDS, Jung Soo membelikan gaun untuk Ah Ra, kemudian
membawanya ke salon.. Jung Soo meminta pegawai salon untuk merias Ah Ra
secantik mungkin.. Saat Ah Ra didandani, Jung Soo membaca majalah yang ada
disana.. Satu jam kemudian, Ah Ra selesai didandani.. Ia berdiri di depan Jung
Soo yang sedang membaca..
"Park Jung Soo-ssi, bisa
kita pergi sekarang?" tanya Ah Ra yang membuat Jung Soo meletakkan majalah
dan memandangnya.. Jung Soo berdiri kemudian mendekati Ah Ra..
“Cantik sekali..” batin Jung
Soo..
"Kenapa kau diam? Bisa kita
pergi sekarang?" tanya Ah Ra lagi..
"Ah? Ouhh.. Iya.. Ayo kita
pergi.." Jung Soo menggandeng tangan Ah Ra masuk ke dalam mobil.. Beberapa
menit kemudian, mereka sampai di tempat pesta.. Sejak mobil berhenti, Ah Ra dan
Jung Soo menjadi pusat perhatian..
"Kenapa semua orang melihat
kita? Apa ada yang aneh dengan penampilan kita?" tanya Ah Ra pelan..
"Tidak ada yang aneh,
bodoh!"
"Hei kau, Presdir gila! Jangan menyebutku
bodoh!" Jung Soo hanya terkekeh mendengar ucapan kesal yang dilontarkan Ah
Ra..
"Pernikahannya
meriah.." ucap Ah Ra..
"Pernikahan kita nanti akan
jauh lebih meriah.." celetuk Jung Soo.
"Apa? Kau bilang apa?"
"Apa? Aku? Ehm.. Aku bilang
kalau pernikahanku nanti akan jauh lebih meriah.."
"Ouhhh.." Ah Ra dan
Jung Soo menemui pasangan pengantin kemudian memberikan kado yang ia bawa..
"Gomawo, Ah Ra.. Silakan
kalian menikmati pesta ini.." ucap pengantin wanita..
"Baiklah.." jawab Ah
Ra.. Jung Soo dan Ah Ra melihat sekitar, mereka melihat sebuah keramaian.. Ah
Ra langung menarik tangan Jung Soo ke tempat itu.. Disana rupanya terdapat
sebuah game yang bisa mengukur kekuatan seseorang dengan cara memukul suatu
alat permainan yang disebut dengan palu godam di Indonesia..
"Wahhh.. Bonekanya sangat
besar.. Bulunya pasti halus.." ucap Ah Ra yang melihat sebuah boneka yang
dijadikan hadiah untuk pemenang..
"Kau mau memenangkan
permainan itu dan memberikan boneka itu untukku kan?" sambungnya dengan menatap
Jung Soo sambil tersenyum manis..
"Boneka itu? Kau memintaku
ikut bermain hanya demi boneka itu? Di GDS ada banyak boneka yang lebih besar
dari itu, dan aku bisa memberikannya untukmu.." mendengar ucapan Jung Soo
membuat Ah Ra mengerucutkan bibir pinknya..
"Ayolah.. Bermainlah
untukku.."
"Tidak!"
"Ku mohon.."
"Jangan merengek!"
"Ish! Menyebalkan!"
"Ayo! Ini kesempatan
terakhir! Sudah ada 9 peserta dan masih tersisa tempat untuk satu orang! Siapa
yang mau ikut?!" ucap MC pernikahan.. Dengan wajah jailnya, Ah Ra
mengangkat tangan Jung Soo..
"Ya, Tuan! Silahkan
kemari!"
"Ah Ra, apa yang kau
lakukan?" protes Jung Soo..
"Sudah sana! Menangkan itu
untukku!" Ah Ra mendorong Jung Soo ke depan..
"Siapa nama Anda?"
tanya MC..
"Namaku Park Jung
Soo.."
"Oke, Tuan.. Kesembilan
peserta sudah memukulnya.. Dan yang mendapat nilai paling tinggi adalah peserta
nomor lima dengan nilai 85, Anda akan diberi kesempatan memukul tiga kali..
Jika Anda bisa mendapat nilai 86 saja, Anda bisa memberikan boneka itu untuk
pacar Anda.." ucap MC..
"Baiklah.." Jung Soo
memainkan permainan itu di kesempatan pertama, namun Jung Soo memukulnya dengan
pelan.. Wajah Ah Ra pun berubah menjadi kecewa.. Di kesempatan kedua, Jung Soo
melakukan hal yang sama..
"Siapa yang meraih nilai 85?"
tanya Jung Soo pada MC..
"Itu dia, Tuan Lee Song
Hwa.." ucap MC yang menunjuk laki-laki bernama Lee Song Hwa..
"Tuan! Bersiaplah mengambil
boneka itu.." ucap Jung Soo kemudian melakukan kesempatan terkhirnya..
"Jika aku tak bisa
mengalahkanmu.." sambungnya.. Jung Soo memukul permainan itu dengan sangat
keras..
"Waahhhhh! Sempurna! Tuan
Park Jung Soo meraih nilai 100! Tuan Park Jung Soo lah pemenangnya! Ini hadiahnya.."
MC memberikan boneka itu pada Ah Ra..
"Terimakasih.. Waahhh kau
hebat!!" Ah Ra langsung memeluk Jung Soo dengan senang..
"Ouh, maaf.." Ah Ra
langsung melepas pelukannya dan mengalihkan perhatiannya pada boneka itu..
"Kau senang?" tanya
Jung Soo..
"Iya, terimakasih.. Ku kira
kau tidak akan menang.."
"Aku? Tidak akan menang? Itu
tidak mungkin.. Apa kau tidak tau kalau dulu aku pernah merusakan alat
permainan itu?"
"Apa? Kau pernah merusak
alat itu? Kapan?"
"Aku lupa.. Sepertinya saat
aku SMA.."
"Ouhhh.."
"Aahhhh.. Gara-gara
memenangkan permainan tadi, aku jadi ingin bermain permainan lain.. Ayo! Kita
lakukan yang lain.. Kita pergi ke timezone.."
"Ke timezone? Tapi pestanya
belum selesai.."
"Kita pergi lebih dulu tidak
masalah kan? Bilang saja kita mau kencan.. Sudahlah, ayo!" Jung Soo
menggandeng tangan Ah Ra untuk berpamitan kemudian pergi meninggalkan pesta..
"Kau serius kita akan ke
timezone?" tanya Ah Ra..
"Iya.."
"Dengan pakaian seperti
ini?"
"Memangnya kenapa? Tidak
masalah kan?"
"Apa tidak mau ganti baju
dulu?"
"Ahhh itu terlalu lama..
Cepat naik!"
"Mobilmu? Mobil yang tadi
kemana? Kau kembalikan ke rental?"
"Hei! Apa maksudmu?
Kembalikan ke rental? Kau kira aku menyewa mobil itu?!"
"Lalu? Ouhh, apa itu
mobilmu?"
"Menurutmu?! Sudah, cepat naik!"
Jung Soo memasukan Ah Ra ke dalam mobilnya..
"Aku heran, kau sekaya itu
tapi tidak ada satupun wanita yang mau menjadi pacarmu.."
"Lalu, kau sendiri?! Kenapa
kau tidak punya pacar?"
"Entahlah, aku tidak
memikirkannya.. Aku tidak tertarik untuk pacaran.." beberapa menit
kemudian, mereka telah sampai di GDS dan menuju timezone..
"Ku bilang juga apa..
Seharusnya kita ganti baju dulu.. Lihatlah, semua orang melihat kita.."
ucap Ah Ra..
"Biarkan saja.." Ah Ra
dan Jung Soo tidak menghiraukan orang yang melihat mereka.. Mereka tetap asyik
bermain di timezone hingga petang dan mereka lelah.. Mereka pun memutuskan
meninggalkan timezone dengan membawa banyak hadiah.. Jung Soo dan Ah Ra pergi
ke pantai untuk melihat sunset.. Mereka duduk di atas batu yang lumayan besar..
"Terimakasih, hari ini kau
sudah membantuku.. Kau juga sudah memenangkan boneka itu untukku.." ucap
Ah Ra..
"Itu semua tidak gratis,
bodoh!"
"Apa?!"
"Kau kira aku melakukannya
cuma-cuma? Kau harus membayar untuk itu.."
"Aish.. Apa yang harus ku lakukan
untuk membayarmu?" tanya Ah Ra.. Jung Soo menatap Ah Ra sangat dalam
hingga mata mereka saling bertatapan..
"Kenapa kau menatapku
begitu?" tanya Ah Ra.. Jung Soo tetap diam..
"Kau.. Jangan menatapku
seperti itu.. Kau membuatku tidak nyaman.." Ah Ra merasa gugup karena Jung
Soo terus memandangnya.. Perlahan Jung Soo mendekatkan wajahnya pada Ah Ra
kemudian menciumnya bersamaan dengan tenggelamnya matahari.. Beberapa detik
kemudian, Ah Ra mendorong Jung Soo..
"Tuan Park Jung Soo! Apa
yang kau lakukan?!" ucap Ah Ra.. Jung Soo hanya diam..
"Bukankah aku sudah bilang
kalau aku tidak mau berciuman?!" lanjutnya..
"Ah Ra.. Aku.."
"Kau menyebalkan!" Ah
Ra berjalan meninggalkan Jung Soo..
"Ah Ra! Tunggu aku!"
Jung Soo pun berlari menyusul Ah Ra..
"Ah Ra, aku minta
maaf.." Ah Ra mengabaikan permintaan maaf Jung Soo..
"Ah Ra.." Jung Soo
memegang tangan Ah Ra..
"Apa?!"
"Maafkan aku.."
"Kau melanggar perjanjian
kita.. Aku tidak mau membantumu lagi.."
"Aku minta maaf.. Jangan
bilang begitu.. Kau harus tetap membantuku.. Aku belum menemukan wanita yang ku
suka.."
"Aku tidak mau!"
"Ah Ra, ku mohon.. Aku mohon
padamu.. Cuma kau yang bisa membantuku.."
"Aku tidak mau!"
"Ayolah.. Bantu aku.. Aku
tidak akan melakukan hal itu lagi.. Kau mau kan?"
“Ku bilang tidak, ya tidak!”
“Ku mohon, Ah Ra..”
"Isshhhh!! Ya ya ya!!
Baiklah.."
"Ahhhhh.. Gomawo.."
Jung Soo langsung memeluk Ah Ra..
"Kalau berpelukan, tidak
masalah kan?" tanya Jung Soo..
"Iyaaaa.."
"Gomawo.."
"Arasso.. Sekarang, lepaskan
pelukanmu, dan antar aku ke taman bunga peoni.. Jangan lupa mobilku.."
Jung Soo melepas pelukannya..
"Baiklah.. Ayo!" Jung
Soo mengantar Ah Ra ke taman bunga peoni.. Setelah sampai di taman bunga peoni,
beberapa menit kemudian sebuah mobil putih melaju pelan ke arah Jung Soo dan Ah
Ra.. Seorang laki-laki keluar dari mobil..
"Tuan, ini kuncinya.."
ucap orang itu memberikan kunci mobil pada Jung Soo..
"Ini kunci mobilmu.."
Jung Soo memberikan kunci mobil itu pada Ah Ra..
"Gomawo.."
"Hati-hati di jalan.."
"Aku tau.. Kau juga hati-hati
di jalan.."
"Pasti.."
"Aku pulang dulu, sampai
jumpa.." Ah Ra masuk ke mobilnya kemudian melajukannya.. Jung Soo pun
pulang ke rumahnya dengan mobilnya..
-
Keesokan harinya, semua berjalan
seperti biasanya.. Jung Soo sibuk dengan pekerjaannya di GDS dan Ah Ra yang
sibuk dengan pekerjaannya di Diamond Hotel.. Jam makan siang sudah tiba, Jung
Soo mengirim SMS pada Ah Ra untuk makan siang bersama tapi Ah Ra menolaknya
dengan alasan masih banyak pekerjaan.. Jung Soo pun pergi ke Diamond Hotel
untuk mengajak Ah Ra makan siang.. Kedatangan Jung Soo di Diamond Hotel membuat
semua karyawan hotel memperhatikannya apalagi setelah ia bertanya dimana
ruangan Ah Ra.. *tok tok tok!* Jung Soo mengetuk pintu ruangan Ah Ra..
"Masuk!" ucap Ah Ra
dari dalam ruangannya.. Jung Soo pun masuk ke ruangan Ah Ra..
"Sudah saatnya makan siang,
Manager Yoon!"
"Park Jung Soo-ssi? Apa yang
kau lakukan disini?"
"Sudah ku bilang kan kalau
sekarang saatnya makan siang? Ayo pergi makan siang denganku!"
"Aku masih punya banyak
pekerjaan.."
"Makan siang dulu, baru
selesaikan pekerjaanmu!" Jung Soo menarik tangan Ah Ra..
"Hei Presdir gila! Lepaskan
tanganku! Semua orang melihat kita.."
"Aku tidak peduli.. Statusmu
masih menjadi pacarku meskipun palsu.." Jung Soo membawa Ah Ra ke sebuah
restoran menggunakan mobilnya.. Tak begitu lama, mereka sampai di restoran
kemudian makan..
"Oh ya, semalam kenapa kau
sangat marah? Apa itu ciuman pertamamu?" tanya Jung Soo..
"Apa?! Bu bukan!"
"Ahhh.. Jadi itu ciuman
pertamamu?"
"Sudah ku bilang bukan
ciuman pertamaku!"
"Aigoo, Yoon Ah Ra.. Kau
belum pernah berciuman?"
"Memangnya kenapa? Apa yang
harus dibanggakan dari berciuman?" Jung Soo hanya diam.. Setelah mereka
selesai makan, mereka kembali ke tempat kerja masing-masing.. Jung Soo kembali
ke ruangannya dan melanjutkan pekerjaannya.. *ting!* bunyi ponsel Jung Soo
tanda ada SMS.. Jung Soo membacanya..
"Oppa.. Aku sudah kembali..
Aku menunggumu di tempat biasa kita bertemu.. -Sora" setelah membaca SMS
itu, Jung Soo kemudian pergi mengendarai mobilnya.. Ia pergi ke sebuah taman,
ia mencari Kang Sora yang mengirim SMS padanya.. Setelah setengah Jam mencari,
Jung Soo bertemu dengan Sora..
"Oppa.." ucap Sora..
"Sora-ya.." mereka
saling memandang satu sama lain..
"Apa kabar, Oppa? Apa kau
hidup dengan baik?"
"Iya, aku hidup dengan
baik.. Bahkan sangat baik.. Kau juga terlihat hidup sangat baik.."
"Hidup dengan baik? Selama
aku di Amerika, Aku tidak bisa hidup dengan baik.. Aku selalu merindukanmu..
Aku mencoba melupakanmu dengan pergi kencan degan orang lain.. Tapi aku tidak
bisa, tak ada orang yang lebih baik darimu.. Aku senang bisa bertemu lagi
denganmu.."
"Kau sudah makan?"
"Belum.."
"Ayo, ku temani kau makan
siang.." Jung Soo mengajak Sora pergi makan siang..
-
"Apa?! Kang Sora
kembali?!" Ucap ibu Jung Soo..
"Iya, Nyonya.. Bahkan tadi
saya melihat kalau Tuan menemuinya di taman.."
"Ya sudah, kau awasi saja
wanita itu.."
"Baik, Nyonya.."
-
"Jadi kau sudah
menemuinya?" tanya Ibu Jung Soo ketika Jung Soo memasuki rumahnya..
"Eomma? Siapa maksud
Eomma?"
"Kang Sora.. Ku dengar dia
kembali dan kau menemuinya? Benarkah itu?"
"I i iya, Eomma.."
"Lalu bagaimana kalau Ah Ra
mengetahuinya? Apa kau tak tau perasaannya?!
"Eomma.. Aku dan Ah Ra..
Kami.. Sebenarnya kami tidak pacaran.. Kami hanya pura-pura.."
"Apa?!!" Jung Soo hanya
diam.. Ia tau kalau saat ini ibunya pasti sangat marah..
"Panggil Ah Ra kemari!"
"Eomma.."
"Cepat!" Jung Soo
menghubungi Ah Ra untuk datang ke rumahnya.. Beberapa menit kemudian, Ah Ra
tiba di rumah Jung Soo..
"Selamat malam, Ahjumma..
Apa Ahjumma ingin berbicara denganku?" tanya Ah Ra..
"Iya, Yoon Ah Ra.. Aku hanya
ingin tau, apa kau dan Jung Soo pura-pura pacaran?" mendengar pertanyaan
ibu Jung Soo, Ah Ra pun terkejut dan memandang Jung Soo..
"Ahjumma kenapa bertanya
begitu?"
"Karena Jung Soo bilang kalau
kalian hanya pura-pura.. Apa itu benar?" Ah Ra terdiam sejenak kemudian ia
angkat bicara..
"Iya, yang diucapkannya
memang benar.."
"Kenapa, Ah Ra?! Kenapa kau
membohongiku?"
"Maaf, Ahjumma.. Maafkan
aku.. Aku tidak bermaksud membohongi Ahjumma.. Mohon maafkan aku.."
"Baiklah.. Ini semua juga
bukan sepenuhnya kesalahanmu, Ah Ra..
Kau pulanglah.. Aku hanya ingin menanyakan hal itu.."
"Baik, Ahjumma.."
"Jung Soo, kau antar
dia.."
"Baik, Eomma.."
"Saya permisi, selamat
malam, Ahjumma.." Ah Ra pulang dengan Jung Soo yang mengantarnya.. Di
sepanjang perjalanan, tak ada satupun kata yang keluar dari mulut mereka..
"Terimakasih sudah
mengantarku, selamat malam.." ucap Ah Ra..
"Ah Ra.." Jung Soo
memegang tangan Ah Ra sebelum Ah Ra keluar dari mobil..
"Besok, temui aku di
restoran biasa saat makan siang.." lanjutnya..
"Jika aku ada waktu.."
"Aku akan
menjemputmu.."
"Hmmm.. Selamat
malam.." Ah Ra keluar dari mobil dan berjalan pulang..
-
Saat makan siang tiba, Ah Ra
mengabaikan SMS Jung Soo yang memintanya datang ke restoran.. Jung Soo pun
menjemput Ah Ra dan membawanya ke restoran..
"Apa kau marah?" tanya
Jung Soo..
"Marah? Untuk apa?"
"Entahlah.. Dari semalam
sepertinya kau marah padaku.."
"Tidak, aku tidak
marah.."
"Benarkah?"
"Iya.. Jadi, kontrak kita
sudah berakhir kan?"
"Apa? Berakhir? Tidak!"
"Wae? Kau sudah bilang pada
ibumu kalau kita hanya pura-pura kan? Jadi apa gunanya dilanjutkan lagi? Jadi,
kau jangan hubungi aku lagi.."
"Apa? Hei Yoon Ah Ra! Apa
kau lupa apa isi kontrak kita?"
"Aku masih ingat.."
"Kalau kau masih ingat, itu
berarti kontrak kita belum selesai.."
"Tapi kenapa kau bilang kita
hanya pura-pura pada ibumu?"
"Aku tidak sengaja.."
"Dasar bodoh!"
"Jangan menyebutku
bodoh!"
"Kau memang bodoh.. Oh ya,
selain isi kontrak, untuk apa kontrak ini dilanjutkan?"
"Untuk bisnisku.."
"Maksudmu?"
"Setelah kabar kita
berpacaran beredar, harga saham perusahaanku naik.. Jadi, aku ingin
mempertahankannya.."
"Jadi, kau memanfaatkan aku
untuk bisnismu?"
"Memanfaatkan itu bukan kata
yang baik, tapi aku meminta bantuanmu.."
"Hhhhhh.. Terserah apa
katamu.." Jung Soo tersenyum tipis mendegar ucapan Ah Ra..
-
Beberapa hari kemudian, Ah Ra
menyelesaikan pekerjaannya dan bersiap untuk pulang.. Ketika akan menuju
mobilnya, seorang laki-laki mendekati Ah Ra..
"Kau Nona Yoon Ah Ra??"
tanya laki-laki itu..
"Kau siapa?"
"Nona Yoon Ah Ra, Nyonya
Park Min Jung ingin bertemu Anda.."
"Ahjumma? Untuk apa?"
"Silahkan masuk ke
mobil.." Ah Ra pun masuk ke mobil yang sudah disediakan.. Beberapa menit
kemudian Ah Ra tiba di rumah ibu Jung Soo.. Ia dipandu ke ruang tamu..
"Annyeong haseyo,
Ahjumma.." sapa Ah Ra.. Sapaan Ah Ra membuat Jung Soo dan Sora yang sudah
disana menoleh memandangnya..
"Yoon Ah Ra,
duduklah.." ucap ibu Jung Soo..
"Ah Ra? Eomma, kenapa Ah Ra
disini?" tanya Jung Soo..
"Ah Ra, duduk.."
"Baik Ahjumma.." Ah Ra
pun duduk di sofa..
"Bagaimana kelanjutan
hubunganmu dan Ah Ra, Park Jung Soo?" tanya ibu Jung Soo membuat Sora,
Jung Soo dan Ah Ra terkejut..
"Apa? Hubungan Jung Soo
Oppa?" tanya Sora..
"Iya.. Apa kau tidak tau?
Hubungan Jung Soo dan Ah Ra sudah tersebar dimanapun!"
"Eomma!" perkataan ibu
Jung Soo sukses membuat Sora sakit hati.. Ia pun pergi dari rumah itu..
"Eomma! Apa yang Eomma
lakukan?!" tanya Jung Soo dengan
nada tinggi.. Ibunya hanya tersenyum.. Jung Soo pun pergi mengejar Sora..
"Ahjumma.." ucap Ah
Ra..
"Yoon Ah Ra.. Maafkan aku..
Aku melakukan itu agar Sora tidak mendekati Jung Soo lagi."
"Ahjumma, aku pulang dulu..
Selamat malam.." Ah Ra menundukkan kepalanya kemudian pergi dari rumah
itu..
"Park Jung Soo-ssi?!"
panggil Ah Ra..
"Kau mau kemana?"
sambungnya..
"Aku harus pergi, Ah
Ra.."
"Jelaskan padaku, ada
apa?"
"Maaf, Ah Ra.. Akan ku
jelaskan lain kali.. Aku pergi.." Jung Soo masuk ke dalam mobilnya
kemudian melajukannya..
"Park Jung Soo-ssi?!"
teriak Ah Ra yang tidak didengar oleh Jung Soo.. Ah Ra pergi mengambil mobilnya
kemudian mengendarainya ke rumah Jung Soo..
"Park Jung Soo-ssi!"
teriak Ah Ra di depan rumah Jung Soo namun tak ada jawaban.. Ah Ra menunggu
hingga pagi di depan gerbang rumah Jung Soo.. Pagi telah tiba, deru mobil
samar-samar telah terdengar.. Ah Ra melihat Jung Soo keluar dari mobil itu
dengan seorang wanita.. Dia adalah Kang Sora.. Melihat mereka, Ah Ra menjadi
bingung..
"Yoon Ah Ra?" ucap Jung
Soo..
"Emh.. Kang Sora-ssi, aku
ingin bilang kalau...."
"Aku sudah tau.." Sora
memotong kalimat Ah Ra..
"Aku tau kalau hubunganmu
dan Jung Soo Oppa hanya pura-pura.. Terimakasih, sekarang Jung Soo Oppa sudah
kembali padaku.." sambungnya..
"Apa?" Ah Ra terkejut..
"Oppa, aku masuk
dulu.." Sora meninggalkan Jung Soo dan Ah Ra untuk masuk ke rumah Jung
Soo..
"Ah Ra, masuklah dulu.. Akan
ku jelaskan semuanya padamu.."
"Tidak perlu.. Kedatanganmu
dan Kang Sora bersama sudah menjelaskan semuanya.. Aku.. Aku pulang dulu.. Aku
harus bekerja.."
"Yoon Ah Ra.."
"Aku pergi.." Ah Ra
berjalan memasuki mobilnya dengan tubuh gemetar.. Ketika akan menjalankan
mobilnya, Ah Ra malah melakukan kesalahan..
"Ish! Yoon Ah Ra, apa yang
kau lakukan?! Ayo jalankan mobilnya.." ucapnya pada dirinya sendiri..
Setelah merasa lebih tenang, Ah Ra melajukan mobilnya.. Ia pergi ke sebuah
penginapan dimana ia bisa mengurung diri.. Ponselnya terus berbunyi karena Jung
Soo yang menghubunginya.. Setelah mengurung diri cukup lama, Ah Ra pun
meninggalkan penginapan itu.. Tak terasa hari sudah malam.. Ah Ra melajukan
mobilnya ke taman bunga peoni.. Dia menghentikan mobilnya kemudian duduk di
sebuah bangku yang ada disana.. Ia masih mengingat kejadian saat Jung Soo
keluar dari mobil bersama Sora.. Perlahan air mata Ah Ra kembali menetes dan ia
merasa kalau dadanya sesak..
"Oh, kau.. Yoon Ah Ra?"
ucap Young Shin yang tiba-tiba menghampiri Ah Ra..
"Kau.. Sedang apa kau
disini? Kenapa kau menangis? Mana Presdir?" lanjutnya..
"Dia sedang tidak
bersamaku.."
"Kau kenapa? Apa kalian bertengkar?"
"Tidak.. Aku hanya teringat
ibuku.."
"Ouhh.. Sudahlah, jangan
menangis.. Kau masih punya Ayah kan? Jadi jangan bersedih lagi.."
"Lee Young Shin!"
panggil Jung Soo tiba-tiba menghampiri Ah Ra dan Young Shin..
"Presdir?"
"Apa yang kau lakukan disini?
Kenapa kau bersama Ah Ra? Dan.. Ah Ra, kau menangis? Kenapa dia menangis?"
"Dia bilang, dia teringat
ibunya.."
"Lalu, kenapa kau
disini?"
"Aku baru mengantar pacarku
pulang.."
"Ouh.. Sekarang
pulanglah!"
"Baik, Presdir.. Ah Ra, aku
pulang.." Young Shin menundukkan kepalanya kemudian pergi..
"Kau kenapa?" tanya
Jung Soo..
"Bukan urusanmu.." Ah
Ra berdiri kemudian membuka mobilnya namun Jung Soo menarik tangan Ah Ra dan
menutup mobil Ah Ra kembali lalu menyandarkan Ah Ra ke mobil dengan cepat
kemudian menciumnya.. Ah Ra mendorong Jung Soo kemudian menamparnya..
"Beraninya kau!! Dengar,
Tuan Park Jung Soo! Mulai hari ini, kontrak kita berakhir.. Jangan pernah
menghubungi dan menemuiku lagi!" ucap Ah Ra kemudian memasuki mobilnya dan
melajukannya..
"Ah Ra! Yoon Ah Ra!"
teriak Leeteuk..
Sesampainya Ah Ra di rumahnya, ia
pergi ke kamar mandi yang ada di kamarnya.. Ia duduk di dalam bath up dengan
air yang mengguyurnya dari atas..
"Eomma.. Kenapa aku begini?
Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku merasa sakit? Eomma, hatiku sakit..
Hiks.." ucap Ah Ra sambil menangis..
-
Keesokan harinya, Ah Ra kembali
bekerja seperti biasa.. Tak terlihat mata bengkak efek menangis di kedua
matanya.. Ia terlihat seperti tak terjadi apapun.. Beberapa kali ponselnya
berdering karena telfon dari Jung Soo yang tidak ia angkat.. Akhirnya Ah Ra
mematikan ponselnya kemudian ia pergi ke resepsionis..
"Permisi, Nona Ahn.."
ucap Ah Ra..
"Iya, Manager Yoon.. Ada
yang bisa dibantu?"
"Kau tau presdir GDS
kan?"
"Iya.."
"Aku minta tolong, kalau dia
kemari untuk mencariku, bilang saja aku tidak ada.. Kau bisa
melakukannya?"
"Memangnya kenapa, Nona Yoon
Ah Ra??" tanya Jung Soo dari belakang Ah Ra yang membuat Ah Ra terkejut..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar